• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Palu Syuriah Jatuh pada 00.45 – Yahya Staqup Dipecat

fusilat by fusilat
November 27, 2025
in Feature, Komunitas
0
Gus Yahya Ajukan Izin Tambang NU Butuh Apapun yang Penting Halal
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Surat edaran itu keluar seperti denting lonceng malam: singkat, presisi, dan tak menyisakan ruang tafsir. Terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf resmi tidak lagi berstatus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Konsekuensinya tegas: tak ada lagi wewenang, hak, atribut, maupun fasilitas yang melekat pada jabatan tertinggi organisasi tersebut.

Dokumen yang beredar sehari sebelumnya, Selasa 25 November 2025, ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir, dan Katib Aam, Ahmad Tajul Mafakhir. Isinya bukan sekadar pengumuman administratif, melainkan mandat organisasi: PBNU harus segera menggelar rapat pleno untuk membahas pemberhentian dan pergantian fungsionaris, serta memastikan transisi kepemimpinan berjalan dalam mekanisme peraturan perkumpulan.

Kronologi Tiga Hari yang Menentukan

Akar keputusan itu tertancap pada Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU 20 November 2025 di Hotel Aston City, Jakarta, yang dipimpin KH Miftachul Akhyar. Dari total 53 anggota harian Syuriah, 37 hadir, forum kuorum, debat mengeras.

Rapat memutuskan melakukan penilaian atas serangkaian isu:

  1. AKN NU mengundang narasumber yang dinilai punya tautan ke jejaring Zionisme internasional. Syuriah memandang langkah ini melanggar nilai Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah dan bertentangan dengan Qanun Asasi NU.
  2. Pelaksanaan AKN dengan narasumber serupa di tengah kecaman global terhadap Israel dan tragedi genosida dianggap memenuhi Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU No.13/2025 tentang pemberhentian tidak dengan hormat karena mencemarkan nama baik perkumpulan.
  3. Tata kelola keuangan PBNU dinilai mengindikasikan pelanggaran hukum syara’ dan regulasi internal, berisiko membahayakan status badan hukum NU.

Gelombang kritik itu mengerucut pada satu diktum moral: Gus Yahya diminta mengundurkan diri dalam 3 hari. Jika tidak, ia diberhentikan. Tiga hari berlalu. Tidak ada surat pengunduran diri yang masuk ke meja Rais Aam. Maka putusan butir 5(b) dijalankan: pemberhentian langsung.

Keputusan Syuriah Lebih Tinggi dari Polemik

Dalam teks surat edaran 25 November, dicantumkan juga rujukan silang ke Peraturan Perkumpulan NU No.10/2025 (Rapat) dan No.13/2025 (Pemberhentian Fungsionaris), diperkuat Pedoman Pemberhentian Pengurus No. 01/X/2023. Dengan fondasi regulasi itu, PBNU tidak memosisikan keputusan ini sebagai kudeta, melainkan risalah resmi yang mengikat secara AD/ART.

Selama kekosongan jabatan, kepemimpinan PBNU berada di tangan Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi NU. Ketua PBNU Umarsyah dan jajaran pusat dan daerah diimbau tetap tenang, menunggu pleno, dan tidak terprovokasi.

Sebelum Palu Itu, Ada Charles Taylor

Empat hari sebelum Gus Yahya kehilangan kursinya, Charles Holland Taylor—penasihat khusus urusan internasional Ketum PBNU—lebih dulu kehilangan mandatnya, 22 November 2025, lewat SE 4780/PB.23/11/2025. Rais Aam mencabut tanda tangan pada SK pengangkatannya, dengan alasan dugaan afiliasi ke jejaring yang berpotensi mencederai posisi politik luar negeri PBNU. Keputusan itu disebut jajaran PBNU bersifat final.

Respons Gus Yahya: “Saya Tak Membela Israel, Saya Membela Palestina.”

Gus Yahya, saat di Surabaya 22–23 November 2025, menolak narasi yang menyandingkan dirinya sebagai pro-Israel. Ia mengingatkan rekam jejaknya: bertolak ke Israel 2018, bertemu Netanyahu, dan di setiap forum menyatakan datang demi Palestina secara terang-terangan.

Ia juga menggugat logika serangan saat ini: jika isu itu masalah, ia tak akan terpilih di Muktamar 2021, sebab PWNU dan cabang-cabang telah mengetahui kunjungannya ke Israel dan tetap memilihnya.

Tapi syuriah membaca bukan rekam jejak lama itu—melainkan konteks hari ini, ketika AKN NU dipandang menyimpang, dan keuangan organisasi dinilai berisiko. Dalam politik organisasi, sejarah adalah catatan kaki; risalah rapat adalah palu hakimnya.

Epilog

Gus Yahya pulang dari panggung keulamaan Suriah tahun lalu dengan kontroversi, tapi tahun ini ia pulang dari kursi Ketum PBNU lewat mekanisme internal. Tidak dramatis di jalan. Drama itu terjadi di ruang rapat: ketika PBNU menutup kalimatnya sendiri pada surat edaran—terhitung pukul 00.45 WIB, bukan sedetik lebih cepat, bukan sedetik lebih lambat.

Karena di NU, legitimasi bukan soal siapa paling lantang berbicara. Tetapi siapa yang masih diakui ketika jarum jam berhenti dibacakan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yusuf Mansur dan Industri Keajaiban yang Menelan Korban

Next Post

Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

fusilat

fusilat

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

Saat NU Terbakar Batubara

Saat NU Terbakar Batubara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist