• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 15, 2025
in Feature, Politik
0
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Sorak-sorai rakyat yang menuntut keadilan menggema di jalanan. Isu penyalahgunaan kekuasaan, nepotisme, dan berbagai kebijakan yang dinilai merugikan bangsa menjadi bahan utama tuntutan mereka. Sementara itu, di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto—seorang jenderal yang kini menjabat sebagai pemimpin sipil—justru dengan lantang meneriakkan “Hidup Jokowi!” dalam acara HUT Gerindra. Sebuah ironi yang menimbulkan pertanyaan: benarkah ini sikap seorang pemimpin yang seharusnya membela kepentingan rakyat?

Prabowo, yang dahulu dikenal sebagai sosok kritis terhadap kebijakan Jokowi dan bahkan menjadi rival dalam dua kali pemilu, kini justru menunjukkan sikap yang kontras. Teriakan “Hidup Jokowi” dalam forum resmi partainya menimbulkan pertanyaan: apakah ini bentuk loyalitas tulus atau hanya sekadar kepentingan politik untuk menjaga harmoni dengan kekuasaan? Dalam politik, perubahan sikap bukanlah hal baru, tetapi ketika seorang pemimpin yang berlatar belakang militer memilih untuk memuji sosok yang sedang dipertanyakan oleh rakyat, maka muncul pertanyaan besar tentang integritas dan prinsip yang dipegangnya.

Sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo seharusnya memahami makna tanggung jawab terhadap rakyat. Sikapnya yang terkesan membela Jokowi, meski banyak dugaan pelanggaran hukum dan moral yang diarahkan kepada sang presiden sebelumnya, menimbulkan kekecewaan bagi mereka yang berharap pada perubahan. Rakyat yang turun ke jalan menuntut keadilan bukan tanpa alasan. Berbagai kebijakan yang dianggap menyimpang, mulai dari pembangunan IKN yang sarat kontroversi, dugaan pelanggaran hukum dalam berbagai proyek, hingga intervensi politik yang mencederai demokrasi, menjadi alasan utama tuntutan pengadilan bagi Jokowi.

Dalam sejarah kepemimpinan dunia, banyak jenderal yang beralih menjadi pemimpin sipil dan menunjukkan keberpihakan yang tegas kepada rakyat. Sebut saja Dwight D. Eisenhower di Amerika Serikat atau Charles de Gaulle di Prancis, yang menegaskan bahwa kepemimpinan sipil bukan hanya soal loyalitas terhadap individu, tetapi pada prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan. Maka, ketika Prabowo justru memilih untuk meneriakkan “Hidup Jokowi” alih-alih bersikap netral atau mendengar aspirasi rakyat, timbul pertanyaan besar: apakah ini keputusan berdasarkan nurani atau sekadar strategi politik demi menjaga kestabilan kekuasaan?

Seorang pemimpin, terlebih yang memiliki latar belakang militer, seharusnya memahami bahwa loyalitas sejati bukan kepada individu, melainkan kepada negara dan konstitusi. Jika rakyat merasa terkhianati oleh kebijakan seorang pemimpin, tugas seorang pemimpin sipil adalah merespons dengan kebijaksanaan, bukan dengan slogan yang hanya memperkeruh situasi. Jika Prabowo tetap bersikeras membela Jokowi di tengah gelombang tuntutan rakyat, maka ia sedang mempertaruhkan legitimasi kepemimpinannya di masa mendatang.

Kesimpulannya, sikap Prabowo yang berteriak “Hidup Jokowi” di tengah seruan rakyat yang meminta keadilan atas kepemimpinan Jokowi adalah gambaran nyata dari politik kepentingan. Seorang jenderal yang beralih menjadi pemimpin sipil seharusnya berdiri di atas kepentingan bangsa, bukan individu. Jika benar Prabowo ingin dicatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang adil, maka ia harus lebih mendengarkan suara rakyat, bukan hanya suara kekuasaan. Karena pada akhirnya, rakyatlah yang akan menilai dan menentukan masa depan seorang pemimpin.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MERISAUKAN KETERSEDIAAN BERAS !

Next Post

Rekan Sejawatku Advokat, Kendalikan Amarahmu!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post

Rekan Sejawatku Advokat, Kendalikan Amarahmu!

Australia dan China Melaju Ke Perempat Final Piala Asia U20

Australia dan China Melaju Ke Perempat Final Piala Asia U20

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...