Jakarta, 1/07 (FusilatNews) –Formula E Jakarta (Jakarta E-Prix) diselenggarakan akhir pekan ini (4 Juni 2022) di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Diungkapkan Ketua panitia penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni bahwa pembangunan sirkuit balap mobil kelas dunia ini memakan waktu kurang dari dua bulan dan menjadi pembangunan sirkuit tercepat di dunia.
“Ini total 54 hari untuk pembangunan sirkuitnya sendiri. Makanya dikategorikan tercepat di dunia,” kata Ahmad Sahroni, dikutip detikOto Rabu (25/5/ 22). Meski dilakukan dalam waktu cepat, namun pembangunan sirkuit Formula E sudah sesuai standar dan tetap mengutamakan kualitas.
“Jika Anda melihat yang di sebelah kiri, itu adalah VVIP Royal Suite dan ini adalah area paddock (menunjuk ke kanan), bayangkan seberapa cepat mereka bisa bangun. Hal yang sama berlaku untuk persiapan VVIP Royal Suite. mereka sudah profesional di bidangnya, terkait dengan apa yang mereka kerjakan,” kata Sahroni.
Menariknya, berbeda dengan sirkuit Mandalika yang sudah berkali-kali dihomologasikan untuk MotoGP, sirkuit Formula E Jakarta hanya akan melakukan homologasi pada hari-H pelaksanaan Formula E.
“Homologasi pada hari-H itu langsung. Karena secara teknis sebenarnya, dalam aturan mereka, FIA dan FEO sudah berhimpitan dengan event yang ada. Dengan spesifikasi yang sudah disetujui, dan saat balapan dimulai, homologasi masuk, ungkapnya.
DiberitakanTerpisah CEO Formula E, Jamie Reigle, mengaku terus berkomunikasi dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) menjelang Jakarta E-Prix 2022. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses homologasi Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC). proses homoligasi sirkuit JIEC dipastikan akan tetap menyesuaikan standar tinggi yag sudah diterapkan di berbagai lintasan dunia sepertidi Amerika Serikat, Meksiko, hingga Arab Saudi.
Marshal yang datand dari berbagai organisasi olahraga otomotif lokal maupun internasional juga akan menentukan proses homologasi. Terkait proses homologasi sirkui JIEC, Jamie Reigle mengaku sudah berkomunikasi dengan FIA. “Persiapannya berjalan cukup baik. Dalam perjalanannya, FIA yang melakukan semoa homologasi sirkuit,” kata Jamie dikutip dari Antara.
“Kami bermitra dengan FIA untuk memastikan bahwa sirkuit memenuhi standar. Hal itu ditujukan untuk memastikan proses homologasi dilakukan dengan benar dan aman bagi pebalap maupun penonton,’ ujar Jamie. “Memang saat in persiapan masih terus dilakukan. Jadi, memang ada kerja sama. Kami juga terus memastikan standa FIA dan berbagai persiapan sampai balapan nanti berlangsung,” tutur Jamie menambahkan.

























