• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keadilan yang Lenyap di Tengah Mentalitas Pengagum Barat

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 14, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis

Mereka — sebut saja Ade Armando dkk. — tampaknya mengidolakan Barat dan Eropa bukan karena mengagumi moralitas atau peradaban kemanusiaannya, melainkan karena tergoda oleh kemakmuran dan kemewahan hidup bangsa-bangsa itu. Kalimat yang sering mereka lontarkan berbumbu kagum: “Bangsa Eropa dan Amerika hidupnya lebih sejahtera.” Seolah-olah kesejahteraan materi otomatis menjadi ukuran keunggulan moral dan kebenaran sistem.

Padahal, kemakmuran Barat tidak lahir dari udara bersih atau kerja keras semata. Di baliknya ada sejarah panjang penjajahan, perampokan sumber daya, dan penindasan terhadap bangsa-bangsa lain — termasuk bangsa kita. Negara-negara yang kini diagung-agungkan itu adalah pelaku kolonialisme dan imperialisme. Ironinya, di dalam negeri mereka bisa menegakkan hukum dengan tegas, sementara di luar negeri mereka menjadi perampas dan perusak.

Di Indonesia, bicara soal penegakan hukum sudah menjadi bahan lelucon nasional. Hukum berjalan berdasarkan kepentingan politik, bukan berdasarkan kebenaran atau keadilan. Maka ketika kelompok-kelompok yang mengagungkan Barat ini mengutip demokrasi dan HAM, sulit untuk tidak tersenyum getir.

Demokrasi dan HAM yang mereka elu-elukan sering kali tak lebih dari retorika kosong. Demokrasi tanpa moral hanyalah kebebasan yang kehilangan arah; HAM tanpa nilai kebenaran hanyalah topeng liberalisme. Kalau mau jujur, logika sejarah seharusnya memaksa warga kulit putih Australia dan Amerika kembali ke Inggris — tanah asal leluhurnya — jika benar mereka ingin menjalankan demokrasi dengan prinsip keadilan sejati.

Di sisi lain, tokoh-tokoh seperti TM Lubis sudah lama memperjuangkan konsep restorative justice di tanah air. Namun jauh sebelum itu, prinsip keadilan restoratif telah lahir di jazirah Arab pada abad ke-6 dan ke-7, ketika Rasulullah Muhammad SAW menegakkan ajaran tentang musyawarah, perdamaian, dan tanggung jawab moral antara korban dan pelaku. Prinsip itu tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial.

Yang perlu diwaspadai ialah ketika konsep restorative justice dipelintir menjadi alat kekuasaan. Jangan sampai gagasan mulia itu dipakai untuk mencuci dosa para penguasa. Apakah nanti kita harus memaafkan Jokowi dan para koruptor atas nama perdamaian sosial? Apakah 280 juta rakyat Indonesia mesti diajak musyawarah untuk memberi maaf kepada mereka yang telah merusak negara?

Negara ini punya sistem hukum — tunduklah kepadanya. Jangan memanipulasi konsep keadilan hanya demi melindungi penguasa. Maka muncul pertanyaan mendasar: jika keadilan benar-benar ditegakkan, apa sanksi hukum dan moral yang pantas bagi Jokowi dan rombongannya — termasuk LBP dan kroni-kroninya — yang telah memperlakukan negara seperti milik pribadi?

Hukum yang adil seharusnya berdiri di atas tiga pilar: kepastian, kesetaraan, dan moralitas. Tapi di negeri ini, hukum sering hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Kita tak perlu menjadi ulama atau ahli syariah untuk memahami kebenaran. Cukup bersikap jujur, objektif, dan setia pada fakta sejarah. Namun selama budaya ewuh pakewuh masih dipertahankan, negeri ini akan tetap stagnan — baik politiknya, ekonominya, maupun hukumnya.

Barangkali kita akan mati satu per satu, bukan karena dendam kepada Jokowi, tapi karena lelah hidup dalam sistem yang tak kunjung berubah. Namun biarlah, mati dalam keikhlasan lebih terhormat daripada hidup dalam kepura-puraan. Sebab negeri ini bukan rusak oleh takdir, melainkan oleh budaya ewuh yang kita pelihara sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Ini Bukan Komunis, Bukan Khilafah — Tapi Meminjam dari Keduanya

Next Post

Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Ratusan TKA China Operasikan KCJB

JEBAKAN UTANG CHINA DI PROYEK KERETA CEPAT: KEPUTUSAN KONTROVERSIAL YANG BEBANI RAKYAT

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...