“Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 2.467,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 857,6 triliun,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawat
Jakarta – Fusilatnews – Dalam acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024, Rabu, ( 29/11)
Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun. Rincian APBN 2024 meliputi belanja pemerintah pusat Rp 2.467,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 857,6 triliun
“Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 2.467,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 857,6 triliun,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawat
Menkeu mengatakan, belanja pemerintah pusat akan diarahkan untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan memakan cukup besar alokasi anggaran APBN 2024.
“Belanja negara 2024 juga ditujukan untuk menuntaskan infrastruktur-infrastruktur prioritas, percepatan transformasi ekonomi hijau, dan mendukung reformasi birokrasi serta Aparatur Sipil Negara (ASN),” tuturnya.
Selain itu, belanja pemerintah juga akan dtujukan untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan dukungan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Belanja pemerintah prioritas juga untuk memperkuat ketahanan dan keamanan RI,” ucap Menkeu.
Menkeu memaparkan bahwa APBN berupaya maksimal memenuhi seluruh program-program prioritas pembangunan nasional, mulai melindungi rakyat, kelompok rentan, memulihkan ekonomi, mendorong transformasi, membangun seluruh pelosok daerah, dan juga untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan.
“Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga APBN sebagai instrumen yang harus dijaga kesehatan keberlanjutan dan kredibilitasnya,” kata dia. Sehingga, kebijakan fiskal APBN dapat terus bermanfaat efektif dalam menjaga perekonomian dan menjaga rakyat Indonesia.
























