• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

JEBAKAN UTANG CHINA DI PROYEK KERETA CEPAT: KEPUTUSAN KONTROVERSIAL YANG BEBANI RAKYAT

fusilat by fusilat
October 14, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Ratusan TKA China Operasikan KCJB
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh : Malika Dwi Ana

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang kini dijuluki Whoosh, menjadi simbol ambisi infrastruktur era Jokowi. Namun, di balik kilau modernitasnya, proyek ini menyisakan luka fiskal dan tudingan jebakan utang ke China. Dengan Jepang menawarkan pinjaman lebih murah dan transparan, mengapa Jokowi—diduga atas desakan Luhut Binsar Pandjaitan—memilih China sebagai mitra? Keputusan ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga politik, yang kini membebani rakyat Indonesia dengan utang miliaran dolar dan risiko ketergantungan geopolitik.

Awal Mula: Jepang Kalah, China Menang

Pada 2015, Jepang melalui JICA menawarkan pinjaman US$5 miliar dengan bunga 0,1% per tahun dan tenor 40 tahun untuk KCJB—syarat yang jauh lebih ringan ketimbang China. Satu kelemahan: Jepang bersikeras pada skema government-to-government (G2G) dengan jaminan APBN. China, sebaliknya, menawarkan US$5,5 miliar dengan bunga 2% dan tenor 50 tahun, tetapi dengan skema business-to-business (B2B) yang “katanya” tak akan membebani anggaran negara.

Baca : https://fusilatnews.com/kereta-cepat-jakarta-bandung-biaya-tinggi-utang-membengkak-rugi-berulang-tapi-tak-juga-disetop/

Di sinilah peran Luhut muncul. Sebagai Menko Marves dan figur kunci dalam hubungan Indonesia-China, Luhut mendorong kerja sama dengan Beijing, yang tengah gencar mempromosikan Belt and Road Initiative (BRI). Oktober 2015 menjadi titik balik: setelah kunjungan ke China, Menteri BUMN Rini Soemarno mengumumkan China sebagai mitra, dengan Jokowi mengesahkannya melalui Perpres No. 107/2015. Alasan resmi? Skema B2B China dianggap “bebas APBN” dan lebih cepat. Tapi, benarkah ini keputusan murni bisnis, atau ada agenda politik di baliknya?

Janji Manis, Realitas Pahit

Jokowi berulang kali menegaskan KCJB tak akan membebani APBN. Pada peletakan batu pertama di Bandung, Januari 2016, ia memamerkan proyek ini sebagai karya “efisien” yang akan menggerakkan ekonomi. Namun, kenyataan berbicara lain. Biaya proyek membengkak dari US$6,07 miliar menjadi US$7,27 miliar akibat keterlambatan, pandemi, dan mismanagement. Pada 2021, Jokowi terpaksa menerbitkan Perpres No. 93/2021, menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp3,2 triliun dan menambah pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar US$542,7 juta.

Puncaknya, pada 2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan PMK No. 89/2023 untuk menjamin utang PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke CDB dengan APBN—langkah yang kontradiktif dengan janji Jokowi. KAI kini terjerat utang Rp6,9 triliun dengan cicilan bulanan Rp226 miliar selama 30 tahun, sementara Whoosh terus merugi. Pada 2025, Badan Pengelola Investasi Danantara bahkan mengusulkan restrukturisasi utang, sinyal bahwa proyek ini jauh dari kata sukses.

Luhut dan Bayang-Bayang China

Luhut, dengan koneksi kuat ke China, menjadi motor di balik keputusan ini. Ia kerap membela proyek ini, menepis tuduhan “jebakan utang” dan menyebut pinjaman China ini “produktif”. Namun, fakta berbicara sebaliknya. Bhima Yudhistira dari CELIOS menyoroti bahwa pinjaman China, meskipun fleksibel, jauh lebih mahal ketimbang Jepang, dengan risiko ketergantungan geopolitik yang tak bisa diabaikan. Publik ramai mengkritik Jokowi dan Luhut, membandingkan kasus ini dengan skandal 1MDB di Malaysia, di mana keputusan politik Najib Razak membebani rakyat dengan utang.

Mengapa China dipilih? Konon selain skema B2B, hubungan strategis Indonesia-China dalam BRI jadi faktor besar. China tak hanya menawarkan pinjaman, tapi juga janji investasi lain dan dukungan politik. Namun, keputusan ini mengorbankan keuangan jangka panjang Indonesia. Dengan 75% pembiayaan dari CDB, Indonesia kini terikat pada beban bunga dan cicilan yang menggerogoti BUMN dan, akhirnya, APBN.

Warisan Jokowi: Prestasi atau Bencana?

KCJB memang menghadirkan kereta cepat pertama di Indonesia, tapi dengan harga yang mahal—bukan hanya dalam dolar, tapi juga kepercayaan publik. Jokowi, dengan dorongan Luhut, mengesampingkan penawaran Jepang yang lebih hemat demi aliansi dengan China yang penuh risiko. Janji “tanpa APBN” terbukti kosong, dan rakyat kini menanggung beban utang miliaran dolar untuk proyek yang masih merugi.

Pertanyaannya: apakah ini sekadar blunder perencanaan, atau ada motif lain di balik keputusan ini? Publik berhak tahu mengapa Jokowi dan Luhut memilih jalan yang lebih berat, sementara generasi mendatang harus membayar harga dari ambisi yang salah arah ini. Proyek megah ini mungkin menjadi monumen infrastruktur, namun juga monumen kontroversi yang akan dikenang sebagai salah satu warisan paling bermasalah Jokowi.(MDA’s insight).

*Wukir Mahendra, 14102025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Next Post

Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk

Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk

Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...