• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

NGAJI MASSAL USIR SIHIR

fusilat by fusilat
May 4, 2022
in Feature
0
NGAJI MASSAL USIR SIHIR

Ilustrasi jalur pendestrian di Malioboro, Yogyakarta. (Antara/Hendra Nurdiyansyah)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh : Malika D. Ana
Social Politik Ethnoscience Enthusiast

Belakangan viral video yang memperlihatkan sekumpulan orang yang mengaji bersama di jalan Malioboro, Yogyakarta menyebar di media sosial. Selain mengaji, sebagian lainnya juga berbaris sembari membaca shalawat. Gerakan mengaji bersama di trotoar ini juga sampai daerah-daerah lain di Indonesia. Peminatnya juga luar biasa. Tetapi seiring memviralnya video ngaji di trotoar ini, banyak pula hujatan dan nyinyiran netizen yang mempertanyakan ijin, lalu mempertanyakan tempat, kenapa sudah ada masjid kok pindah di jalanan dan seterusnya. Apalagi dihubung-hubungkan dengan politik. 

Semenjak kontestasi Pilkada dan Pilpres tidak ada lagi ruang untuk apolitik, semua peristiwa otomatis dikaitkan dengan politik. Halnya dengan fenomena ngaji di trotoar juga dikaitkan dengan salah satu parpol yang kebetulan berafiliasi ke Islam. Banyak yang menganalisa secara politik bahwa gerakan ngaji bersama ini bagian dari marketing politik PKS demi tujuan khilafahnya. Ya suka-suka mereka berprasangka. 

Tapi perlu mengingatkan bahwa sudah sering terjadi aksi massal seperti flashmob berupa aksi masal tarian atau nyanyian di public area dan disambut antusias oleh warga. Begitu juga banyak acara budaya seperti Karnaval yang digelar tiap Agustusan, parade budaya, parade mobil hias, juga kirab pusaka keraton tiap Sekaten. Kirab Budaya yang sebagian bermuatan Religius dan Spritual sepertinya juga tidak menjadi masalah, berbagai acara tradisi budaya dan agama di berbagai belahan dunia, tampaknya tidak pernah menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Contoh acara Ritual Mandi di Sungai Gangga, Perayaan Asyura oleh Syiah di Iran, acara arak-arakan ogoh-ogoh di Bali dan sebagainya.

Soal tempat mengaji, sudah ada masjid, musholla dan surau kenapa memilih trotoar? Yang disebut baitullah atau rumah Allah dalam makna yang lebih luas adalah seluruh hamparan bumi ini. Kanjeng Nabi pernah dhawuh bahwa setiap tempat di bumi ini adalah masjid(tempat sujud). Dan beliau selalu mencontohkan agar senantiasa menjaga kesucian dari hadast kecil dan besar(Daimul wudlu) karena orang-orang yang berhadast tidak bisa masuk ke masjid(tempat sujud). Jadi mau di trotoar atau dimanapun di bumi ini tidak menjadi masalah untuk melantunkan ayat-ayatNya. 

Jika ada pihak yang tidak nyaman dengan aksi seperti ini ya alangkah baiknya membuat tandingan aksi. Bukankah aksi sebaiknya diimbangi juga dengan aksi, opini juga dibalas dengan opini, bukan dengan melaporkan ke aparat. Itu baru namanya berdemokrasi. Jangan standar ganda. Merasa tidak nyaman dengan orang mengaji di trotoar ya boleh-boleh saja counter aksi dengan paduan suara lagu-lagu gereja misalnya, atau parade macapatan, pembacaan Sutasoma, dan paduan suara lagu-lagu kebangsaan, kan tambah asyik, hiburan murah bagi rakyat yang sudah lama stres hidupnya penuh dijejali masalah. 

Kebetulan juga rakyat Indonesia tergolong masyarakat yang agamis. Saat segala daya upaya sudah dilakukan untuk mengubah keadaan menemui jalan buntu dan berkabut, maka gerakan moral menuju vertikalitas transendental (Ketuhanan) diyakini bisa membreak-down kejumudan dan kebuntuan. Masyarakat meyakini kata-kata “Gusti Ora Sare,” Tuhan tidak tidur, mengindikasikan bahwa masyarakat kita bukanlah masyarakat sekuler, apalagi ateis. Mereka punya keyakinan jika semua ketidak adilan, pemiskinan, kejahatan dan pembodohan ini akan menemui fase akhir, yang menanam akan menuai, hukum tabur tuai. Apalagi kata tesis Baudillard, kita telah memasuki tahap realitas semu (hyper-reality) di era simulakra, dimana antara citra dan realita telah melebur sehingga publik tidak mampu membedakan mana isu fiktif, mana yang realita. Yang terjadi kemudian ya seperti hidup dalam kegelapan, melihat pun menjadi tidak terlalu jelas hingga membedakan mana kebenaran dan mana kepalsuan sangatlah tidak mudah di era ini.

Jalan terakhir jika sudah mentok, sudah jatuh bangun, sudah pada posisi dan situasi terhimpit oleh ketidak mampuan, maka jalan terakhir adalah mengadu pada Tuhan, Sang Maha Segalanya dan berdoa, memohon jalan terang petuntukNya. Dengan doa, mengaji, shalawat dan dzikir setidaknya membuahkan ketenangan batin di tengah carut marut politik, kehidupan hedonistic yang kemrungsung dan kapitalisme yang kering spiritualitas.  Kebuntuan nalar, spiritual mengakibatkan kegelapan, situasi ketiadaan cahaya, tiadanya pencerahan atau situasi dzulumat ilannur, yang berefek pada proses pembodohan dan pembohongan yang massif terstruktur yang mematikan nalar atau akal sehat. Kita dipaksa permisif terhadap tindak koruptif para pejabat negara, dipaksa tunduk pada kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan, dipaksa merelakan tanah-tanah ulayat warisan leluhurnya dirampas oligarki dan gerombolan orang kaya. Bagaimana kita terus-terusan disuruh ikhlas menerima ketidak adilan, pemiskinan dan pembodohan tak bertepi dan disuruh diam sumberdaya alamnya dikeruk habis-habisan. Hari demi hari kita dipaksa setuju berhutang kepada rentenir, dan menonton pertunjukan Ibu Pertiwi dilucuti. Langkah kita terkunci, bingung, lalu ngawur dan nabrak-nabrak membabi buta hingga hampir gila. Maka berusaha waras ditengah kegilaan itu sendiri adalah kegilaan. Saat benar-benar tidak berdaya, tiada yang bisa dimintai tolong ya balik ke pusat kesadaran, yakni Tuhan. 

Jika ingin menemukan rahasia alam semesta, berpikirlah dalam terminologi energi, frekuensi dan vibrasi. ~ Nicola Tesla
Mengacu pendapat diatas, seluruh bentuk dan substansi alam semesta merupakan energi yang memiliki vibrasi, bergetar dalam frekuensi tertentu. Bahkan sebenarnya semesta tak lebih dari energi kehidupan, begitu juga tubuh kita yang merupakan medan energi. Quark, pembentuk inti atom memiliki vibrasi begitu juga elektron dan partikel lainnya. Pikiran, emosi maupun seluruh komponen tubuh kita memiliki vibrasi, baju yang kita gunakan, meja, batu, rambut, kuku, keringat atau barang-barang yang pernah kita pakai pun memiliki vibrasinya sendiri. 

Mengaji, berdoa, atau bacaan-bacaan sholat, dzikir, bahkan adzan itu jika dilihat dari sudut pandang bunyi atau suara kira-kira hampir sama dengan membaca mantra. Semuanya mengandung vibrasi. Vibrasi ada karena ada nada, Tuhan Maha Tahu dan mengerti semua bahasa, bahkan tanpa diucapkan dengan suara pun Tuhan sudah mengerti. Karena kata hati atau suara hati itu sesungguhnya mengeluarkan vibrasi. Tapi tidak semua jenis suara atau nada mampu didengar oleh telinga manusia biasa. Baru dengan sadhana (laku spiritual untuk meningkatkan kesadaran ruhani, misal tirakat) orang bisa mendengar kata hati orang meskipun orang itu tidak mengeluarkan suara. Hal ini terjadi karena adanya getaran suara yang menimbulkan vibrasi. Sama dengan orang yang saling naksir dan jatuh cinta. Awalnya saling memandang, tanpa bersuara, vibrasi batinnya akan saling berbicara, dan klik. 

Dari sisi spiritual, bacaan ayat-ayat atau mengaji itu menimbulkan bunyi-bunyian dengung yang frekuensinya kurang lebih sama dengan frekuensi yang ditimbulkan oleh singing bowl. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, frekuensi merupakan jumlah getaran gelombang suara per detik atau jumlah getaran.
Suara orang mengaji, bacaan sholat, adzan, mantra, singing bowl atau kalo versi di gamelan Jawa pake bonang, kethuk kenong serta gong atau suara hooongg ahung dalam sembahyangnya penghayat keyakinan lokal bisa membuat sound healing melalui vibrasi suara yang dihasilkannya. Adalah sebuah metode yang efektif dan terbukti mampu mengurai stress, meningkatkan kesadaran dan menciptakan rasa damai dan sehat yang menyeluruh. ⁣Bahwa suara mampu memperbaiki setiap ketidakseimbangan pada fungsi fisiologis dan memainkan peran yang sangat positif dalam perawatan terhadap setiap gangguan medis.⁣ Yang mengaji maupun yang mendengarkan akan merasa lebih tenang dan lebih kreatif dalam tingkat kesadaran yang damai dan nyaman⁣.⁣Suara-suara diatas menghasilkan paduan resonansi yang dahsyat, selain mengurangi stress, bisa menyeimbangkan chakra, sinkronisasi energi tubuh serta memicu penyembuhan spontan dan untuk memperbaiki sirkulasi energi yang baik. Yang negatif-negatif, kuasa kegelapan, bencana alam(Cathastrophie), pandemi/pagebluk berkepanjangan, berbagai teluh, sihir kapitalis yang menyelimuti bangsa ini diharapkan ambyar seketika, digantikan energi yang positif. Yang jahat-jahat dan koruptif semoga akan digantikan dengan yang baik-baik. Kegelapan menjadi terang karena keberadaan cahaya, dari situasi dzulumat ilannur menuju cahaya, minadzulumat ilannur. Situasi yang disebut dengan habis gelap terbitlah terang. Dan Islam mengenal iconografi “Innama Amruhu Idza Arada Syaian An Yaqula Lahu Kun Fayakun, jika Dia berkehendak, maka jadilah!  (🥀mda) 

Demikianlah kurang lebihnya, kopi_kir sendirilah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KEWASPADAAN NASIONAL 2030 INDONESIA AKAN BUBAR .

Next Post

Menutup Bulan Suci Ramadhan Umat Islam Seluruh Dunia Sholat Ied al Fitri

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Next Post
Menutup Bulan Suci Ramadhan Umat Islam Seluruh Dunia Sholat Ied al Fitri

Menutup Bulan Suci Ramadhan Umat Islam Seluruh Dunia Sholat Ied al Fitri

Fitrah yang Membebaskan

Fitrah yang Membebaskan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...