Jakarta-Fusilatnews.— Pro dan Kontra mengenai kebijakan sekolah mulai jam 05.00 dini hari, yang dikeluarkan Gubernur NTT, Viktor Bangtilu Laiskodat, semakin menyeruak. Gubernur Viktor Laiskodat menjelaskan, kebiasaan bangun lebih pagi akan membangun disiplin dan membentuk etos kerja.
Dihari pertama diterapkannya jam sekolah tersebut, murid-murid hanya hadir sekitar 7 orang, karena pada datang umumnya kesiangan. Sementara keluhan orang tua, banyak disampaikan soal keamanan dalam perjalanan dan transportasi.
Kepala Dinas Pendidikan setempat sebut untuk latih kedisiplinan. Viktor juga tak memungkiri kebijakan itu akan menimbulkan pro kontra. Namun, kata Viktor, kebijakan itu penting untuk kemajuan sistem pendidikan di NTT. Dirinya pun secara tegas akan menerapkan kebijakan tersebut.
Kepala Dinas: Ini untuk Latih Kedisiplinan Anak-anak NTT “Semua dari sistem dan dengan uang (APBD) yang cukup itu, mereka (siswa-siswi) disiapkan dengan baik. Tidak ada perubahan di dunia ini yang tidak ada pro dan kontra, tidak ada,” kata Viktor.
Ombudsman banjir keluhan Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Nusa Tenggara Timur (NTT) Darius Beda Daton mengaku menerima banyak keluhan soal kebijakan itu. Dirinya meminta Guberbur Viktor mempertimbangkan kembali soal kebijakan itu. Darius mengatakan, sejak siang hingga malam, sejumlah keluhan diterimanya dari berbagai pihak.
“Hemat saya, konsep ini perlu dimatangkan dinas dan disosialisasikan,” kata dia. Selain itu, Darius juga mempertanyakan urgensi dari kebijakan tersebut. Lalu soal keamanan anak-anak ketika berangkat ke sekolah dan ketersediaan angkutan kota di jam tersebut. “Apa kira-kira urgensinya masuk sekolah jam 05.00 pagi,” ujar dia. Kepala Dinas Pendidikan: Melatih kedisiplinan Lihat Foto Ilustrasi siswa SMA(KOMPAS/A HANDOKO) Seperti diberitakan sebelumnya, dalam video yang beredar tampak Viktor didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi.
Menurut Linus Lusi, kebijakan tersebut tujuannya melatih para murid lebih disiplin. Linus pun meminta para orangtua murid dan juga masyarakat mendukung kebijakan itu. “Ini untuk melatih kedisiplinan anak-anak NTT,” katanya.





















