• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Opini Legal: KPK Hanya Menjalankan Order dari Eks Petinggi Usang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 24, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
KPK Didesak Buka Parpol Penerima Dana Asing Secara Transparan

Foto Istimewah

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Kebijakan Hukum dan Politik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya masih memiliki daya taring, namun terbatas pada kasus baru yang relatif bebas dari hambatan politik atau kasus dengan alat bukti yang kuat. Sayangnya, KPK kini lebih sering dipersepsikan bekerja berdasarkan “pesanan” daripada menjalankan fungsinya sebagai lembaga super body. Status super body yang dulu melekat kini perlahan memudar, tergantikan oleh stigma politisasi dalam proses hukum yang mereka jalankan.

KPK dan “Orderan Politik”

Salah satu indikasi bahwa KPK tak lagi independen adalah pola kerjanya yang sering kali terlihat hanya menindaklanjuti “pesanan”. Contoh paling nyata adalah penetapan Hasto Kristiyanto (HK) sebagai tersangka. Penetapan ini terkesan prematur dan tidak didukung bukti kuat, sehingga lebih terlihat sebagai upaya memuaskan pihak tertentu atau memenuhi kepentingan politik pihak yang sedang berkuasa. Bisa jadi, langkah ini merupakan bagian dari balas jasa atau strategi politik untuk melemahkan kekuatan lawan.

Ada dugaan bahwa penetapan HK sebagai tersangka hanyalah alat untuk mendorongnya mundur dari kepengurusan PDIP menjelang kongres partai. Tujuan akhirnya adalah melemahkan soliditas partai dan menciptakan perpecahan di internal. Namun, langkah ini menghadapi hambatan besar, mengingat HK didukung penuh oleh sosok Megawati Soekarnoputri, yang kini mulai bersikap pragmatis dengan mendekat ke Prabowo Subianto. Dengan begitu, penanganan kasus ini tampaknya tidak akan berujung pada bukti hukum yang kuat, melainkan hanya menjadi sandiwara hukum untuk mengaburkan objektivitas.

KPK dan Keterbatasan Hukum

Baru-baru ini, KPK menggeledah rumah seorang mantan petinggi PPP dan menyebut sebagian uang suap yang diterima Wahyu Setiawan berasal dari HK. Namun, hingga kini KPK belum merinci nominal atau bukti konkret. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius: apa yang sebenarnya dikorupsi, berapa besar kerugian negara, dan di mana bukti transaksi yang menguatkan tuduhan tersebut?

Dalam sistem hukum yang berlaku, pengakuan seorang saksi tidak dapat dijadikan satu-satunya alat bukti. Lebih jauh lagi, saksi harus memberikan keterangan di hadapan hakim dalam persidangan, bukan sekadar pernyataan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Bahkan, pengakuan melalui percakapan digital seperti telepon atau pesan singkat tidak cukup, kecuali ada bukti transaksi digital yang sahih. Ironisnya, Harun Masiku (HM), yang disebut sebagai perantara, hingga kini belum dapat dihadirkan. Bagaimana mungkin membuktikan keterlibatan HK tanpa kehadiran HM sebagai saksi kunci?

Kesimpulan

Melihat pola ini, penulis berpendapat bahwa penanganan kasus HK oleh KPK terkesan dipaksakan dan sarat muatan politis. Jika KPK terus melayani pesanan pihak tertentu, hal ini hanya akan merusak kredibilitasnya sebagai lembaga penegak hukum. KPK harus mandiri, profesional, proporsional, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Tanpa itu, KPK akan terus dipersepsikan sebagai alat politik, bukan lembaga independen yang bekerja untuk kepentingan bangsa.

Penulis:

  1. Eks Ketua 1 GNPK (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi)
  2. Pakar Peran Serta Masyarakat dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“PE-ER” BULOG MENYERAP 3 JUTA TON BERAS

Next Post

Menyusun Harmoni Kerja Sama: Faktor Penentu Sinergi dalam Kolaborasi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Menyusun Harmoni Kerja Sama: Faktor Penentu Sinergi dalam Kolaborasi

Menyusun Harmoni Kerja Sama: Faktor Penentu Sinergi dalam Kolaborasi

Polisi ini Peras Bos Prodia Rp 20 Miliar, Wilson Lalengke: “Dia Nabung buat Beli Pangkat Jenderal”

Polisi ini Peras Bos Prodia Rp 20 Miliar, Wilson Lalengke: "Dia Nabung buat Beli Pangkat Jenderal"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...