• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

“PE-ER” BULOG MENYERAP 3 JUTA TON BERAS

by
January 24, 2025
in Economy, Feature
0
Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

CNBC Indonesia merilis, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menugaskan Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton beras pada periode Januari hingga April 2025. Penugasan ini dilakukan untuk menguatkan ketersediaan beras nasional dengan mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP), sekaligus juga untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Penugasan Pemerintah kepada Perum Bulog, sebetulnya merupakan pekerjaan yang sangat mulia, walaupum untuk menyerap gabah petani sebesar 3 juta ton, tidak segampang anak-anak kecil bermain ‘hom pim pah alaihim gambreng’. Dalam kondisi produksi beras yang menurun, sehingga banyak pihak menyebut Indonesia tengah menghadapi “darurat beras”, menyerap gabah petani 3 juta ton butuh perjuangan yang cukup serius.

Jujur kita akui, dalam beberapa tahun terakhir, produksi beras secara nasional mengalami penurunan angka cukup signifikan. Ini terjadi, karena ada berbagai persoalan memalukan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kejahatan kerah putih yang melibatkan secara langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, benar-benar sangat menyinggung pejuang pertanian, yang saat itu sedang semangat-semangatnya menggenjot produksi.

Jadi, mana mungkin produksi beras akan meningkat setinggi-tingginya menuju swasembada, kalau Menteri yang bertanggungjawab untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertaniannya tersangkut praktek korupsi dan gratifikasi. Faktanya, betul sekali produksi beras nasional tahun 2024 ternyata lebih rendah dibandingkan dengan produksi tahun 2023.

Pemerintah sendiri terlihat masih sopan. Pemerintah tidak pernah menjadikan praktek kejahatan kerah putih sebagai biang kerok anjloknya produksi beras. Pemerintah malah menuding biang keladi turunnya produksi beras lebih disebabkan oleh adanya sergapan El Nino, yang membuat petani mengalami gagal panen. Pemerintah sendiri meramalkan gagal panen padi ini, membuat kehilangan beras sebesar 380 ribu ton hingga 1,2 juta ton.

Menjawab hal demikian, senetulnya Pemerintah cukup jujur untuk mengakui afanya berbagai faktor penyebab utama anjloknya produksi beras. Diawali oleh belum tersedianya benih padi yang unggul dan lemahnya tata kelola perbenihan nasional. Lalu, kurangnya jumlah pupuk bersubsidi yang dibutuhlan para petani, sehingga setiap musim tanam tiba, petani selalu mengeluhkan kelangkaan pupuk.
Sejanjutnya problem infrastruktur pertanian, khususnya irigasi yang tidak optimal. Di banyak daerah irigasi pada rusak dan kurang mendapat pemeliharaan yang layak dan memadai. Jumlah petugas Penyuluh Pertanian yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Antara jumlah Penyuluh Pertanian dengan jumlah desa yang ada, masih menunjukkan ketimpangan cukup tinggi.

Tak kalah penting untuk disampaikan, berlangsungnya alih fungsi lahan pertanian pangan produktif menjafi non pertanian, terutama untuk kebutuhan infrastruktur dasar pembangunan dan kebutuhan pemukiman/perumahan rakyat, secara membabi-buta, tentu saja muncul menjadi dilema pembangunan pertanian yang mesti dijawab dengan cerdas.

Masalahnya lebih rumit lagi, setelah alih kepemilikan lahan petani menjadi milik orang-orang yang profesi kesehariannya bukan petani, kini mulai marak terjadi di banyak daerah sentra produksi padi. Padahal, untuk menjaga dan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian, Pemerintah telah melahirkan regulasi setingkat Undang Undang yang berusaha melakukan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (UU No. 41/2009).

Ya inilah Indonesia. Banyak hal yang butuh penataan lebih lanjut. Terlalu banyak petinggi negeri yang sulit membuat satu antara tutur kata dan perbuatan. Bahkan beberapa keb8jakan yang dilahirkan sering bersifat ‘tojai’ah’. Coba tengok Program Bantuan Langsung Beras bagi 22 juta rumah tangga penerima manfaat dengan program diversifikasi pangan. Betul-betul terekam sangat tojai’ah.

Catatan kritisnya, mengapa harus beras yang diberikan ? Mengapa bukan pangan ? Bukankah akan lebih keren bila bantuan langsung yang diberikan itu, sesuai dengan kebiasaan masyarakat kesehariannya ? Yang budaya pangannya mengkonsumsi sagu atau umbi-umbian, yang jangan diberi beras. Begitu pun yang biasa mengkonsumsi jagung, ya berikan jagung.

Gambaran semacam ini memperlihatkan kepada kita, jika kebijakan seperti ini terus dilakukan, dijamin 100 %, program diversifikasi pangan hanya akan tampil sebagai pelipur lara bagi mereka yang telah berjuang untuk meragamkan pola makan masyarakat. Kecanduan rakyat terhadap beras akan terus berlangsung terus menerus.

Akibatnya wajar, jika setiap Pemerintahan yang tengah manggung dan diberi ananah rakyat untuk membangun bangsa dan negara, selalu “ketakutan” kekurangan beras. Hal ini lumrah terjadi, karena sebagai komoditas politis dan strategis, beras harus tersedia sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau masyarakat. Urusan beras terkait dengan nyawa dan kehidupan anak bangsa.

Penugasan Pemerintah kepada Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton beras dalam musim panen kali ini, betul-betul cukup menantang. Bukan saja, kini produksi beras secara nasional sedang anjlok, namun kemampuan untuk menghasilkan gabah berkualitas baik pun terganggu oleh iklim dan cuaca yang kurang bersahabat dengan dunia pertanian.

Panen raya ditengah iklim ekstrim, merupakan kendala serius, yang tidak mudah dicarikan jalan keluarnya. Pengalaman disergap El Nino misalnya, membuat Pemerintah seperti yang kebakaran jenggot dan tak berkutik menghadapinya. Lebih-lebih sergapan ini berbarengan dengan terjadinya kemarau panjang. Solusinya, lagi-lagi kita harus impor. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aguan dan Arsin

Next Post

Opini Legal: KPK Hanya Menjalankan Order dari Eks Petinggi Usang

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
KPK Didesak Buka Parpol Penerima Dana Asing Secara Transparan

Opini Legal: KPK Hanya Menjalankan Order dari Eks Petinggi Usang

Menyusun Harmoni Kerja Sama: Faktor Penentu Sinergi dalam Kolaborasi

Menyusun Harmoni Kerja Sama: Faktor Penentu Sinergi dalam Kolaborasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...