Pemerintah berharap pengadaan barang dan jasa dalam enam bulan terakhir di 2023 bisa memacu penggunaan produk dalam negeri. Pemerintah juga mendukung penggunaan produk lokal dengan terus memperkuat dari sisi produksinya yaitu daya saing kualitas dan kompetitif harganya.
Jakarta- Fusilatnews – Dalam pidato pembuka Temu Bisnis Tahap VI dan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023, Kamis (2/8). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah sedang mendorong realisasi belanja dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk produk UMKM mampu menembus Rp250 triliun.
Dukungan bagi UMKM sangat diperlukan untuk menyelamatkan UMKM bisnis UMKM karena banyak yang belum pulih dari pandemi covid-19.
“Kami akan terus mendukung berbagai aktivitas dalam rangka untuk menggunakan APBN sebagai instrumen yang sangat penting dalam meningkatkan dan memperkuat penggunaan produk-produk dalam negeri,” katanya
Pemerintah saat ini sedang menggalakkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan rencana umum pengadaan sebesar Rp1.112,45 triliun yang terdiri dari 5,3 juta paket pengadaan.
Adapun realisasinya baru sebesar Rp387,81 triliun dengan 768 ribu paket.
“Ini artinya kita masih banyak sekali belanja yang masih bisa dioptimalkan,” katanya.
Pemerintah berharap pengadaan barang dan jasa dalam enam bulan terakhir di 2023 bisa memacu penggunaan produk dalam negeri. Pemerintah juga mendukung penggunaan produk lokal dengan terus memperkuat dari sisi produksinya yaitu daya saing kualitas dan kompetitif harganya.
Ia menambahkan transaksi melalui e-katalog juga bisa meningkatkan partisipasi terutama UMKM dalam pengadaan pemerintah dan badan usaha.
“Diharapkan melalui e-catalog akan mencapai nilai transaksi 500 triliun,” katany























