• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pancasila: Produk Kompilasi dari Pemikiran-Pemikiran Dunia

fusilat by fusilat
August 29, 2025
in Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Tim Fusilat (Ir. Pro Handoyo Kuswanto+Redaksi)

Pancasila sering dipahami sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang bersifat final dan sakral. Namun, jika ditelusuri lebih mendalam, Pancasila bukanlah produk yang lahir dari satu pemikiran tunggal atau murni dari budaya lokal semata. Sebaliknya, Pancasila merupakan hasil kompilasi dari berbagai pemikiran dunia, yang dibaca, disaring, dan dirumuskan oleh Bung Karno melalui refleksi panjang terhadap kondisi Indonesia dan pergaulan intelektual global.

Sejarah Pancasila menunjukkan bahwa Bung Karno tidak hanya berfokus pada realitas Indonesia, tetapi juga membaca dan mempelajari literatur internasional. Misalnya, konsep keadilan sosial yang tertuang dalam sila kelima Pancasila dipengaruhi oleh pemikiran Marxisme, sementara sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa dan persatuan bangsa menunjukkan pengaruh filsafat Barat, seperti gagasan Immanuel Kant tentang Unity of Reason, dan literatur lain yang membahas kemanusiaan. Bung Karno mampu mengkompilasi berbagai sumber ini menjadi panduan hidup bangsa yang relevan dengan konteks lokal, tanpa harus meniru mentah-mentah ideologi asing.

Pandangan ini menegaskan bahwa Pancasila bukan ideologi tunggal yang memaksakan keseragaman. Negara yang berideologi tunggal, seperti fasisme atau komunisme, sering menuntut keseragaman dalam berpakaian, gaya hidup, bahkan konsumsi sehari-hari. Pancasila, sebaliknya, memberi ruang bagi pluralitas dan keragaman, yang sejalan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Memaksakan Pancasila sebagai ideologi tunggal justru akan meniadakan fleksibilitas dan kebebasan demokrasi, yang merupakan esensi dari kehidupan berbangsa.

Selain itu, Pancasila juga harus dipahami sebagai produk refleksi manusia yang selalu mengalami keretakan jati diri. Manusia berada di antara figur yang lebih tinggi sebagai teladan dan figur yang lebih rendah sebagai tanggung jawab. Keretakan ini adalah bagian dari eksistensi manusia, dan demokrasi harus mampu menampung ketidaksempurnaan ini tanpa harus dipaksa berpegang pada satu ideologi tunggal. Dengan kata lain, Pancasila harus tetap hidup dalam diskusi, refleksi, dan penerapan yang kontekstual, bukan sekadar dogma yang tidak boleh digugat.

Dalam konteks sejarah bangsa, kita juga menyaksikan bagaimana MPR membisu ketika negara bangsa, pendiri negeri, dan pahlawan-pahlawan Indonesia dilecehkan, seperti saat ada yang mengklaim UUD 1945 adalah “buatannya Jepang.” Klaim ini sering muncul dalam seminar atau diskusi, misalnya oleh Jacob Tobing, yang menyatakan bahwa UUD 1945:

  1. Produk pemerintah Jepang,
  2. Tidak mengenal pemilu,
  3. Tidak mengatur hak asasi manusia,
  4. Tidak membatasi masa jabatan,
  5. Tidak memiliki mekanisme check and balances,
  6. Bersifat otoriter.

Namun, jawaban historisnya jelas: meski BPUPK dibentuk oleh Jepang pada April 1945, dan kemudian PPKI pada Agustus 1945, isi UUD 1945 dirumuskan oleh tokoh-tokoh Indonesia seperti Soepomo, Soekarno, Mohammad Hatta, dan lainnya. UUD 1945 bukan konstitusi buatan Jepang; Jepang tidak mengatur pasal-pasalnya. Mukadimah/Pembukaan UUD 1945 bahkan menegaskan:

  1. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bukan pemberian Jepang.
  2. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, jelas pengaruh Islam, bukan Jepang.
  3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, menolak sistem kekaisaran Jepang.

Oleh karena itu, jika amandemen dilakukan atas dasar anggapan bahwa UUD 1945 “buatan Jepang,” maka seluruh rakyat Indonesia memiliki hak dan kewajiban untuk meminta MPR mengembalikan semangat UUD 1945 yang asli. Ini menjadi ujian bagi Presiden Prabowo dan pendukungnya yang pernah berikrar setia pada UUD 1945 dan Pancasila.

Dengan memahami Pancasila sebagai produk kompilasi pemikiran dunia dan UUD 1945 sebagai hasil rumusan bangsa Indonesia, kita menegaskan kembali bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuan menyaring pengaruh luar untuk membentuk identitas nasional yang unik. Pancasila dan UUD 1945 bukanlah dogma kaku, melainkan pedoman hidup yang terus relevan dan dinamis untuk membangun demokrasi yang plural dan berkeadilan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tersangkut Kasus Judi Online, Budi Arie Dilaporkan ke KPK

Next Post

Polisi Itu Penegak Hukum, Tentara Itu Membunuh

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Polisi Itu Penegak Hukum, Tentara Itu Membunuh

Polisi Itu Penegak Hukum, Tentara Itu Membunuh

Memperhalus Hati Para Polisi – Mengapa Polisi Harus Sadistis?

Memperhalus Hati Para Polisi - Mengapa Polisi Harus Sadistis?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...