• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Para Ketum Parpol Kumpul di Sentul: Potret Sistem Politik yang Rancu

Ali Syarief by Ali Syarief
February 15, 2025
in Feature, Politik
0
Partai Demokrat dan PAN Tolak Gagasan Nasdem Tentang Ambang Batas Parlemen 7 Persen,
Share on FacebookShare on Twitter

Perayaan ulang tahun Partai Gerindra di Sentul menjadi panggung politik yang lebih dari sekadar seremoni. Berkumpulnya para ketua umum partai politik di acara ini bukan hanya simbol solidaritas, tetapi juga cerminan dari betapa rancunya sistem politik Indonesia. Terlebih lagi, peristiwa ini menjadi ajang penegasan dominasi figur tertentu dalam peta politik nasional. Terpilihnya kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan bahkan mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat pada Pilpres 2029 adalah sinyal kuat bahwa sistem politik kita telah bergeser dari prinsip demokrasi yang sehat.

Sistem Politik yang Tidak Jelas: Presidensial atau Parlementer?

Indonesia secara konstitusional menganut sistem presidensial, di mana presiden dipilih langsung oleh rakyat dan tidak bergantung pada parlemen. Namun, dalam praktiknya, sistem ini telah bercampur dengan nuansa parlementer yang justru melemahkan independensi eksekutif dan menempatkan peran partai politik sebagai pengendali utama dinamika pemerintahan.

Salah satu indikator dari kekacauan sistem ini adalah dominasi ketua umum partai dalam menentukan arah politik nasional. Prabowo, yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Gerindra tanpa perlawanan berarti, mencerminkan bagaimana partai di Indonesia lebih bersifat oligarkis dibanding demokratis. Seorang ketua umum partai memiliki kuasa penuh dalam menentukan pencalonan presiden, menteri, hingga kepala daerah, mencerminkan corak sistem parlementer di mana partai memegang kendali utama.

Namun, berbeda dengan sistem parlementer yang memiliki mekanisme pengawasan lebih ketat melalui parlemen dan oposisi yang berfungsi sebagai check and balance, sistem di Indonesia tidak memberikan ruang yang cukup bagi oposisi untuk berkembang. Akibatnya, sistem politik kita menjadi anomali: bukan presidensial yang kuat, tetapi juga bukan parlementer yang terstruktur.

Fenomena Politik Oligarkis: Sirkulasi Kekuasaan yang Mandek

Kehadiran para ketua umum partai di Sentul juga menegaskan realitas politik Indonesia yang oligarkis. Partai politik dikuasai oleh segelintir elite yang tidak hanya mengatur jalannya organisasi, tetapi juga memonopoli pencalonan pemimpin di tingkat nasional. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana pencapresan di Indonesia selalu melibatkan tokoh-tokoh lama yang terus berputar dalam lingkaran kekuasaan.

Fenomena ini menghambat munculnya kepemimpinan baru yang lebih segar dan inovatif. Padahal, dalam sistem presidensial yang sehat, seharusnya ada kompetisi yang terbuka dan adil bagi setiap individu yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk maju sebagai calon presiden. Namun, kenyataannya, politik Indonesia tetap didominasi oleh wajah-wajah lama yang terus mengunci peluang bagi regenerasi kepemimpinan.

Konsekuensi bagi Demokrasi

Implikasi dari sistem politik yang rancu ini sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi Indonesia. Pertama, sistem ini semakin memperkuat politik transaksional di mana partai-partai politik lebih mementingkan bagi-bagi kekuasaan dibanding memperjuangkan kepentingan rakyat. Kedua, sistem ini melemahkan institusi demokrasi karena kekuasaan cenderung terpusat di tangan segelintir elite partai yang menentukan hampir seluruh kebijakan negara.

Tanpa adanya reformasi politik yang serius, Indonesia akan terus berada dalam jebakan sistem yang tidak jelas arahnya. Model demokrasi yang setengah-setengah ini hanya akan melahirkan pemimpin yang berasal dari lingkaran kekuasaan yang sama, sementara rakyat tetap menjadi penonton dalam permainan politik yang elitis.

Kesimpulan

Kehadiran para ketua umum partai di Sentul dan terpilihnya kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra sekaligus kandidat potensial untuk Pilpres 2029 adalah bukti nyata dari sistem politik yang rancu. Indonesia, meskipun secara konstitusional menganut sistem presidensial, dalam praktiknya lebih menyerupai sistem parlementer yang dikuasai oleh oligarki partai. Tanpa reformasi struktural yang signifikan, politik Indonesia akan terus didominasi oleh elite lama, sementara demokrasi hanya menjadi ilusi yang jauh dari esensi sejatinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Prabowo  bantah Issu pemotongan Gaji  ASN

Next Post

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Feature

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Feature

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Next Post
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Proses Hukum Terlalu lama di Kejagung Thomas Lembong Mengeluh.

Proses Hukum Terlalu lama di Kejagung Thomas Lembong Mengeluh.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...