• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pak Sjafrie – Indonesia Tak Mengenal Oposisi

Ali Syarief by Ali Syarief
February 3, 2026
in Feature, Politik
0
Siapa yang Dimaksud Tokoh Oposisi Itu?
Share on FacebookShare on Twitter

Istilah oposisi kembali diproduksi secara serampangan. Kali ini datang dari pernyataan Menteri Pertahanan Syafrie Sjamsoeddin yang menyebut Presiden memanggil sejumlah tokoh oposisi. Diksi itu terdengar akrab di telinga publik, tetapi keliru secara konseptual. Kekeliruan yang bukan sekadar soal bahasa, melainkan soal ketidakpahaman terhadap sistem politik yang kita anut.

Oposisi adalah konsep yang lahir dan tumbuh dalam sistem parlementer. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif bergantung langsung pada dukungan parlemen. Partai atau koalisi partai yang kalah dalam pembentukan pemerintahan otomatis berada di luar kekuasaan dan berfungsi sebagai oposisi: mengawasi, mengkritik, bahkan menjatuhkan pemerintah melalui mekanisme mosi tidak percaya.

Indonesia tidak menganut sistem itu. Sejak reformasi, konstitusi menegaskan pilihan pada sistem presidensial. Presiden dipilih langsung oleh rakyat dan memiliki mandat elektoral yang berdiri sendiri, terpisah dari konfigurasi kekuatan di parlemen. Dalam sistem ini, oposisi—dalam pengertian formal—tidak dikenal.

Mengapa? Karena dalam praktik presidensial Indonesia, jumlah suara partai-partai di DPR—jika digabungkan—tidak pernah melampaui legitimasi elektoral presiden. Presiden bukan produk parlemen, sehingga tidak bisa “dijatuhkan” oleh parlemen. Bahkan ketika mayoritas DPR berseberangan, presiden tetap menjabat sampai akhir masa tugasnya. Di sinilah letak hak veto politik presiden: kekuasaan eksekutif tidak bergantung pada restu parlemen.

Maka, menyebut tokoh-tokoh di luar pemerintahan sebagai oposisi adalah penyederhanaan yang menyesatkan. Yang ada hanyalah partai pendukung pemerintah dan partai non-pemerintah. Tidak lebih. Tidak ada oposisi institusional sebagaimana dikenal dalam sistem parlementer Inggris atau negara-negara Eropa Barat.

Pernyataan Menteri Pertahanan itu menunjukkan kegagalan membedakan kritik politik dengan oposisi sistemik. Kritik terhadap pemerintah—bahkan yang paling keras sekalipun—tidak otomatis menjadikan seseorang atau kelompok sebagai oposisi. Dalam sistem presidensial, kritik adalah bagian dari kebebasan sipil, bukan posisi kekuasaan.

Lebih problematis lagi, penggunaan diksi oposisi sering kali dipakai untuk membingkai kritik sebagai ancaman. Seolah-olah mereka yang tidak berada dalam lingkar kekuasaan adalah pihak yang harus “dipanggil”, “dirangkul”, atau bahkan “dijinakkan”. Ini bukan logika demokrasi, melainkan refleks kekuasaan yang alergi terhadap perbedaan.

Demokrasi presidensial tidak membutuhkan oposisi formal, tetapi membutuhkan kontrol publik yang sehat. Ketika semua partai dirangkul ke dalam kekuasaan, yang tersisa hanyalah pemerintahan tanpa pengawas efektif. Parlemen berubah menjadi stempel, dan kritik diperlakukan sebagai gangguan.

Masalahnya bukan pada siapa yang dipanggil presiden, melainkan pada cara negara memahami sistemnya sendiri. Jika elite politik masih keliru membedakan oposisi parlementer dengan kritik dalam sistem presidensial, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar istilah, melainkan kualitas demokrasi itu sendiri.

Dan sampai hari ini, tampaknya, kita masih tidak faham oposisi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Oposisi yang Dipanggil Istana: Dialog atau Penjinakan?

Next Post

KEDAULATAN YANG TAK PERNAH PINDAH

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post

KEDAULATAN YANG TAK PERNAH PINDAH

Menyelamatkan Pasar Modal, melalui Penegakan Supremasi dan Kepastian Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...