• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara

fusilat by fusilat
October 28, 2025
in Economy, Feature
0
Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Khairul Mahalli
Ketua LKN Asta Cita Rempah Nusantara

Indonesia, negeri kepulauan yang kaya akan budaya, agama, dan keindahan alam, sejak lama dikenal dunia sebagai tanah kelahiran rempah-rempah terbaik. Sejarah mencatat bagaimana bangsa-bangsa besar rela menempuh samudra demi mencapainya. Jepang dan Belanda datang bukan karena ingin berwisata tropis, tetapi untuk merebut satu harta berharga: rempah Nusantara.

Rempah-rempah menjadi nadi ekonomi dunia di masa lampau. Nilainya begitu tinggi hingga mampu membiayai armada perang negara-negara penjajah. Cengkeh, pala, kayu manis, dan lada tak sekadar bumbu dapur; ia simbol kekuasaan dan kemakmuran. Di Eropa hingga Amerika, harga rempah kala itu setara dengan emas. Di tanah air sendiri, rempah telah lama menjadi sumber penghidupan sekaligus warisan pengetahuan, dari dapur hingga pengobatan herbal yang terus lestari.

Dari Spices Island ke Bayang-Bayang Negara Lain

Selama berabad-abad, Nusantara dikenal sebagai The Spices Islands of the World. Rempah menjadi komoditas unggulan ekspor, bahan baku industri jamu, kosmetika, pangan, dan minuman. Namun, sejak awal abad ke-19, pamor itu perlahan meredup. Negara-negara produsen baru seperti Vietnam, Brasil, Sri Lanka, dan Madagaskar muncul dengan strategi budidaya dan pengelolaan yang lebih modern. Mereka tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan produk setengah jadi dan barang jadi dengan merek yang kuat.

Sementara itu, Indonesia masih berkutat pada pengiriman produk primer tanpa nilai tambah berarti. Padahal, potensi pasar rempah dunia tidak pernah surut. Data UNCOMTRADE menunjukkan, rempah seperti lada, kayu manis, pala, cengkeh, dan vanila masih menjadi komoditas utama ekspor Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi justru datang dari cengkeh, vanila, dan pala. Namun daya saing Indonesia, diukur dari Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA), masih tertinggal dibandingkan Madagaskar dan Vietnam.

Di pasar global, posisi ekspor rempah Indonesia justru melambat. Negara pesaing seperti Madagaskar berhasil menjadi rising star, sementara Indonesia masuk kategori lost opportunity. Ini sinyal serius: potensi besar tak berarti apa-apa jika tak diiringi inovasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Peluang di Tengah Tantangan Global

China kini menjadi mitra dagang utama Indonesia, disusul India dan Jepang. Namun ekspor kita masih didominasi oleh migas, hasil tambang, dan produk hutan. Sektor pertanian, termasuk rempah, belum mendapat porsi perhatian sepadan. Padahal, kontribusi rempah terhadap ekonomi nasional dapat menjadi salah satu pilar green economy yang berkelanjutan dan berorientasi ekspor.

Tantangan terbesar dunia usaha adalah bagaimana mengubah paradigma rempah dari sekadar komoditas menjadi nilai budaya, ekonomi, dan diplomasi. Harmonisasi regulasi, akses permodalan, serta industrialisasi berbasis riset menjadi kunci. Rempah Indonesia tak boleh berhenti sebagai bahan mentah ekspor, melainkan harus naik kelas menjadi produk olahan bernilai tinggi—minyak atsiri, ekstrak, hingga produk kesehatan dan kecantikan alami.

Jalan Menuju “Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”

LKN Asta Cita Rempah Nusantara berkeyakinan bahwa kebangkitan rempah bukan nostalgia, melainkan visi masa depan. Ada tiga langkah utama untuk membangun kembali kejayaan itu:

  1. Menjadikan rempah sebagai nilai, bukan sekadar komoditas.
    Ini berarti mengangkat rempah ke dalam rantai nilai global sebagai simbol kualitas, keberlanjutan, dan keunikan Nusantara.
  2. Menguatkan hilirisasi.
    Dari bumbu makanan dan minuman, hingga bahan baku industri farmasi, kosmetik, dan pewarna alami, rempah Indonesia harus diolah menjadi produk jadi beridentitas nasional.
  3. Mendorong ekspor berbasis produk olahan.
    Peluang bisnis rempah lokal perlu dibuka luas agar pelaku usaha kecil, koperasi, dan petani mendapat posisi yang adil dalam rantai distribusi global.

Membangkitkan kembali kejayaan rempah adalah upaya memulihkan martabat ekonomi bangsa. Rempah bukan sekadar aroma masa lalu, melainkan jembatan menuju masa depan: masa ketika Indonesia bukan hanya dikenal sebagai “negara penghasil rempah,” tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pengelolaan rempah dunia.

Sudah waktunya Nusantara kembali harum—bukan hanya di dapur dunia, tetapi juga di panggung ekonomi global.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Alasan Jokowi yang Tak Masuk Akal: Watak Pendusta yang Tak Pernah Berhenti

Next Post

Jokowi Mengelabui Lagi Soal Freeport

fusilat

fusilat

Related Posts

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun
Economy

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo
Economy

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Next Post
Presiden Bahas Revisi PP Nomor 96 Tahun 2021 Tentang Minerba Bersama Sejumlah Menteri

Jokowi Mengelabui Lagi Soal Freeport

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Muda, tapi Tak Merdeka: Kaesang dan PSI di Era Politik Dinasti

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...