• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Nickel untuk China, Racun Tercemar untuk Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
June 5, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
LBP: Golkar Seperti Sedang Jual Diri ke Mana-mana
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kala langit di Sulawesi tenggara menghitam lebih cepat dari biasanya, warga desa terduduk di ambang rumah mereka, memandangi debu pekat yang menggulung dari arah bukit yang dulu hijau. Ekskavator berdansa tanpa henti di atas luka bumi, mengeruk lapisan demi lapisan tanah kaya nikel. Di bawah kaki mereka, Indonesia menyimpan cadangan nikel terbesar di dunia—sebuah anugerah yang berubah jadi kutukan ketika tanah, air, dan udara menjadi korban dari ambisi tambang yang tak bertepi.

Pemerintah menyebutnya sebagai hilirisasi industri, jargon ekonomi yang digembar-gemborkan sebagai jalan menuju kemajuan. Namun di balik retorika itu, jejak kehancuran terbentang: hutan tropis yang lenyap, sungai-sungai keruh beracun, dan komunitas adat yang terusir dari tanah leluhurnya. Di Morowali, Konawe Utara, Halmahera hingga Weda Bay, suara-suara protes kalah oleh deru mesin dan tamparan politik konsesi.

Yang lebih menyakitkan: hampir seluruh hasil bumi ini mengalir ke satu arah—Tiongkok. Negara yang menjelma raksasa industri kendaraan listrik itu memborong nikel Indonesia untuk mengisi kebutuhan baterai electric vehicle mereka. Sementara China menikmati mobil bebas emisi, desa-desa Indonesia tenggelam dalam lumpur limbah dan udara yang membuat anak-anak batuk sepanjang malam.

Sejak pelarangan ekspor bijih mentah pada 2020, Indonesia berupaya mengolah nikel di dalam negeri. Namun sebagian besar smelter dibangun dan dikendalikan oleh investor Tiongkok. Mereka membawa teknologi, tenaga kerja asing, dan sistem kerja yang sering tak transparan. Pemerintah berdalih ini investasi, padahal di lapangan, banyak warga lokal hanya kebagian sebagai buruh kasar dengan upah minim, tanpa jaminan kesehatan atau keselamatan kerja.

Kerusakan ekologisnya tak main-main. Di Konawe Utara, pencemaran air akibat tailing tambang menyebabkan hasil panen merosot tajam. Sungai-sungai yang dulunya jernih berubah kemerahan, menandakan tingginya kadar logam berat. Di Halmahera, nelayan mengeluh hasil tangkapan menurun drastis akibat sedimentasi laut dari limbah nikel yang dibuang sembarangan.

Ironisnya, negara seolah menjadi makelar proyek tambang ini. Alih-alih melindungi lingkungan dan rakyatnya, pemerintah pusat dan daerah justru berlomba menggelar karpet merah untuk investor nikel, bahkan mengabaikan amdal dan suara masyarakat adat. Regulasi dipermudah, pengawasan longgar, dan ketika bencana datang, pemerintah sibuk menyalahkan cuaca ekstrem.

Tak ada yang menentang masa depan energi bersih. Dunia memang butuh baterai, kendaraan listrik, dan sumber energi baru. Tapi apakah harus dengan mengorbankan paru-paru hutan Indonesia dan kesehatan jutaan rakyatnya?

Kita tak sedang menyongsong kemajuan, tapi menyiapkan kuburan perlahan—bagi ekosistem, peradaban lokal, dan generasi mendatang. Nikel memang menyilaukan, tapi di balik kilaunya, tersimpan luka dalam: luka yang tak akan pernah disembuhkan oleh pertumbuhan ekonomi atau angka investasi asing.

Ini bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini adalah cermin ketimpangan global: bagaimana negara berkembang seperti Indonesia kembali menjadi lumbung bahan mentah bagi negara industri, tanpa kontrol atas masa depannya sendiri.

Nickel untuk China. Racun tercemar untuk bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa yang Dirahasiakan Prabowo Kepada Megawati?

Next Post

Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Next Post
Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan

Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan

Raja Ampat Dirusak Nikelnisasi – 500 HA Hutan Dibuka Untuk Pertambangan Nikel

Nickel for China, Poison for the People

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih
News

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 30, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Rasa penasaran publik itu terjawab sudah. Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang juga sahabat Prabowo Subianto,...

Read more
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

June 24, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

June 30, 2026

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist