• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk

fusilat by fusilat
October 14, 2025
in Economy, Feature
0
Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – “Dikatakan Purbaya, era SBY jauh lebih baik daripada era Jokowi.”
Kalimat itu mungkin terdengar seperti opini, tapi sejatinya bukan. Ia adalah kesimpulan logis yang dapat diverifikasi dari angka-angka kinerja ekonomi, tingkat kepuasan masyarakat, hingga indikator kesehatan bangsa.

Selama sepuluh tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi stabil di Asia. Inflasi terkendali di kisaran 4–5 persen, pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 6 persen, dan utang luar negeri relatif aman di bawah 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Cadangan devisa meningkat pesat, kemiskinan menurun, dan lapangan kerja bertambah. Di masa itu, rakyat mungkin mengeluh soal birokrasi, tapi mereka masih bisa merasakan arah pembangunan yang rasional dan stabil.

Sebaliknya, di era Joko Widodo, angka-angka itu memburuk secara sistemik. Pertumbuhan ekonomi terperangkap di kisaran 5 persen tanpa peningkatan signifikan selama dua periode kepemimpinannya. Inflasi sempat melonjak, terutama pada sektor pangan. Utang luar negeri menembus batas psikologis 40 persen dari PDB, sementara defisit anggaran makin melebar. Ketimpangan ekonomi juga kian terasa: segelintir konglomerat semakin kaya, sementara daya beli masyarakat terus menurun.

Bahkan dari sisi yang paling fundamental—kepuasan dan kesejahteraan rakyat—pemerintahan Jokowi menunjukkan kemerosotan nyata. Survei kepuasan publik yang dulu menjadi kebanggaan kini menurun seiring melonjaknya harga kebutuhan pokok, pengangguran terselubung, dan rasa ketidakadilan hukum yang kian nyata.

Yang lebih menyedihkan, pembangunan fisik yang diagungkan sebagai “prestasi” ternyata tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup rakyat. Jalan tol dan gedung megah di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak memberi arti bagi petani yang kesulitan pupuk, nelayan yang kalah oleh impor, atau buruh yang kehilangan pekerjaan karena pabrik tutup.

SBY mungkin bukan pemimpin sempurna, namun ia menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, dan ruang demokrasi. Sementara Jokowi, dalam ambisinya membangun fisik dan menyiapkan dinasti, justru mengorbankan pilar-pilar moral dan rasional negara. Ia membangun infrastruktur tanpa memperkuat fondasi manusia; mengutamakan citra di atas substansi.

Dari angka-angka ekonomi hingga kualitas kebijakan publik, dari penegakan hukum hingga ruang kebebasan berpendapat—semuanya menunjukkan tren kemunduran. Maka benar apa yang dikatakan Purbaya: era SBY jauh lebih baik daripada era Jokowi.

Dan itu bukan opini. Itu fakta yang bisa dihitung, dan lebih dari itu—bisa dirasakan oleh rakyat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JEBAKAN UTANG CHINA DI PROYEK KERETA CEPAT: KEPUTUSAN KONTROVERSIAL YANG BEBANI RAKYAT

Next Post

Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

UUD 1945 Diamandemen oleh Orang-Orang yang Tidak Mengerti Pancasila sebagai Ilmu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

UUD 1945 Diamandemen oleh Orang-Orang yang Tidak Mengerti Pancasila sebagai Ilmu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist