• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi Mengelabui Lagi Soal Freeport

Mitos Saham Freeport di Era Jokowi: Membeli Bayangan Rio Tinto

Ali Syarief by Ali Syarief
October 28, 2025
in Crime, Feature
0
Presiden Bahas Revisi PP Nomor 96 Tahun 2021 Tentang Minerba Bersama Sejumlah Menteri

Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.(Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pemerintah menepuk dada: Indonesia akhirnya menguasai 51 persen saham Freeport. Istana bersorak, media digiring, narasi kedaulatan digelontorkan. Jokowi tampil di depan kamera dengan nada heroik—seolah bangsa ini baru saja merebut tambang emasnya dari tangan kolonial. Tapi di balik tepuk tangan itu, ada kabut yang menutupi satu fakta sederhana: yang dibeli bukan Freeport, melainkan bayangannya—Rio Tinto.


Skenario Lama dengan Wajah Baru

Sebelum 2018, struktur kepemilikan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat timpang. Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX) menguasai 90,64 persen, sedangkan pemerintah Indonesia—melalui PT Indocopper Investama—hanya memiliki 9,36 persen. Dalam diam, sejak 1995, Rio Tinto masuk lewat pintu belakang: bukan sebagai pemegang saham, melainkan pemegang Participation Interest sebesar 40 persen. Mereka berhak atas bagian keuntungan setelah level produksi tertentu, tanpa memiliki satu lembar saham pun. Sebuah perjanjian yang disebut Participation Agreement, tapi nilainya lebih besar dari sekadar surat kontrak.

Ketika pemerintah mengumumkan “pengambilalihan saham Freeport” pada 2018, publik disuguhi judul besar tanpa catatan kaki. Padahal, menurut dokumen resmi Freeport-McMoRan Annual Report 2018, kesepakatan itu melibatkan tiga pihak: FCX, Rio Tinto, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum, kini MIND ID). Inalum membayar US$3,85 miliar untuk membeli:

  1. Seluruh hak partisipasi Rio Tinto, dan
  2. Saham Indocopper Investama yang sebelumnya dimiliki FCX.

Dengan transaksi itu, Indonesia memang memperoleh 51,23 persen saham PTFI. Namun, Freeport tetap menjadi operator tambang hingga 2041. Seperti ditulis dalam laporan Freeport-McMoRan:

“Following the divestment, FCX retains control and continues as operator of the Grasberg mining district.”

Artinya jelas: kendali tetap di tangan Freeport.


Kedaulatan yang Dibiayai Utang

Direktur Utama Inalum saat itu, Budi Gunadi Sadikin, menyebut transaksi tersebut sebagai “langkah monumental untuk kedaulatan sumber daya.” Tapi publik jarang tahu bahwa pembelian itu bukan menggunakan dana APBN, melainkan dibiayai dengan utang sindikasi internasional dari 11 bank asing dan domestik. Inalum berutang lebih dari Rp55 triliun untuk membayar hak partisipasi yang sebelumnya bahkan bukan saham.

Dengan kata lain, rakyat Indonesia membayar mahal untuk “hak mengaku mayoritas,” tapi tetap tidak memegang kendali penuh atas tambang. Dalam bahasa ekonomi, ini disebut financial leverage. Dalam bahasa politik, ini disebut pencitraan.


Freeport Tetap Mengatur, Kita Tetap Menonton

Setelah dusta yang dibungkus nasionalisme itu disahkan dengan upacara dan konferensi pers, Freeport tetap duduk di kursi operator. Mereka yang menentukan arah produksi, investasi, dan teknologi. Pemerintah hanya duduk di sisi kepemilikan, menunggu laporan dividen.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR pada 2022, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengakui, “Kegiatan operasional tetap dijalankan oleh Freeport-McMoRan melalui struktur manajemen yang sudah ada.” Sebuah pengakuan yang jarang disorot media arus utama, karena mengganggu narasi “kedaulatan tambang.”


Antara Ilusi dan Kebanggaan

Kini, ketika Jokowi menyinggung keberhasilan “mengembalikan Freeport ke pangkuan Ibu Pertiwi,” sejarah mencatat bahwa yang dikembalikan bukan tambang, melainkan citra. Kedaulatan yang dipoles lewat angka kepemilikan, tapi dikosongkan dari kendali operasional.

Kita memang punya nama di akta, tapi tidak di ruang kontrol.
Kita punya saham di atas kertas, tapi bukan di bawah tanah.

Inilah transaksi paling mahal dalam sejarah politik pencitraan Indonesia—di mana utang dipoles menjadi prestasi, dan ilusi dijual sebagai kedaulatan.

Sebuah deal yang mungkin akan dikenang bukan karena keberaniannya, tapi karena kepandaiannya menipu persepsi rakyat sendiri.

Berikut penjelasan singkat dan kronologinya:

  1. Sebelum 2018, struktur kepemilikan PT Freeport Indonesia adalah:

    • Freeport-McMoRan (AS): 90,64%

    • Pemerintah Indonesia (melalui PT Indocopper Investama): 9,36%

  2. Rio Tinto sebenarnya tidak memiliki saham langsung di PTFI, tetapi punya Participation Interest (PI) sebesar 40% berdasarkan Joint Venture Agreement dengan Freeport sejak 1995. Artinya, Rio Tinto berhak atas 40% produksi (dan keuntungannya) setelah level produksi tertentu terpenuhi.

  3. Kesepakatan 2018:
    Untuk membuat Indonesia menjadi pemegang mayoritas, MIND ID (dulu Inalum) membeli:

    • Seluruh Participation Interest milik Rio Tinto, dan

    • Saham PT Indocopper Investama milik Freeport-McMoRan.

  4. Nilai total transaksi: sekitar US$3,85 miliar (sekitar Rp55 triliun waktu itu).
    Setelah akuisisi ini, kepemilikan berubah menjadi:

    • MIND ID (Indonesia): 51,23%

    • Freeport-McMoRan: 48,76%

Jadi, yang dibeli bukan “Freeport” secara langsung, melainkan hak partisipasi Rio Tinto plus sebagian saham Freeport-McMoRan di PTFI.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara

Next Post

Muda, tapi Tak Merdeka: Kaesang dan PSI di Era Politik Dinasti

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Muda, tapi Tak Merdeka: Kaesang dan PSI di Era Politik Dinasti

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Sumpah Antikorupsi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist