• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Yusuf Mansur dan Industri Keajaiban yang Menelan Korban

Ali Syarief by Ali Syarief
November 27, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh – “Menggugat Yusuf Mansur” –  Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan –
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di setiap panggung, Yusuf Mansur bicara tentang keajaiban rezeki. Di luar panggung, korban bicara tentang uang yang raib. Yang ajaib di sini bukan doanya, melainkan jemaahnya—yang tetap memuja ketika bukti kerugian bertumpuk di meja pengadilan. Mereka bukan kekurangan dalil. Mereka kekurangan kemauan untuk melihat korban.

Di Indonesia, ada fenomena yang lebih ajaib dari kisah 1001 malam: pengikut yang memuja tokoh berakhlak bisnis meragukan, bukan karena ajaran agamanya, melainkan karena mereka enggan menatap korban yang berteriak di depan mata. Yusuf Mansur, sang dai yang memadukan retorika doa dengan grafik keuntungan investasi, menemukan pasar dakwah yang subur pada mereka yang meyakini iman bekerja layaknya bunga bank: ditaruh sedikit, kembali berlipat-lipat.

Pasarnya bukan kaum santri, bukan pula kaum pengaji kitab. Pasarnya adalah massa pengajian instan—menelan dalil secepat menelan kapsul vitamin; berharap kaya sebelum paham mana riba, mana muamalah, mana tipu daya. Kekaguman itu tidak lahir dari kecintaan pada ilmu, melainkan dari ketergantungan pada harapan: kalau dia bisa bikin saya kaya, dia pasti wali Allah.

Di sinilah pangkal kekeliruan itu berdiri. Mereka yang memujanya bukan sedang memuliakan dakwah—mereka sedang memuliakan jalan pintas. Islam, dengan seluruh bangunan akhlaknya, tidak pernah mengenal konsep kemakmuran dengan sponsor doa. Islam menuntut kerja, amanah, ilmu, dan yang paling berat: kejujuran dalam muamalah. Tapi di forum-forum jemaah Yusuf Mansur, kejujuran justru terlihat sebagai gangguan. Korban yang mengaku tertipu oleh skema investasinya dicap lemah iman, kurang doa, kurang ikhlas, atau kurang ngaji versi sang dai.

Padahal, yang kurang ngaji di sini justru para pembelanya.

Sebagian orang menimba ilmu dari Al-Qur’an. Sebagian lagi menimba ‘wahyu’ dari WhatsApp grup investasi. Ketika nama Yusuf Mansur disebut, para pengkaji agama mungkin mengernyit: ini dakwah, atau proposal? Tetapi para jemaahnya, dengan senyum pasrah yang sulit dibedakan dari hipnosis kolektif, bertepuk tangan. Mereka tidak terganggu oleh laporan-laporan hukum yang menjerat ulah bisnis dai ini. Mereka tidak terusik oleh gugatan korban yang merasa kehilangan uang, kepercayaan, dan harga diri. Mata mereka buta bukan karena gelap—melainkan karena silau.

Silau oleh citra. Silau oleh jargon. Silau oleh sugesti ‘keajaiban sedekah’ yang terus diputar seperti iklan cashback.

Yang berhadapan dengan hukum bukan hanya sebuah nama, tetapi pola. Pola akhlak yang culas dalam muamalah, yang oleh para jemaahnya justru dipuja sebagai medan ujian iman. Ironisnya, ketika Islam berbicara tentang ujian, yang dimaksud adalah ujian ketaatan kepada Allah, bukan ujian mempertahankan orang yang bermasalah di pengadilan.

Jemaah ini buta. Tapi bukan buta aksara. Mereka buta empati—kehilangan kemampuan paling dasar seorang Muslim: merasakan kezaliman yang menimpa saudaranya. Korban-korban yang mengaku menjadi mangsa investasi sang dai tidak dipandang sebagai bukti realitas, melainkan aib yang harus disembunyikan. Mereka melihat uang hilang sebagai cobaan spiritual; bukan sebagai kemungkinan tindak penipuan.

Inilah tragedi dakwah modern: para pengikut bukan tidak melihat realita—mereka memilih untuk tidak mau melihatnya. Karena jika mereka mengaku tertipu, maka runtuhlah satu-satunya alasan mereka bertahan di lingkaran ini: mitos bahwa Yusuf Mansur adalah perantara rezeki.

Umat yang paham Islam mengukur dai dari akhlaknya. Dari amanahnya. Dari rekam jejak muamalahnya. Dari keberpihakannya pada korban, bukan pada kekuasaan mimbar. Tetapi umat di barisan jemaah ini mengukurnya dari hal yang tak pernah diajarkan Islam: janji return, piutang surga yang bisa dibeli, dan testimoni kekayaan.

Islam bukan ilmu yang ditelan. Islam adalah ilmu yang dicerna. Tapi jemaah Yusuf Mansur telah lama berhenti mencerna. Mereka menelan semuanya: dari motivasi, investasi, sampai pembenaran tanpa reserve.

Di negeri ini, seseorang bisa merugi dan tetap memuja yang merugikannya. Dan Yusuf Mansur, dengan segala drama doa dan bisnisnya, mungkin bukan penyebab utamanya. Ia hanya menemukan cerminnya: jemaah yang lebih mencintai ilusi rezeki ketimbang marwah amanah, dan lebih membela dai ketimbang membela korban.

Tapi publik mulai paham. Korban-korban itu bukan kurang Islam. Mereka justru sedang mengajarkan Islam kepada yang merasa paling Islami: bahwa kezaliman yang dibungkus ayat tetaplah kezaliman. Dan orang yang menutup mata terhadap korban, bukan sedang membela agama—melainkan sedang membela dirinya sendiri agar tidak terlihat sebagai orang yang tertipu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Forth Worth Membangun Airport Membuka Bisnis Rakyat – Morowali Untuk Ke Rantai China

Next Post

Palu Syuriah Jatuh pada 00.45 – Yahya Staqup Dipecat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Next Post
Gus Yahya Ajukan Izin Tambang NU Butuh Apapun yang Penting Halal

Palu Syuriah Jatuh pada 00.45 - Yahya Staqup Dipecat

Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist