Sepanjang September 2023 harga minyak mentah di pasar global terus merangkak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sampai 8,56 persen, dan harga minyak mentah jenis brent naik 9,73 persen. Saat ini harga minyak rata-rata berada di level 90-94 dolar AS per barel sejak bulan Agustus kemarin.
Jakarta – Fusilatnews – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji memastikan pemerintah tidak akan menaikan harga Pertalite di tengah melonjaknya harga minyak pada tingkat global .
Menurut Tutuka, fluktuasi harga minyak mentah memang terjadi, Tapi pemerintah masih ada buffer untuk memitigasi kenaikan ini.
“Oh enggak akan ngaruh ke harga Pertalite kok,” kata Tutuka di Kementerian ESDM, Senin (2/10).
Namun, Tutuka tak menampik gap harga antara BBM non subsidi, pertamax cs dengan Pertalite makin lebar. Selisih Rp 4.000 per liter membuat potensi shifting terbuka lebar.
“Kalo kemungkinan shifting pasti ada, tapi jumlahnya kan saya kira tidak banyak, tapi kemungkinan sih pasti ada,” kata Tutuka.
Untuk mengimbangi mahalnya harga minyak mentah di pasar Global PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per Ahad (1/10).
Dalam laman resmi Pertamina, harga BBM non subsidi jenis Pertamax kini sebesar Rp 14 ribu per liter atau naik Rp 700 dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13.300.
Sepanjang September 2023 harga minyak mentah di pasar global terus merangkak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sampai 8,56 persen, dan harga minyak mentah jenis brent naik 9,73 persen. Saat ini harga minyak rata-rata berada di level 90-94 dolar AS per barel sejak bulan Agustus kemarin.























