Menurut Panda dukungan Jokowi terhadap paslon yang diajukan PDIP yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kini sudah menjadi tidak penting lagi.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam program acara Political Show di CNNIndonesia TV, Senin malam. Politikus senior PDIP Panda Nababan menilai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menjauhkan diri dari partai yang diketuai Megawati Sukarnoputri itu.
Menurut Panda Jokowi seakan sudah mengeluarkan dirinya sendiri dari PDIP.
“Bukannya dia selesaikan sendiri [hubungan dengan PDIP]? Dia sendiri yang mengeluarkan dirinya dari PDIP,” kata Panda menjawab pertanyaan tentang hubungan Jokowi dengan PDIP
Indikator Jokowi tak lagi bagian dari PDIP
menurut Panda ada beberapa indikator yang mengisyaratkan Jokowi tak mau lagi menjadi bagian dari PDIP.
Salah satunya, terkait pencalonan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden (cawapres) dari Prabowo Subianto yang notabenenya rival PDIP di Pilpres mendatang.
“Caranya dia mengeluarkan dirinya: Dia ngomong enggak ke Mega mau ngajukan Gibran. Dia ngomong enggak ke PDIP? Dengan sikap dia itu dia sudah menjauhkan dirinya. Jangan terbalik-balik,” tegas Panda.
Menurut Panda dukungan Jokowi terhadap paslon yang diajukan PDIP yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kini sudah menjadi tidak penting lagi.
Meskipun, dia mengakui dukungan Jokowi terhadap salah satu paslon turut berpengaruh terhadap suara.
Dugaan instruksi ke kades
Panda dengan tegas menungkap bahwa sejumlah desa diduga mendapat instruksi untuk memenangkan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sedangkan menurut Pandan, pada dua pemilu terakhir justru Jokowi meminta para kepala desa untuk mengalahkan Prabowo sebagai pesaingnya.
“Saya cerita pengalaman di Jateng. ‘Kita 2 kali disuruh mengalahkan Pak Prabowo, memenangkan Pak Jokowi. Sekarang kok dari kepala desa meminta kami memenangkan prabowo. Bagaimana itu’,” kata Panda membeberkan pertanyaan-pertanyaan yang dia dapat di akar rumput.
“Akhirnya dia sendiri menyadar: ‘oh karena anaknya.’ Itulah tingkat kesadarannya. Karena anaknya di situ, dia minta menangkan anaknya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Jokowi sempat dianggap memberikan endorsement kepada Ganjar. Dalam beberapa pernyataannya, Jokowi menyebut sosok yang cocok untuk memimpin adalah sosok yang berambut putih.
Namun, belakangan Jokowi disebut-sebut terlihat memberi dukungan kepada Prabowo. Hal itu semakin dikuatkan dengan Gibran yang menjadi cawapres Prabowo.
Jokowi menjadi sorotan lantaran sebelumnya Gibran merupakan kader PDIP, sama dengan Jokowi. Kemudian, pada Pilpres 2014 dan 2019, Jokowi diusung PDIP hingga menang dan menjadi presiden.
Setelah terlihat mendukung Prabowo, belum ada status keanggotaan Jokowi yang jelas. Jokowi tidak memberikan pernyataan keluar dari PDIP.
Sebaliknya, PDIP juga tidak ada secara resmi membahas status Jokowi di partai tersebut. Sementara Gibran disebut otomatis bukan kader PDIP ketika menjadi cawapres Prabowo
























