Kementerian Luar Negeri Israel mengirim tim untuk menyelidiki tuduhan penyimpangan parah, termasuk pelecehan seksual di Kantor Penghubung Israel di Maroko.
Di antara tuduhan tersebut adalah pelecehan seksual, eksploitasi perempuan lokal, tidak melaporkan hadiah dan perselisihan tempat kerja yang parah, yang sebagian besar melibatkan Duta Besar Israel David Govrin, KAN melaporkan.
Kementerian Luar Negeri hanya mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki “tuduhan penyimpangan.”
Hubungan Israel-Maroko
Israel dan Maroko melanjutkan hubungan diplomatik pada akhir 2020, membuka kembali kantor penghubung di Tel Aviv dan Rabat. Negara-negara sepakat untuk mengubah kantor menjadi kedutaan, tetapi belum melakukannya. Sementara itu, hubungan antar negara relatif hangat, dengan lebih dari 100.000 warga Israel mengunjungi Maroko tahun ini.
Namun, insiden diplomatik, seperti diplomat Israel yang melecehkan wanita Maroko, dapat merusak hubungan yang baru lahir diantara kedua negara tersebut.
Salah satu yang sedang diselidiki adalah hilangnya hadiah dari keluarga kerajaan Maroko untuk menghormati Hari Kemerdekaan Israel, yang tidak dilaporkan dengan benar ke Kementerian Luar Negeri. Selain itu, Govrin sedang berselisih dengan petugas keamanannya, menurut KAN.
Kementerian Luar Negeri juga menjajaki keterlibatan pengusaha dalam mengatur pertemuan antara politisi Israel, seperti Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked dan Menteri Kehakiman Gideon Sa’ar. Pria itu diduga hadir dalam pertemuan para menteri, meskipun tidak memegang posisi resmi apa pun di Israel.

























