FusilatNews– Kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina pekan lalu membawa cerita tersendiri. Jokowi disebut-sebut melakukan misi damai ke kedua negara yang sedang konflik tersebut, Salah satu yang Kontroversi Jokowi mengungkapkan dirinya menyampaikan pesan dari Presiden Volodymir Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dilansir Tempo.co Jokowi bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, pada 29 Juni. Saat itu, Jokowi menawarkan diri untuk membawa pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera,” kata Jokowi.
Sehari kemudian, Jokowi bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow. “Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut,” kata Jokowi di Kremlin.
Namun, ternyata hal ini dibantah Kantor Presiden Ukraina. Di mana, sekretaris pers untuk Kantor Presiden Serhii Nikiforov, menyatakan Zelenskyy hanya akan menyampaikan pesan secara terbuka melada Putin. Menurut dia, fokus pembicaraan antara Zelensky dan Jokowi adalah tentang blokade pelabuhan Ukraina. Sebab Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina.
Terlepas dari pesan Zelensky ke Putin, lawatan Jokowi ke kedua negara yang sedang berseteru itu memang lebih banyak membahas soal hubungan dagang dan kemanusiaan.
Selain itu, soal blokade atas ekspor gandum Ukraina oleh Rusia. Jokowi dan Zelensky sepakat blokade harus dicabut agar ekspor bisa kembali berjalan.
Zelensky juga sempat menawarkan pada pengusaha Indonesia untuk terlibat pada pembangunan kembali Ukraina pasca-perang.
Itu sebabnya, misi perdamaian Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia dinilai belum berhasil. Hal itu karena Presiden Putin mengabaikan pesan damai Presiden Zelensky yang coba dijembatani Indonesia saat pertemuan di Kremlin, 30 Juni 2022.

























