• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negara Ini Bukan Komunis, Bukan Khilafah — Tapi Meminjam dari Keduanya

Ali Syarief by Ali Syarief
October 14, 2025
in Feature, Politik
0
Negara Ini Bukan Komunis, Bukan Khilafah — Tapi Meminjam dari Keduanya
Share on FacebookShare on Twitter

Di atas kertas, Indonesia menegaskan diri sebagai negara Pancasila, bukan negara agama, bukan pula negara ideologi tunggal seperti komunisme. Namun dalam praktik politik, ekonomi, dan hukum hari ini, kita bisa melihat bagaimana unsur-unsur kedua sistem itu justru diadopsi dan dijalankan — tentu bukan demi ideologi, tetapi demi kepentingan kekuasaan.

Pemerintah berulang kali menegaskan ancaman terhadap ide khilafah dan komunisme, namun pada saat yang sama tanpa sadar (atau mungkin dengan sangat sadar) mempraktikkan keduanya dalam bentuk paling pragmatis: kontrol terpusat dan formalisasi agama.


Wajah Komunisme yang Tak Diakui

Dalam sistem komunis, seluruh alat produksi dikendalikan oleh negara. Tidak ada pemisahan antara kekuasaan politik dan ekonomi. Negara adalah pusat kehidupan masyarakat; ia menentukan siapa yang berhak menikmati hasil kerja, siapa yang dianggap “berjasa”, dan siapa yang dicap “pengkhianat”.

Kini, dalam banyak hal, praktik seperti itu hidup kembali dalam versi yang lebih halus.
Negara bukan lagi memegang alat produksi secara langsung, tetapi melalui oligarki yang berkelindan dengan kekuasaan politik. Negara menentukan proyek-proyek strategis, menunjuk pemenang tender, hingga mengatur arah investasi. Sementara itu, rakyat hanya menjadi pelengkap statistik pembangunan — diwakili dalam angka pertumbuhan, tapi tak merasakan pertumbuhan itu sendiri.

Begitulah cara “semangat komunisme tanpa komunisme” bekerja di Indonesia: bukan dalam bentuk partai tunggal, melainkan dalam bentuk sentralisasi ekonomi dan ketaatan sosial yang dikemas dengan jargon nasionalisme.


Wajah Khilafah yang Tak Dinyatakan

Di sisi lain, Indonesia juga tampak semakin religius dalam bentuk yang formal dan administratif. Syariah telah merasuk dalam hampir semua lini kebijakan publik:
dari sistem keuangan, hukum keluarga, zakat dan haji yang dikelola negara, hingga sertifikasi halal yang wajib bagi industri.
Semua dijalankan atas nama “pelayanan umat,” tetapi dengan logika negara yang mengatur tafsir agama.

Padahal, inilah salah satu ciri yang lazim ditemukan dalam sistem khilafah — ketika agama bukan hanya menjadi pedoman moral pribadi, tetapi juga menjadi instrumen politik negara.
Maka, tanpa perlu deklarasi formal sebagai negara Islam, Indonesia telah menjalankan fungsi-fungsi syariah secara negara-sentris, persis sebagaimana khilafah mengklaim diri sebagai wakil Tuhan di bumi.


Nasakom Tanpa Ideologi

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru.
Soekarno sudah pernah meramunya dalam konsep NASAKOM (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) sebagai upaya sintesis antara tiga kekuatan besar bangsa. Bedanya, NASAKOM dilakukan dengan kesadaran ideologis — Bung Karno tahu bahwa kekuatan politik harus disatukan dalam dasar filosofis yang berpihak pada rakyat.

Kini, warisan itu muncul kembali dalam bentuk “NASAKOM tanpa ideologi” — nasionalisme hanya menjadi slogan, agama dijadikan alat legitimasi, dan semangat kontrol sosial ala komunisme dijalankan untuk kepentingan penguasa, bukan kesejahteraan rakyat.
Kita hidup dalam negara yang menolak label khilafah dan komunisme, tapi mengambil manfaat dari keduanya tanpa menanggung konsekuensi moralnya.


Kekuasaan di Atas Ideologi

Dalam keadaan seperti ini, Pancasila tidak lagi menjadi bintang penuntun, melainkan sekadar perisai untuk setiap kebijakan yang beraroma kekuasaan.
Semangat gotong royong berubah menjadi penyeragaman pikiran, dan keadilan sosial diganti dengan kesejahteraan versi statistik.

Negara tampak beragama, tapi kehilangan spiritualitas.
Negara tampak membela rakyat, tapi membiarkan kesenjangan melebar.
Negara tampak demokratis, tapi alergi terhadap kritik.

Inilah wajah baru dari negara yang bukan komunisme, bukan khilafah, tapi meminjam dari keduanya — sesuai kebutuhan politik penguasa.
Sebuah wajah yang tampak santun di permukaan, namun di baliknya menyimpan hasrat lama: menguasai manusia dengan ide, sambil menyingkirkan ide yang mengancam kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Empat Versi Ijazah dan Satu Kebenaran yang Menghilang

Next Post

Keadilan yang Lenyap di Tengah Mentalitas Pengagum Barat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post

Keadilan yang Lenyap di Tengah Mentalitas Pengagum Barat

Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...