FusilatNews- Pimpinan Parmusi (Persaudaraan Muslim Indonesya) H Osamah Hisham, menyampaikan keprihatinannya pada Partai Ummat, yg dipimpin oleh DR H Ridho Rahmadi, karena menjadi satu-satunya Parpol baru, yang disinyalir tersingkir dari KPU, atas pengaruh dari Oligarki. Hasil rekapitulasi, Partai Umat mendapat angka nihil dibeberapa tempat.
Sementara itu Partai Ummat mendapatkan info A1 bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal meloloskan semua partai baru dan non-parlemen, kecuali Partai Ummat. Hal itu disampaikan Ridho Rahmadi di Markas DPP Partai Ummat di jalan Tebet Timur Dalam Raya 63 Jakarta selatan , Selasa 13/12.
“Kami dapat informasi A1 yang valid bahwa pada 14 Desember 2022 besok, seluruh partai baru dan partai non-parlemen akan diloloskan KPU kecuali Partai Ummat,” ucapnya.
Ridho, yang keahliannya pada bidang ITE, mengatakan mendapat info A1, tetapi belum bisa terbuka, Ia mengungkapkan ada bukti rekaman video.
“Tentu kami kantongi bukti-bukti tersebut. Di lapangan ada, bukti-bukti digital, tertulis, yang kami kumpulkan” ucapnya.
lebih lanjut, Ia meminta Bawaslu untuk mengaudit sisi IT-nya. “Tuntutan kita ke Bawaslu, meminta audit IT-nya, agar hasil fisipol dan lapangan juga sama, sesuai berita acara. Sejak awal data Fisipol Partai Umat, telah mengikuti persyaratan yang ditentukan” ucapnya
Ridho mengungkapkan tetap menunggu pengumuman penetapan resmi peserta parpol Pemilu oleh KPU yang digelar besok, Rabu, 14 Desember 2022. Toh jika partainya ternyata tidak lolos, Ridho mengatakan sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menggugat.
“Ini proses yang kami siapkan. Kami akan lihat gimana besok pengumumannya. Kita sudah dan sedang mempersiapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menambahkan, untuk menyelamatkan demokrasi RI, maka Partai Ummat menuntut KPU, menggunakan jasa audit independen, supaya semua hasilnya terverifikasi sebagai partai baru dan semua Parpol non Parlemen untuk diumumkan melalui berbagai media.
Dewan kehormatan KPU, diminta untuk periksa KPU Pusat yang banyak mengintervensi hasil Verifikasi aktual KPU di Daerah-daerah.
Selanjutnya, Partai ummat mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi KPU, melalui berbagai peran dan cara masing-masing , termasuk selalu memanjatkan dengan doa.
Hadir dalam acara tersebut, antara lain Nana, Fety Fatayati, Buni Yani, Ridho, Nazarudin. Mahdi






















