• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

NTP Naik, Tapi Petani Masih Tertinggal

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 28, 2025
in Economy, Feature
0
Darurat Regenerasi Petani: Siapa yang Akan Menanam Pangan Kita?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2025 sebesar 124,36, naik 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 123,57.
Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah komoditas unggulan.

Namun, apakah angka itu benar-benar mencerminkan meningkatnya kesejahteraan petani?


Memahami Apa Itu NTP

Secara sederhana, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dari hasil penjualan produk pertanian dengan indeks harga yang dibayar petani untuk kebutuhan produksi dan konsumsi.
Dengan kata lain, NTP mengukur daya beli petani — seberapa besar hasil jerih payah mereka mampu menutup biaya hidup dan produksi.

NTP dibentuk dari dua komponen utama:

  1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) — harga yang diterima dari hasil penjualan komoditas seperti padi, jagung, dan lainnya.

  2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) — harga yang harus dibayar untuk pupuk, pestisida, benih, hingga kebutuhan pokok rumah tangga.

Interpretasinya sederhana:

  • NTP > 100 → petani surplus, pendapatan lebih besar dari pengeluaran.

  • NTP = 100 → petani impas, daya beli stabil.

  • NTP < 100 → petani defisit, kesejahteraan menurun.

Dengan angka 124,36, petani tampak memiliki daya beli yang baik — pendapatan mereka 24,36% lebih tinggi dari pengeluaran. Sekilas, ini menggambarkan kondisi pertanian yang kuat dan menjanjikan. Tetapi, benarkah demikian?


Antara Angka dan Realitas

NTP hanyalah satu sisi dari koin kesejahteraan petani. Angka yang tampak menjanjikan di atas kertas belum tentu sejalan dengan realitas di lapangan.
Ada beberapa alasan mengapa kenaikan NTP belum tentu berarti petani makin sejahtera:

  1. Cakupan Terbatas.
    NTP hanya menghitung aspek ekonomi berupa harga, padahal kesejahteraan petani juga ditentukan oleh akses terhadap kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.

  2. Harga yang Fluktuatif.
    NTP sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas. Kenaikan harga gabah misalnya, bisa mendongkrak NTP sementara, tanpa diiringi peningkatan pendapatan riil petani.

  3. Ketimpangan Regional.
    NTP rata-rata nasional sering menutupi kenyataan bahwa petani di daerah tertentu justru merugi akibat biaya produksi yang tinggi dan infrastruktur pertanian yang buruk.

  4. Keterbatasan Data.
    Ketepatan data NTP sering kali dipengaruhi oleh keterlambatan pembaruan dan kurangnya integrasi dengan data sosial-ekonomi petani.


Menyempurnakan Ukuran Kesejahteraan Petani

Jika pemerintah benar-benar ingin menjadikan NTP sebagai barometer kesejahteraan, NTP perlu disempurnakan dan diperluas cakupannya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengembangkan indikator kesejahteraan yang lebih komprehensif.
    Tidak cukup hanya membandingkan harga, tetapi juga memperhitungkan pendapatan bersih, biaya hidup, dan kondisi sosial-ekonomi petani.

  • Mempertimbangkan sumber penghidupan lain.
    Banyak petani memiliki pekerjaan sampingan, lahan sempit, atau usaha non-pertanian. Semua itu harus masuk dalam penghitungan kesejahteraan.

  • Menggunakan data yang lebih akurat dan terkini.
    Basis data sosial ekonomi petani perlu diperkuat agar kebijakan tidak hanya berbasis pada rata-rata nasional yang menyesatkan.

  • Menggabungkan NTP dengan indikator lain.
    Misalnya, data kemiskinan pedesaan, pengeluaran rumah tangga, dan gini rasio. Kombinasi ini akan memberikan gambaran lebih utuh tentang kesejahteraan petani.


Menutup Catatan: Antara Statistik dan Nurani

Kenaikan NTP boleh saja menjadi kabar baik bagi pemerintah, namun tidak serta-merta menjadi kabar gembira bagi petani.
Di tengah gempuran harga pupuk, lahan yang makin sempit, dan pendapatan yang musiman, banyak petani masih hidup dalam ketidakpastian.

Sudah saatnya pemerintah tidak berhenti pada statistik, tetapi juga menajamkan nurani kebijakan.
Karena kesejahteraan petani bukan hanya soal angka di tabel BPS, melainkan tentang martabat mereka yang memberi makan negeri ini.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hendardi : Gelar Pahlawan Soeharto Khianati Reformasi 1998 dan Bertentangan dengan Hukum

Next Post

Alasan Jokowi yang Tak Masuk Akal: Watak Pendusta yang Tak Pernah Berhenti

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun
Economy

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo
Economy

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Next Post
Dasar Berfikir Jokowi Salah Mindset – Yang Rugi Rakyat – Yang Rusak Negara

Alasan Jokowi yang Tak Masuk Akal: Watak Pendusta yang Tak Pernah Berhenti

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...