• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
October 14, 2025
in Feature
0
Ketika Erick Trump Bertemu dengan Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika pengusaha besar bertemu dengan pengusaha besar, yang terjadi biasanya sederhana: transaksi, kolaborasi, dan peluang keuntungan yang saling menguntungkan. Masing-masing membawa modal, koneksi, dan kepentingan ekonomi. Namun ketika seorang pengusaha besar bertemu dengan penguasa—apalagi dengan kuasa politik yang sangat besar—persoalan menjadi lain sama sekali. Di titik ini, keuntungan tak lagi sekadar persoalan bisnis, tapi bisa menjelma menjadi proyek strategis, kebijakan negara, bahkan arah diplomasi.

Pernyataan Prabowo Subianto bahwa ia ingin bertemu dengan Erick Trump—putra Donald Trump—menjadi menarik bukan karena siapa Erick itu, melainkan karena kepada siapa keinginan itu disampaikan: kepada Donald Trump sendiri, selaku Presiden Amerika Serikat yang juga seorang taipan global. Kalimat yang sekilas tampak ringan itu justru membuka jendela tentang bagaimana politik dan bisnis seringkali saling berkelindan dalam ruang kekuasaan.

Donald Trump dan keluarganya adalah simbol paling terang dari era politik yang dikendalikan oleh kepentingan ekonomi. Dalam keluarga Trump, bisnis dan kekuasaan berjalan seiring: gedung-gedung, merek dagang, hingga jaringan internasionalnya membentuk kekuatan yang sulit dipisahkan dari ambisi politik. Ketika Prabowo—seorang pengusaha sekaligus Menteri Pertahanan yang kini menjadi Presiden terpilih Indonesia—menyatakan minat bertemu dengan Erick Trump, maka percakapan ini tidak mungkin hanya berhenti di meja makan malam atau sekadar basa-basi diplomatik.

Pertemuan semacam ini menyimpan banyak lapisan makna. Di satu sisi, bisa jadi Prabowo tengah membuka jalur ekonomi baru bagi Indonesia. Trump Organization dikenal punya jaringan bisnis di sektor properti, energi, dan pariwisata—semuanya bidang yang sedang diburu oleh pemerintahan baru untuk menstimulasi investasi. Namun di sisi lain, langkah itu juga dapat dibaca sebagai upaya membangun aliansi ekonomi-politik baru yang lebih personal, di luar mekanisme diplomatik formal antarnegara.

Inilah wilayah abu-abu antara bisnis dan kekuasaan—sebuah zona di mana keputusan politik bisa bersetubuh langsung dengan keuntungan ekonomi pribadi maupun kelompok. Bila hubungan ini tidak dijaga dengan transparansi dan akuntabilitas, maka politik luar negeri akan mudah berubah menjadi alat ekspansi modal, bukan instrumen kedaulatan.

Prabowo, seperti halnya Trump, memahami betul bahasa bisnis. Ia lahir dan tumbuh di lingkungan yang akrab dengan modal besar, jaringan militer, dan logika pragmatis kekuasaan. Maka tak heran bila ide bertemu Erick Trump bukan sekadar nostalgia atau pencitraan, melainkan cerminan dari cara pandangnya terhadap diplomasi: bahwa hubungan antarnegara bisa dibuka lewat hubungan antarpelaku ekonomi besar.

Namun di sinilah tantangannya. Seorang presiden bukanlah broker investasi, melainkan penjaga kedaulatan dan keadilan sosial. Pertemuan antara pengusaha besar dan penguasa seharusnya melahirkan kebijakan yang mensejahterakan rakyat, bukan memperluas monopoli kekayaan. Karena sejarah telah berkali-kali menunjukkan, bila kekuasaan tunduk pada modal, maka rakyat hanya akan menjadi penonton di panggung besar yang mereka biayai sendiri lewat pajak dan tenaga.

Ketika pengusaha besar bertemu dengan pengusaha besar, itu mungkin berita ekonomi. Tapi ketika pengusaha besar bertemu dengan penguasa, itu adalah berita politik—dan bahkan bisa menjadi bab penting dalam sejarah sebuah bangsa. Pertanyaannya kini: apakah pertemuan Prabowo dengan Erick Trump kelak akan membuka jalan bagi investasi strategis bagi Indonesia, atau justru menandai bab baru kolaborasi antara modal global dan kekuasaan domestik yang hanya menguntungkan segelintir orang?

Sejarah akan menilai. Tapi satu hal pasti: di antara semua kemungkinan itu, yang paling penting bukan siapa yang bertemu, melainkan untuk siapa pertemuan itu diadakan. Bila tujuannya untuk rakyat, maka kekuasaan dan modal bisa menjadi mitra perubahan. Tapi bila untuk kepentingan pribadi, maka yang lahir bukan kemajuan, melainkan kolonialisme gaya baru—yang datang bukan lewat senjata, melainkan lewat kontrak dan kesepakatan di ruang tertutup.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Era Jokowi: Ketika Angka dan Rasa Sama-Sama Memburuk

Next Post

UUD 1945 Diamandemen oleh Orang-Orang yang Tidak Mengerti Pancasila sebagai Ilmu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
UUD 1945 Diamandemen oleh Orang-Orang yang Tidak Mengerti Pancasila sebagai Ilmu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

UUD 1945 Diamandemen oleh Orang-Orang yang Tidak Mengerti Pancasila sebagai Ilmu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Zalimnya Nadiem Makarim

Usai Diperiksa 10 Jam di Kejaksaan, Nadiem Makarim: “Alhamdulillah Berjalan Lancar, Insya Allah Kebenaran Akan Terungkap”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...