“Kita tetap menjaga nilai, values, harkat dan martabat kita. Tapi kita harus berpijak pada realisme politik itu sendiri,” kata Paloh.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam acara di Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Jakarta Selatan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan banggah pamer gaya berpolitik Nasdem karena mampu mendukung calon presiden (capres) yang tidak diterima oleh pemerintah, tetapi sekaligus tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam Pilpres 2024, Nasdem mendukung Anies Baswedan. Nasdem tak menarik menterinya dari kabinet Jokowi ketika mendukung Anies.
“Sejarah mencatat, ada ilustrasi, katakanlah fleksibilitas partai dalam menguraikan dan menawarkan ide-ide, termasuk gagasan mencalonkan calon presiden yang barangkali dalam tanda kutip tidak diterima oleh pemerintah yang dulu,” ujar Paloh , Kamis (2/5/2024).
“Dia tetap berdiri tegak konsisten sampai selesai, tapi sisi lain dia juga konsisten menyatakan dukungan kepada pemerintah, dia upayakan seoptimal mungkin untuk dapat diberikan sebagai partai dengan konsisten memberikan dukungan,” sambungnya.
Paloh menjelaskan, itulah yang yang menjadi gaya komunikasi politik Nasdem. Ketika mereka kalah pun, kata dia, Nasdem tetap memberikan ucapan selamat kepada sang pemenang.
Paloh menegaskan, Nasdem juga tidak meminta-minta sesuatu ketika bergabung ke barisan pemenang.
“Kita tetap menjaga nilai, values, harkat dan martabat kita. Tapi kita harus berpijak pada realisme politik itu sendiri,” kata Paloh.
Sementara itu, Paloh kembali menekankan bahwa pihaknya tetap mendukung Jokowi sampai akhir jabatannya pada Oktober 2024 ini.
Menurutnya, Nasdem memang sudah berkomitmen memberi dukungan di pemerintahan Jokowi.
“Untuk itulah, dengan selesainya pemilihan umum yang telah kita lalui dari barisan pemerintah yang mendukung Presiden Jokowi dan berkomitmen untuk tetap mendukung sampai akhir jabatannya, yang tinggal berapa bulan lagi,” imbuhnya.

























