• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Napak Tilas Perjuangan Helen Keller

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 6, 2022
in Feature
0
Napak Tilas Perjuangan Helen Keller
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Jakarta – Satu di antara sekian banyak senjata pamungkas untuk membentuk opini publik adalah pengajaran yang diberikan oleh guru kepada murid di sekolah.

Satu di antara sekian banyak contoh pengajaran untuk membentuk opini publik adalah ikhtiar menutupi sebagian data perjuangan Helen Keller.

Helen Keller dilahirkan di Tuscumbia, Alabama, Amerika Serikat pada 27 Juni 1880. Pada usia 19 bulan akibat scarlet fever, Helen Keller kehilangan indera lihat dan indera dengar sehingga tuna netra dan tuna rungu.

Lima tahun kemudian atas prakarsa Alexander Graham Bell, Helen Keller didaftarkan untuk sekolah di Perkins Institute for the Blind di Boston.

Di bawah bimbingan Anne Sullivan, Helen Keller belajar untuk berkomunikasi dengan lingkungan hidupnya.

Keller belajar dan menulis dengan huruf Braille dan menggunakan bahasa bisu-tuli dengan sentuhan indra-raba pada tangan.

Dengan “mendengarkan” kuliah di Radcliffle College atas bantuan sentuhan Anne Sullvan pada tangan, Keller lulus magna summa cum lauda dari Radcliffe College pada 1904.

Pada usia 12 tahun, Helen Keller menerbitkan buku pertama dalam bentuk sketsa autobiografi. Tatkala masih menempuh pendidikan di Radcliffe College, Helen menerbitkan buku berjudul The Story of My Life yang kini telah diterjemahkan ke lebih dari lima puluh bahasa.

Kemudian perempuan hebat ini mempublikasikan empat buku tentang pengalaman pribadi, agama, problem sosial, dan biografi Anne Sullivan di samping artikel di berbagai media massa tentang pencegahan, pembinaan serta pendidikan bagi kaum tunanetra.

Pada 1924, Helen Keller bergabung ke American Foundation for the Blind yang didirikan berkat keteladanan perjuangan Helen Keller menegakkan pilar-pilar hak asasi kaum tunanetra.

Ketika AFB mendirikan cabang di mancanegara, maka diberi nama Helen Keller International. Pada 1959, sebuah karya teater William Gibson dengan judul The Miracle Worker tentang perjuangan Helen Keller dipergelar-perdanakan di Broadway, New York City kemudian diangkat ke layar lebar pada 1962 yang memperoleh anugerah Oscar.

Pendek kata, Helen Keller dihormati seluruh dunia sebagai suri teladan keberhasilan seorang penyandang tunanetra dengan semangat pantang menyerah berjaya mengubah persepsi dunia terhadap kaum penyandang difabilitas.

Citra positif Helen Keller dikembangkan maksimal oleh media massa sehingga memengaruhi apa yang diajarkan oleh para guru kepada murid di sekolah tentang Helen Keller.

Sementara media massa konsekuen dan konsisten menutupi fakta bahwa Helen Keller mendukung komunisme dengan sempat memuji dan memuja revolusi Rusia sebagai sinar harapan di ufuk Timur dipandang dari Amerika Serikat.

Sudah barang tentu keberpihakan Helen Keller kepada rakyat tertindas dalam bentuk komunisme sama sekali tidak searah setujuan seirama senada dengan gerakan antikomunisme di bawah pimpinan Joseph McCarthy dalam rangka mendukung Perang Dingin Amerika Serikat melawan Uni Sowyet.

Selaras mazhab pragmatisme kapitalisme bahwa small picture wajib dikorbankan demi big picture. Maka media massa mainstream Amerika Serikat secara hermetis menutupi fakta Helen Keller simpatisan komunisme demi tidak mengganggu arus gelombang gerakan antikomunisme yang sedang digelorakan oleh Amerika Serikat demi menaklukkan sang lawan geopolitik, yaitu Uni Sowyet.

Yang menderita nasib lebih buruk ketimbang Helen Keller adalah Charlie Chaplin yang akibat distigmasisasi pro-komunisme terpaksa mengungsi ke Swiss.

Maka para guru di sekolah Amerika Serikat maupun negara lain termasuk Indonesia tidak mengajarkan kepada murid-murid bahwa Helen Keller simpatisan komunisme.

Mirip fenomena faktual bahwa para guru di Indonesia pada masa Orba sebaiknya jangan mengajarkan mahakarya Pramoedya Ananta Toer kepada murid-muridnya kecuali jika ingin diasingkan ke Pulau Buru.

Dikutip dari Kompas.com, Ahad 6 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Viral Setoran Uang Tambang Ilegal Rp.6 Miliar ke Petinggi Polri, Koalisi Sipil Minta Usut Tuntas

Next Post

Iran sukses Terbangkan Roket Peluncur Satelit Bernama Qaem 100

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Iran sukses Terbangkan Roket Peluncur Satelit Bernama Qaem 100

Iran sukses Terbangkan Roket Peluncur Satelit Bernama Qaem 100

Barack Obama: Presiden, Pemenang Nobel, dan sekarang Pemenang Emmy

Obama ke Demokrat: 'Mengadu dan Murung Bukanlah Pilihan'

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist