• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

NGALALAKON

by
December 29, 2024
in Cross Cultural, Feature
0
NGALALAKON
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Banyak makna jika kita ingin mengupas istilah “ngalalakon”. Salah satunya ngalalakon adalah tradisi pemindahan pusat pemerintahan kasepuhan, yang merupakan bagian dari sistem kepercayaan budaya padi. Tradisi ini dilakukan dengan memindahkan permukiman ke titik nadir.

Ngalalakon merupakan tradisi yang wajib dijalankan dan memengaruhi budaya bermukim. Sebagai contoh, di Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, proses kepindahan warga masih berlangsung hingga saat ini. Warga bergotong royong dengan sukacita untuk memindahkan perabotan rumah tangga ke tempat yang baru.

Dalam pemahaman lain, ngalalakon, berasal dari kata lakon. Dari berbagai sumber, lakon adalah tokoh utama yang memiliki peranan penting dalam sebuah cerita. Dalam naskah, lakon memiliki karakter atau watak. Mengetahui jenis dan bentuk lakon penting untuk dipelajari jika tertarik dengan pentas seni seperti teater. Sebab keduanya merupakan unsur penting dalam seni teater.

Dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, istilah ngalalakon pun cukup menarik untuk dijadikan topik pembahasan. Sebut saja, seorang Ridwan Kamil, mantan Walikota Bandung, lalu dipercaya jadi Gubernur Jawa Barat dan akhirnya gagal menjadi Gubernur DKI Jskarta. Ngalalakonnya Kang Emil dalam kepolitikan di tanah air merupakan lakon khusus yang diarunginya.

Bagi Kang Emil, ngalalakon di dunia politik, tentu menjadi pengalaman penting dalam mengevaluasi diri sebagai aktor politik, yang penuh dengan romantika politik praktis ini. Keberhasilan dan kegagalan dalam mengejar ambisi politik adalah hal yang biasa. Hal ini, identik dengan pernyataan siap kalah dan siap menang dalam sebuah pertsrungan.

Politik adalah seni untuk memenangkan kekuasaan. Omong kosong, jika ada pemain politik yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak ingin berkuasa. Ketika Kang Emil diskenariokan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, tentu ada harapan besar bagi para arsitek politik yang ingin mendagangkan Ksng Emil kepada warga DKI Jskarta.

Menurut perhitungan politik ysng disampaiksn para pengamat politik sendiri, peluang Kang Emil untuk berkuasa kembali di Jawa Barat pada periode ke dua kalinya, sebetulnya lebih memungkinkan terpilih, ketimbang harus bertarung di DKI Jakarta yang jelas-jelas merupakan rimba belantara politik bagi seorang Kang Emil yang tidak terlalu mengenalinya.

Akibatnya wajar, bila jauh-jauh hari sebelum tanggal 27 Nopember 2024 tiba, banyak peramal politik yang berceloteh Kang Emil bakal terjungkal dalam pemilihan Gubernur DKI Jskarta. Itu sebabnya, akan lebih baik bila Kang Emil berkompetisi di Jawa Barat saja. Akan tetapi itulah politik. Akal sehat terkadang kalah oleh akal bulus. Itulah yang menimpa diri Kang Emil.

Ngalalakonnya Kang Emil dalam panggung politik, tentu akan menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang ingin berkompetisi untuk merebut kekuasaan dalam Pemerintahan sebuah bangsa. Jalan merebut kekuasaan ternyata sangat berbeda dengan hitungan matematik. Banyak faktor tsk terduga ysng mewarnai dan merecokannya.

Contoh lain dari proses ngalalakonnya seorang pejabat publik dapat kita amati kiprah seorang Gus Miftah, yang terpaksa harus lengser dari jabatannya, karena dihujat publik. Masyarakat menilai sebagai pejabat negara yang diberi ananah sebagai Utusan Khusus Presiden, tidak seharusnya mengumbar kata-kata kasar yang membuat sesana anaj bangsa jadi terhina.

Gus Miftah ternyata melakukannya. Walaupun dianggap sebagai candaan, namun rakyat tidak dapat menerimanya. Masyarakat ingin agar para pejabat negara di negeri ini dapat memberi suri tauladan dalam tutur kata dan perbuatan. Harapsn rakyat seperti ini, tentu sangat dipahami oleh Gus Miftah. Apa yang diucapkannya itu sudah menyimpang dari kepatutan sebagai pejabat publik.

Apa yang dialami Kang Emil dan Gus Miftah merupakan proses ngalalakonnya beberapa orang pejabat publik yang penuh dengan romantika dalan kehidupan politik. Apa yang terjadi menunjukan, dalam dunia politik, antara harapan dan kenyataan kerap kali berbeda. Ini sama saja dengan statemen politisi yang bicaranya membela rakyat, tapi faktanya malah menciderai hak rakyatnya sendiri.

Dalam dunia politik sendiri, tidak ada kata jera dalam perjuangan. Dalam bermain politik, merebut kekuasaan adalah sebuah kebutuhsn. Dimana pun di dunia ini, terlebih di sebuah bangsa yang menerapkan sistem demokrasi, tidak akan ada kekuasaan diberikan dengan gratis. Semua yang bakal dicspai, pasti ada harga yang mesti ditebus dan langkah untuk merebutnya

Politik memang mahal. Tebusannya, bukan hanya dengan saweran, namun yang lebih penting lagi adalah nilai moral dalam kehidupan. Politik bukan hanya sekedar merebut kekuasaan, tapi yang lebih utama lagi adalah apakah setelah berkuasa akan mampu mempertanggungjawabkan kekuasaan yang digenggamnya itu dengan penuh kehormatan ?

Akhirnya penting diingatkan, politik adalah bagian integral dari ngalalakon nya seseorang dalam pdntas pembangunan. Dirinya akan disorot oleh ratusan juta anak bangsa. Hati-hatilah dalam berwacana dan berperilaku. Sekali saja keliru, terlalu mahal untuk membayarnya. Yang “ngalalakon” itu, sejatinya adalah orang yang jadi “boga lalakonnya”. Ingat ! (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Prabowo Temui Para Ketum Partai di Kertanegara, Klaim Bahas Agenda Rutin

Next Post

Tradisi Menyambut Tahu Baru di Jepang “Akemashite Omedetou Gozaimasu!”

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Tradisi Menyambut Tahu Baru di Jepang “Akemashite Omedetou Gozaimasu!”

Tradisi Menyambut Tahu Baru di Jepang "Akemashite Omedetou Gozaimasu!"

Bang Toni Ardie, Pejuang Aktivis Era Orde Baru, Meninggal Dunia

Bang Toni Ardie, Pejuang Aktivis Era Orde Baru, Meninggal Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...