**Oleh Abd. Murhan, R.SE.
Di usia ke-79, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) layaknya sebuah kendaraan yang siap pakai, dengan kunci kontak di tangan Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Perayaan kemerdekaan kali ini menjadi momentum refleksi dan harapan akan masa depan bangsa di bawah kepemimpinan baru.
Perjuangan Prabowo Subianto: Dari Cawapres hingga Capres
Perjuangan Prabowo Subianto untuk mencapai kursi presiden tidaklah singkat. Mulai dari menjadi calon wakil presiden (cawapres) bersama capres, hingga menjadi capres berpasangan dengan Hatta Rajasa, Sandiaga Uno, dan Gibran Rakabuming pada tahun 2024, perjalanan politiknya mencerminkan keteguhan dan ambisi. Setelah melalui berbagai pemilu dan persaingan yang ketat selama 15 tahun, Prabowo akhirnya terpilih sebagai presiden pada 2024.
Pembuktian dan Keterbatasan Dalam Pemilihan
Dalam beberapa pemilihan sebelumnya, banyak calon yang tidak lagi mencalonkan diri karena merasa peluang mereka sudah habis. Di antara mereka adalah Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, dan Jusuf Kalla. Sementara H. Susilo Bambang Yudhoyono dan H. Joko Widodo juga mengalami berbagai tantangan, terutama terkait sengketa pemilu. Namun, Jokowi dan Prabowo adalah dua tokoh yang terus bertahan hingga pemilihan terakhir.
Tantangan dan Harapan Baru
Ada pertanyaan besar mengenai perjuangan Prabowo Subianto yang tampaknya tidak terhambat oleh masalah finansial. Kekuatan politik dan finansial yang dimilikinya memungkinkan ia untuk terus berjuang hingga mencapai impian menjadi presiden. Dengan potensi alam yang melimpah dan populasi yang besar, NKRI diharapkan dapat diolah untuk kemaslahatan bangsa.
Di usia ke-79, NKRI sudah memiliki infrastruktur yang memadai, seperti kendaraan yang siap di jalan. Kini, yang diperlukan adalah penggunaan “kunci kontak” yang tepat untuk membawa bangsa menuju kesejahteraan dan kemakmuran, sesuai dengan cita-cita UUD 1945 dan Pancasila.
Menyikapi Masalah Ekonomi dan Sosial
Salah satu tantangan terbesar adalah mengatasi beban hidup rakyat. Dengan hampir 75% penduduk berada di garis kesusahan, pemerintah diharapkan dapat menurunkan harga kebutuhan primer dan sekunder. Pemikiran ini penting untuk memastikan bahwa rakyat, terutama yang berada di garis kemiskinan, dapat hidup lebih baik.
Pemerintah perlu mengkaji ulang harga-harga penting seperti sembako, BBM, dan biaya layanan publik lainnya. Jika harga-harga tersebut dapat dikendalikan, negara tidak akan mengalami kebangkrutan dan akan mampu menjaga kesejahteraan rakyat. Solusi ini juga penting untuk memastikan bahwa pendapatan rakyat dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan perayaan kemerdekaan yang ke-79, diharapkan pemerintah yang baru dapat menghadapi tantangan dan memimpin bangsa dengan baik. Jika harga-harga sandang pangan dan biaya hidup dapat diturunkan, rakyat akan memiliki kesempatan untuk menabung dan menikmati kehidupan yang lebih baik.
Pemerintahan yang jujur dan efektif akan membawa NKRI menuju kemajuan yang lebih besar, meskipun pemimpin negara akan berubah seiring waktu. Yang terpenting adalah memastikan kesejahteraan rakyat dan memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk kepentingan bangsa.
Semoga Presiden H. Prabowo Subianto, di ibu kota negara yang baru di Penajem Passer, Kalimantan Timur, dapat membawa NKRI menuju masa depan yang lebih sejahtera dan makmur.























