Tokyo, 25 Oktober 2024 – Sebuah perjanjian global untuk mengendalikan polusi plastik akan disepakati pada KTT di Korea Selatan bulan depan, demikian janji Ketua pembicaraan, Luis Vayas Valdivieso, Rabu. Namun, ia memperingatkan masih terdapat perselisihan kompleks dan jangka waktu yang menjadi “tantangan besar.”
Valdivieso, perwakilan dari Ekuador, menyatakan bahwa waktu semakin sempit jika negara-negara ingin mencapai kesepakatan penting pada pembicaraan akhir yang diselenggarakan oleh PBB di Busan, Korea Selatan, pada akhir November. Dia menambahkan bahwa masih terdapat perbedaan pandangan antara negara-negara yang berpartisipasi.
“Saya diberi mandat untuk mencapai perjanjian yang efektif, instrumen hukum yang mengikat,” kata Valdivieso dalam kuliah di Jepang. “Kami akan memenuhi mandat itu di akhir pertemuan di Busan.”
Namun, ia juga menekankan bahwa kesuksesan pembicaraan ada di tangan para anggota. “Kami masih memiliki perbedaan dalam negosiasi kami, dengan beberapa isu kompleks yang perlu diperdalam lebih lanjut,” tambahnya.
Negosiator telah beberapa kali bertemu untuk membahas kesepakatan yang mungkin mencakup pembatasan produksi plastik, aturan tentang daur ulang, dan larangan terhadap jenis plastik tertentu atau komponen kimia tertentu.
Pada pertemuan sebelumnya, negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi menolak pembatasan produksi plastik dan lebih memilih fokus pada daur ulang. Di sisi lain, puluhan negara dalam koalisi “ambisi tinggi,” termasuk sebagian besar Uni Eropa, mendesak diberlakukannya tindakan yang lebih tegas.
Valdivieso mengakui bahwa dengan hanya tujuh hari negosiasi di Busan, waktu akan menjadi tantangan besar. Namun, ia optimis bahwa kesepakatan dengan “aturan yang kredibel untuk mengakhiri polusi plastik” dapat tercapai.
“Kita harus berhasil di Busan demi kesejahteraan planet kita, demi kesehatan manusia,” ujarnya.
Produksi plastik telah meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir dan diperkirakan bisa tiga kali lipat pada 2060 jika tren saat ini berlanjut, menurut data OECD. Namun, lebih dari 90 persen plastik tidak didaur ulang, dengan sebagian besar dibuang ke alam atau dikubur di tempat pembuangan sampah.
Untuk mempercepat negosiasi di Busan, Valdivieso telah menyusun “non-paper” berdasarkan pembicaraan dengan negara-negara. Dokumen tersebut tidak memiliki dasar hukum, tetapi bisa menjadi titik awal untuk pembicaraan terakhir jika semua pihak setuju menerimanya.
Valdivieso juga berharap untuk menerbitkan “non-paper” ketiga dalam beberapa hari mendatang dengan “sebanyak mungkin teks.” Meski demikian, ia menegaskan bahwa KTT Busan bukanlah akhir dari upaya untuk mengatasi polusi plastik, melainkan perjanjian ini harus menjadi “konvensi hidup yang akan semakin kuat di masa depan.”


























