• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Partai Politik: Teori, Tujuan, dan Realita di Indonesia – Case Study Mengapa AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 25, 2025
in Feature, Politik
0
Partai Politik: Teori, Tujuan, dan Realita di Indonesia – Case Study Mengapa AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum?
Share on FacebookShare on Twitter

Secara teori, partai politik lahir sebagai wadah perjuangan ideologi, kepentingan rakyat, serta sarana demokratisasi dalam suatu negara. Giovanni Sartori dalam Parties and Party Systems (1976) menyebutkan bahwa partai politik berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, tempat artikulasi kepentingan publik, serta instrumen kaderisasi kepemimpinan nasional. Dalam konteks ini, partai idealnya memperjuangkan aspirasi rakyat, membentuk kebijakan yang mencerminkan kehendak umum, dan menjadi alat untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Di Indonesia, tujuan pendirian partai politik juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, yang menyatakan bahwa partai bertujuan untuk memperkuat demokrasi, meningkatkan partisipasi politik rakyat, serta memperjuangkan kepentingan nasional. Namun, apakah realitasnya mencerminkan tujuan ini?

Partai Politik sebagai Properti Keluarga dan Elite

Realitas politik Indonesia menunjukkan bahwa banyak partai politik tidak berfungsi sebagai institusi demokratis, melainkan lebih menyerupai aset pribadi atau dinasti keluarga. Tidak mengejutkan jika figur seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat, Puan Maharani di PDI-P, Prabowo Subianto di Gerindra, atau Surya Paloh di NasDem menjadi pemimpin tertinggi partai mereka. Fenomena ini terjadi bukan karena mereka memenangkan persaingan gagasan atau dipilih berdasarkan prestasi politik semata, melainkan karena mereka adalah “pemilik” partai tersebut, baik secara historis, ideologis, maupun finansial.

Demokrat, misalnya, adalah partai yang lahir dari kekuasaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan demikian, AHY menjadi pemimpin partai bukan karena seleksi alam demokratis, melainkan karena partai adalah warisan politik keluarga Yudhoyono. Hal yang sama berlaku untuk Puan Maharani, yang sejak awal berada dalam jalur kekuasaan PDI-P karena keturunannya sebagai cucu Bung Karno dan anak Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, Prabowo tidak hanya menjadi ikon politik Gerindra, tetapi juga pemegang kendali penuh partai tersebut sejak didirikan. Surya Paloh pun membangun NasDem sebagai kendaraan politik pribadinya.

Kekuatan Uang di Partai-Politik Non-Dinasti

Di luar partai-partai yang dikuasai oleh keluarga atau individu tertentu, ada partai-partai seperti Golkar, PKB, PAN, dan lainnya, yang secara struktur tampak lebih terbuka. Namun, kenyataan di dalamnya menunjukkan bahwa kepemimpinan di partai-partai ini tidak ditentukan oleh ideologi, gagasan, atau akhlak, melainkan oleh kekuatan uang.

Golkar, sebagai partai tertua pasca-Orde Baru, sering kali menjadi ajang pertarungan finansial di setiap pemilihan ketua umumnya. Kandidat dengan dana besar memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan suara di Musyawarah Nasional (Munas) atau forum pemilihan lainnya. Hal yang sama berlaku di PKB, PAN, dan sejumlah partai lain, di mana pemilihan ketua lebih ditentukan oleh kemampuan finansial kandidat untuk “mengamankan” dukungan daripada adu program atau visi-misi untuk rakyat.

Realitas ini membuat partai-partai tersebut lebih berorientasi pada kepentingan oligarki politik dan ekonomi daripada memperjuangkan kepentingan publik. Kepemimpinan dalam partai tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki integritas terbaik, gagasan paling progresif, atau komitmen tinggi terhadap rakyat, tetapi oleh siapa yang memiliki modal paling kuat untuk membeli suara dan loyalitas elite partai.

Apa yang Diperjuangkan?

Jika partai adalah milik segelintir elite atau dikuasai oleh mereka yang memiliki kekuatan finansial terbesar, maka pertanyaannya: apa yang sebenarnya mereka perjuangkan? Apakah untuk bangsa dan negara? Ataukah untuk menjaga kepentingan pribadi dan kelompoknya?

Secara normatif, partai-partai ini mengklaim berjuang untuk kesejahteraan rakyat dan demokrasi. Namun, dalam praktiknya, keputusan partai sering kali lebih mencerminkan kepentingan internal para elite daripada kepentingan publik. Perebutan kekuasaan di internal partai bukan soal gagasan terbaik bagi rakyat, melainkan soal siapa yang memiliki legitimasi kepemilikan partai atau sumber daya yang lebih besar untuk mempertahankan kekuasaan.

Alih-alih menjadi alat perjuangan bagi rakyat, partai politik di Indonesia justru lebih sering menjadi alat bagi elite untuk mempertahankan pengaruh dan sumber daya ekonomi mereka. Politik dinasti yang terjadi di Demokrat dan PDI-P mencerminkan bahwa partai bukan sekadar alat demokrasi, tetapi juga warisan keluarga. Sementara itu, di partai lain seperti Golkar, PKB, dan PAN, persaingan kepemimpinan bukanlah kontestasi gagasan, tetapi adu siapa yang punya dana paling besar untuk membiayai politik uang di dalamnya.

Kesimpulan: Demokrasi yang Terkunci dalam Dinasti dan Uang

Fenomena kepemilikan partai oleh elite dan dominasi uang dalam perebutan kepemimpinan menunjukkan bahwa sistem kepartaian di Indonesia masih jauh dari idealisme demokrasi. Demokrasi tidak berjalan di dalam partai, tetapi justru dikunci oleh mereka yang memiliki partai atau yang memiliki modal terbesar. Jika partai politik hanyalah alat untuk melanggengkan dinasti dan kekuasaan berbasis uang, bagaimana bisa mereka menjadi jembatan kepentingan rakyat?

Dengan kondisi seperti ini, perubahan hanya bisa terjadi jika partai politik benar-benar membuka ruang bagi kaderisasi yang sehat dan kompetisi gagasan yang nyata. Jika tidak, rakyat hanya akan terus menjadi penonton dalam sandiwara politik yang dimainkan oleh segelintir elite yang menganggap partai sebagai properti pribadi mereka atau ladang investasi kekuasaan berbasis uang.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapolri Diminta Periksa Kapolda Jawa Tengah , Copot Polisi yang Intimidasi  personil  Band Sukatani

Next Post

ANTARA HULUISASI DAN HILIRISASI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post

ANTARA HULUISASI DAN HILIRISASI

Ada 8 Poin Penting Dalam Regulasi Perlindungan Ojol, Sedang Digeber dengan Target Terbit Desember

Pemerintah Pertimbangkan Pembayaran THR H-7 Lebaran, Termasuk Ojol

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...