Kita harus menuntut pemimpin yang memiliki visi yang jelas, pemimpin yang memiliki keberanian untuk bertindak, dan pemimpin yang mampu membuat keputusan yang sulit demi kebaikan negara ini.
Terdengar seperti langkah yang konvensional, bukan? Gibran Rakabuming Raka, wakil presiden terpilih, telah menyatakan bahwa ia akan meminta masukan dari para senior dan tokoh, termasuk Megawati Soekarnoputri, untuk menyusun kabinet di era kepemimpinan Prabowo-Gibran. Ini mungkin terdengar seperti sebuah langkah yang bijak, sebuah tindakan yang menunjukkan keterbukaan dan kesediaan untuk mendengarkan berbagai pandangan.
Namun, apakah kita harus sebenarnya terkesan oleh keputusan ini? Seharusnya tidak. Sebagai pemimpin terpilih, seharusnya Prabowo~Gibran memiliki visi, gagasan, dan pemahaman yang kuat tentang arah yang ingin diambil oleh negara ini kedepan. Seharusnya, dia memiliki keyakinan dan kepercayaan diri untuk membuat keputusan yang tepat dan menentukan arah yang sesuai untuk negara ini.
Jadi, mengapa dia meminta masukan dari pihak lain? Apakah ini menandakan bahwa dia sendiri bingung atau tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan? Ataukah ini hanya sebuah tindakan politik, sebuah upaya untuk menarik simpati dan dukungan dari berbagai pihak?
Sementara itu, ada Prabowo Subianto, presiden terpilih yang sesungguhnya. Dia, dengan tegas dan tanpa ragu, telah menyampaikan janji-janji sosial kepada rakyat. Dia telah memberikan komitmen untuk melanjutkan program-program Jokowi dan perubahan yang nyata dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan dia, sejatinya, memiliki keyakinan yang cukup kuat tentang apa yang harus dilakukan.
Maka, sejatinya pula, bukankah Prabowo adalah orang yang paling tahu apa yang harus dilakukan ke depan? Bukankah dia adalah orang yang paling mampu untuk menentukan siapa yang harus menjadi bagian dari timnya? Bukankah memilih menteri adalah hak prerogatifnya?
Dalam konteks ini, keputusan Gibran untuk meminta masukan dari Megawati dan para senior lainnya mungkin terlihat tidak lebih dari sekadar upaya politik. Mungkin itu adalah cara baginya untuk menunjukkan bahwa dia terbuka dan inklusif. Tetapi, apakah ini benar-benar mencerminkan kepemimpinan yang kuat dan keyakinan yang diperlukan untuk membawa negara ini maju?
Kita harus waspada terhadap politik yang terlalu konvensional dan rutin. Kita harus menuntut pemimpin yang memiliki visi yang jelas, pemimpin yang memiliki keberanian untuk bertindak, dan pemimpin yang mampu membuat keputusan yang sulit demi kebaikan negara ini.
Itulah yang sebenarnya dibutuhkan oleh negara kita saat ini.
























