• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Muda, tapi Tak Merdeka: Kaesang dan PSI di Era Politik Dinasti

Ali Syarief by Ali Syarief
October 28, 2025
in Feature, Politik
0
Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sumpah Pemuda selalu dirayakan dengan gegap gempita, tetapi semakin sering kita mendengarnya, semakin terasa hampa maknanya. Hari yang seharusnya menjadi refleksi tentang idealisme dan cita-cita kebangsaan kini terjebak dalam seremoni tahunan tanpa jiwa. Sebab di tengah hingar-bingar retorika tentang “peran generasi muda,” kita menyaksikan kenyataan getir: politik anak muda di Indonesia sedang kehilangan arah. Wajah-wajah muda muncul di panggung kekuasaan, tetapi semangat pembaruan yang seharusnya mereka bawa justru digantikan oleh ambisi pribadi dan kepentingan keluarga.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah contoh paling terang dari paradoks itu. Didirikan dengan semangat muda, anti-korupsi, dan anti-dinasti, partai ini seharusnya menjadi simbol regenerasi politik yang sejati. Namun, idealisme itu pudar ketika partai yang dulu mengaku mewakili suara generasi baru justru menyerahkan nahkoda kepada Kaesang Pangarep—anak Presiden Joko Widodo. Keputusan itu bukan hanya ironis, tapi juga mencerminkan betapa dangkalnya komitmen terhadap nilai-nilai yang mereka gembar-gemborkan. PSI kini lebih tampak sebagai laboratorium pencitraan kekuasaan ketimbang wadah perjuangan ide.

Kaesang bukanlah persoalan individu. Ia adalah simbol dari krisis representasi pemuda di politik Indonesia. Usianya muda, gayanya santai, bahasanya akrab di media sosial. Namun di balik itu semua, sulit menemukan gagasan besar yang ia perjuangkan. Tak ada visi tentang arah bangsa, tak ada rumusan ide tentang masa depan generasi muda. Ia hadir bukan karena perjuangan intelektual atau kerja politik yang panjang, melainkan karena nama belakangnya. Dalam sistem yang masih dikuasai patronase, darah lebih berharga daripada gagasan.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kekuasaan bertransformasi secara halus. Jika dulu dinasti politik bekerja dengan cara mempertahankan jabatan lewat keluarga, kini mereka membungkusnya dengan wajah-wajah muda agar tampak modern dan inklusif. PSI adalah contoh sempurna dari bagaimana idealisme muda bisa direduksi menjadi alat legitimasi kekuasaan lama. Partai ini menjual narasi “muda dan progresif,” padahal yang terjadi hanyalah perpanjangan tangan dari politik lama dalam kemasan baru.

Krisis ini berbahaya, karena ia melahirkan generasi pemuda yang sinis terhadap politik. Mereka melihat bagaimana politik tidak lagi menjadi ruang gagasan, melainkan arena pewarisan kekuasaan. Mereka menyaksikan bagaimana yang muda dipilih bukan karena kemampuan berpikir, tetapi karena kemampuannya mendukung status quo. Dalam situasi seperti itu, sulit bagi anak muda yang benar-benar idealis untuk percaya bahwa politik masih bisa menjadi alat perubahan.

Padahal, makna sejati dari Sumpah Pemuda adalah keberanian untuk melawan arus. Para pemuda 1928 tidak tunduk pada patronase kolonial atau kepentingan golongan; mereka justru melampaui batas-batas itu demi cita bersama bernama Indonesia. Bandingkan dengan hari ini, ketika banyak anak muda justru bersembunyi di balik kenyamanan koneksi kekuasaan. Mereka berbicara tentang nasionalisme, tapi takut berbeda pendapat. Mereka mengaku ingin membangun bangsa, tapi sibuk menjaga posisi dalam lingkaran kekuasaan.

PSI dan Kaesang seharusnya menjadi pelopor pembaruan, bukan pelengkap dinasti. Mereka memiliki kesempatan untuk mematahkan pola lama, tetapi memilih untuk menjadi bagian dari permainan itu. Dalam lanskap politik seperti ini, kata “muda” kehilangan artinya. Ia tidak lagi berarti pembaruan, melainkan sekadar kosmetika untuk menutupi busuknya politik lama yang dibungkus gaya kekinian.

Kita tidak kekurangan anak muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Yang kita kekurangan adalah ruang politik yang memberi mereka tempat tanpa harus bertekuk lutut pada patron-patron kekuasaan. Sumpah Pemuda, jika masih ingin dimaknai, seharusnya menjadi panggilan untuk membebaskan politik dari jerat dinasti, bukan memperindahnya dengan wajah muda yang jinak. Sebab generasi muda yang sejati bukanlah mereka yang lahir dari darah kekuasaan, tetapi mereka yang berani menantangnya demi kebenaran.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Mengelabui Lagi Soal Freeport

Next Post

Sumpah Antikorupsi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Sumpah Antikorupsi

JENDERAL BESAR SOEHARTO SUDAH SEHARUSNYA DIBERI GELAR PAHLAWAN

JENDERAL BESAR SOEHARTO SUDAH SEHARUSNYA DIBERI GELAR PAHLAWAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist