• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Negara Bisa Bubar karena Lapar: Urgensi Badan Pangan Daerah

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 1, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Setelah empat tahun sejak kelahirannya, kiprah Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini benar-benar dinanti rakyat. Sebagai lembaga tingkat nasional yang diberi mandat menangani urusan pangan, Badan Pangan Nasional telah diberi 11 fungsi strategis sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2021. “Suara Presiden” tentang lahirnya badan ini tentunya dilandasi semangat untuk memperkuat ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan, sebagaimana ditegaskan dalam UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Pada awalnya, Badan Pangan Nasional terlihat masih dalam proses mencari bentuk idealnya. Struktur organisasi telah dibangun. Rencana strategis dirampungkan. Seleksi terbuka untuk pejabat Eselon I dan II pun dilakukan. Badan ini kemudian aktif melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, termasuk memperkuat simpul koordinasi dengan pemerintah daerah—provinsi hingga kabupaten/kota—dalam rangka membangun kelembagaan pangan di daerah.

Namun, catatan kritis muncul: jika di tingkat pusat telah dibentuk Badan Pangan Nasional melalui Perpres, maka apakah di daerah juga perlu dibentuk Badan Pangan Daerah melalui Pergub atau Perbup/Walikota? Jawabannya bisa beragam, tergantung sudut pandang. Namun bila dikaitkan dengan PP No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah—turunan dari UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah—maka kehadiran Badan Pangan Daerah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Kita bisa bercermin pada masa transisi kelembagaan dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian ke Badan Pangan Nasional, yang diberi waktu hingga 29 Juli 2022. Artinya, kala itu hanya tersisa satu bulan untuk menuntaskan berbagai kekurangan. Dan waktu sebulan jelas bukan waktu yang panjang. Maka tak heran ketika itu Kepala Bapanas, Arief Prasetyo, diingatkan untuk “berlari lebih kencang”.

Sementara itu, beberapa daerah telah bergerak lebih cepat menyambut kehadiran Bapanas. Provinsi Jawa Barat, misalnya, pada akhir Maret 2022 menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan bersama kabupaten/kota. Langkah ini merupakan respons atas peringatan FAO bahwa pasca pandemi Covid-19, dunia berisiko menghadapi krisis pangan global—yang tentu dapat mengganggu ketahanan pangan nasional.

Sebagai provinsi lumbung pangan nasional, Jawa Barat dituntut proaktif menyusun langkah konkret. Salah satunya dengan memperkuat produksi pangan dalam negeri dan meningkatkan cadangan pangan nasional dan daerah. Rapat koordinasi pun digelar dengan menghadirkan narasumber kompeten, membangun simpul koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota secara lebih terukur.

Namun, pekerjaan rumah terbesar masih menanti: bagaimana membangun tata kelola pembangunan pangan yang sistematis dan terstruktur antara pusat dan daerah? Pertanyaan ini menjadi krusial sejak Dewan Ketahanan Pangan dibubarkan empat tahun lalu. Dulu, lembaga ini terbukti efektif karena diketuai langsung oleh pimpinan tertinggi di setiap jenjang pemerintahan. Apakah karena faktor itu koordinasi berjalan baik? Atau ada hal lain yang hingga kini belum terungkap?

Yang jelas, sejak Dewan Ketahanan Pangan dibubarkan dan Bapanas belum berjalan optimal, koordinasi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan pangan menjadi tak lagi maksimal. Banyak daerah kehilangan informasi penting akibat lemahnya komunikasi selama masa transisi kelembagaan. Belum lagi soal kekisruhan anggaran pusat yang menambah kebingungan di daerah. Anggaran ketahanan pangan dipending karena berbagai alasan, padahal banyak daerah menggantungkan nasib program pangannya pada APBN, bukan APBD yang terbatas.

Celakanya, tak banyak kepala daerah yang punya keberpihakan serius terhadap pembangunan pangan. Kebanyakan lebih gemar membangun infrastruktur atau mengejar industrialisasi. Soal pangan hanya dianggap sebagai kewajiban administratif semata. Akibatnya, dalam struktur organisasi daerah, urusan pangan seringkali digabung dengan peternakan, perkebunan, atau perikanan. Jarang yang menjadikannya prioritas tersendiri.

Pertanyaannya kini, apakah para kepala daerah dan DPRD-nya bersedia merevisi organisasi perangkat daerah untuk melahirkan Badan Pangan Daerah? Jawabannya kembali beragam. Namun jika kita cermati perubahan iklim, krisis global, dan dinamika ketahanan pangan, sudah semestinya urusan pangan tidak lagi dianggap enteng.

Pangan adalah sumber kehidupan dan penghidupan mayoritas rakyat Indonesia. Maka tak bisa ditangani setengah hati. Ia harus dikelola secara serius dan konkret di lapangan. Ingatlah satu hal penting:

“Tak ada negara yang bubar karena kelebihan pangan, tapi sejarah mencatat banyak negara runtuh karena kekurangannya.”


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saya Lalai

Next Post

Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita, Polri Lebih Baik Fokus pada Tugas Utama

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita, Polri Lebih Baik Fokus pada Tugas Utama

Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita, Polri Lebih Baik Fokus pada Tugas Utama

Negara-Negara yang Tidak Disukai WNI: Perbandingan Dua Perspektif

Negara-Negara yang Tidak Disukai WNI: Perbandingan Dua Perspektif

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...