• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Saya Lalai

Ali Syarief by Ali Syarief
July 1, 2025
in Crime, Feature
0
Saya Lalai
Share on FacebookShare on Twitter

Ia minta maaf. Katanya, ia lalai. Saya berhenti sejenak pada kata itu: lalai.

Dalam kosa kata hukum, “lalai” biasanya tak seberat “korupsi”. Ia terdengar lebih lunak, lebih manusiawi. Tapi dalam dunia yang telah dicemari satu triliun rupiah, “lalai” menjadi kata yang bergema seperti ironi.

Yang bicara adalah seorang mantan pejabat Mahkamah Agung. Lembaga itu, bagi banyak orang, adalah puncak moral hukum kita—atau setidaknya, mestinya begitu. Di sana, keadilan tidak hanya ditegakkan, tapi ditafsirkan. Ia seperti menara pengawas di tengah ladang semrawut: tinggi, angkuh, tak tersentuh. Tapi kini kita tahu, menara itu bisa retak dari dalam.

Ia tak bicara banyak. Tak menangis. Tak pula membela diri habis-habisan. Hanya satu kalimat pendek: “Saya lalai.” Dan seperti semua kejahatan yang sudah terlalu besar, kalimat itu terdengar tak cukup. Seperti seorang penyulut kebakaran hutan yang berkata, “Saya lupa matikan rokok.”

Tapi barangkali, justru di situ letak luka kita. Bukan hanya karena ada seorang hakim tinggi yang menerima suap sebesar satu triliun. Tapi karena ia menganggap itu sebagai “kelalaian”.

Barangkali, seperti seorang dokter yang tak mencuci tangan sebelum operasi. Atau pilot yang lupa menarik tuas saat mendarat. Tapi ini lebih dari itu. Ini bukan keteledoran sehari-hari. Ini bukan lupa kunci rumah atau dompet. Ini adalah pembusukan yang dikerjakan pelan-pelan, sadar sepenuhnya, oleh seseorang yang tahu apa itu hukum.

**

Saya teringat satu esai lama dari George Orwell, tentang kekuasaan yang membuat bahasa kehilangan makna. Bagaimana “invasi” disebut “operasi pembebasan”, bagaimana “penyiksaan” disebut “interogasi mendalam”. Dan kini: bagaimana “korupsi besar-besaran” disebut “kelalaian”.

Bahasa bisa menjadi pelindung terakhir kebusukan, ketika moral tak lagi bekerja. Maka ketika seorang mantan hakim agung memilih kata “lalai”, saya bertanya-tanya: siapa yang ia lindungi?

**

Tapi yang paling menyedihkan, bukanlah kebohongan dalam kata itu. Melainkan kenyataan bahwa kita sudah terbiasa mendengarnya. Bahwa publik nyaris tak marah. Bahwa berita tentang suap satu triliun itu berlalu di antara gosip selebriti dan skor pertandingan bola.

Kita sudah kelelahan. Atau mungkin sudah menyerah. Kita membiarkan api kecil menyala di beranda, sambil berharap angin tak terlalu kencang.

**

Seorang filsuf mengatakan, tak ada keadilan tanpa rasa malu. Tapi di sini, rasa malu telah ditukar dengan konferensi pers. Dengan senyum tipis. Dengan kalimat pendek: “Saya lalai.”

Saya bertanya-tanya, apakah ia akan mengulanginya di hadapan anaknya sendiri? Di ruang keluarga, saat makan malam, dengan televisi menyala dan suara nyaring iklan pemutih wajah?

Atau apakah ia tahu, bahwa sejarah tak mencatat kalimat maaf sebagai pelipur? Ia mencatatnya sebagai bekas luka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kondom Berserakan di Taman Jakarta, Jadi Tempat Asusila

Next Post

Negara Bisa Bubar karena Lapar: Urgensi Badan Pangan Daerah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak

Negara Bisa Bubar karena Lapar: Urgensi Badan Pangan Daerah

Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita, Polri Lebih Baik Fokus pada Tugas Utama

Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita, Polri Lebih Baik Fokus pada Tugas Utama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist