FusilatNews– Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempertanyakan prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama memimpin Ibu Kota, itu sangat tidak elok, dan tidak pernah mengakui kinerja Anis. Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga.
“Kalau Hasto mempertanyakan prestasi Anies Baswedan tentu tidak mengejutkan. Sebab, selama ini PDIP memang tidak pernah mengakui kinerja Anies,” kata Jamiluddin Ritonga dikutip RMOL, Minggu (24/7).
Jamiluddin Menegaskan, sikap itu Hasto justru merendahkan dirinya sendiri sebagai politisi tingkat tinggi di PDIP. Ia berujar harusnya Hasto berpikir objektif dalam melihat dinamika politik yang terjadi saat ini, bukan malah merendahkan orang lain.
“Hasto terjebak sebagai politisi lokal yang menjauhkan dirinya dari berpikir jernih dan objektif. Pola pikirnya itu telah merendahkan kapasitasnya sendiri,” ungkapnya.
“Karena itu, kecil peluang Hasto akan mengakui kinerja Anies. Sebab Hasto itu hanyalah politisi, bukan negarawan,” terangnya.
Lebih lanjut Jamiluddin menilai pernyataan yang disampaikan Hasto juga menunjukkan bahwa Hasto tidak cocok menjadi elite politik nasional.
“Sebagai politisi, ia telah mendegradasikan sosoknya sendiri sebagai elite partai. Ia memang belum pantas menjadi elite politik level nasional,” ungkapnya.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mempertanyakan prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama memimpin Ibu Kota. Menurut dia, seorang pemimpin bisa terlihat dari prestasi yang diraihnya. Lebih lanjut Hasto mengungkapkan seorang pemimpin harus memiliki rekam jejak yang baik dan hasil kinerjanya tanpa menggunakan politik identitas. Hal tersebut disampaikan Hasto saat memberikan pidato dalam acara pelantikan Pengurus Taruna Merah Putih di Kantor DPD PDIP Jakarta, Tebet, Jumat (22/7).





















