Tela’ah dan pendek pikir, diucapkan oleh Seorang Hasto, sekjen PDIP, mengatakan; “jumlah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ideal di 2024 nanti hanya dua. Menurutnya, hal ini untuk memastikan pemilihan presiden (pilpres) selesai dalam satu putaran.
Dia tidak membaca, produk dua pasangan Capres dan Cawapres yang lalu, menyisakan di masyarakat media sosial terbangun dua kubu, yaitu “Kecebong dan Kadrun”. Sementara para aktornya, melakonkan cerita lain; makan-minum bersama, jogged bareng, dan ketawa ketiwi. Dan siap-siap lagi untuk saling jegal menjegal.
“Pandangan ini bisa terwujud apabila dilakukan langkah konsolidasi dan mendorong kerjasama parpol di depan, sehingga mengarah pada dua paslon, ini yang ideal berdasarkan konteks saat ini,” tambahnya.
Membangun koalisi partai itu adalah suatu keniscayaan, karena terbentuk oleh aturan dzalim PT 20%. Jadi bukan konsolidasi. Ia sesungguhnya konspirasi, sebab judul yang dilempar kemasyarakat adalah strategi kebangsaan, program kedepan, dll.
Selanjutnya, Hasto mengutarakan PDIP siap andai Pilpres diikuti lebih dari dua paslon dan berlangsung dua putaran. Ia hanya menyayangkan karena kemungkinan ada kesepakatan politik baru pada putaran kedua.
Akan terjadi dan terulang seperti itu, karena Indonesia tidak ajeg, bagaimana system Presidential itu bisa dilaksanalan secara normative. Prinsip bahwa System Presidendial itu adalah “orang memilih orang”, tetapi yang terjadi hingar bingar koalisi antar Parpol. Prinsip dalam etalase system presidential itu, menjajakan idea invidual, tetapi yang pajang adalah bangunan partai.
Absurd.
Ada alasan yang mendasar bila ada Partai, yang menginginkan lebih dari pasangan calon, berkaca pada Pilpres 2019 yang lalu itu. Sejumlah partai yang menginginkan agar Pilpres 2204 diikuti lebih dari dua paslon seperti Demokrat, Golkar, dan PKB. Alasannya, demi menghindari polarisasi seperti yang terjadi di 2019.
“Indonesia memerlukan pelaksanaan Pilpres yang demokratis, cepat, kredibel, dan bagaimana memastikan hanya berlangsung satu putaran,” kata Hasto di diskusi BRIN, Kamis (25/8). Pandangan PDIP terkait dua paslon itu berbeda dengan keinginan sejumlah partai lain. Mayoritas partai menginginkan agar Pilpres 2024 diikuti lebih dari dua paslon.
Sejumlah partai yang menginginkan agar Pilpres 2204 diikuti lebih dari dua paslon seperti Demokrat, Golkar, dan PKB. Alasannya, demi menghindari polarisasi seperti yang terjadi di 2019.























