Jakarta – Fusilatnews – Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi mentargetkan sebelum 17 Agustus 2024 Ibu kota Negara Republik Indonesia sudah pindah dari DKI Jakarta menuju ke Ibu kota Nusantara di Kalimantan Timur
“Kita lihat bagaimana perkembangan pembangunan IKN ini yang mana dalam waktu dekat akan segera menyelesaikan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan diberikan batas waktu sebelum 17 Agustus tahun 2024 sudah ada yang pindah ke sini dan 17 Agustus-an di sini terutama yang kawasan Istana Negara,” kata Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Djoko Hartoyo
Menurut Joko Hartoyo rencananya di kawasan sekitar Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan ada 4 bangunan Kementerian Koordinator (Kemenko). Yakni Kemenko Marves, Kemenko bidang Perekonomian, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), dan Kemenko Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam), dengan 4 menara yang masing-masing mempunyai 5-6 lantai di setiap bangunannya.
Djoko, juga menjelaskan bahwa untuk sementara nama-nama yang melakukan pindahan ke IKN tersebut ditunjuk sesuai dengan Surat Keputusan (SK)
“Setneg (Sekretariat Negara) sudah ada nama-namanya, nanti kita (Kemenko Marves) akan menetapkan pegawai yang akan pindah lebih awal. Jadi nanti akan ada SKnya mengenai itu dengan area KIPP atau area pemerintah itu sendiri sekitar 6.671 hektar dari kawasan IKN sekitar 56.180 hektar, dan belum lagi kawasan pengembangan sekitar 199.962 hektar dan kawasan lautan sekirar 68.188 hektar,” kata Joko
Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Lukijanto ,menceritakan kalau sudah, banyak investor yang tertarik untuk melaksanakan pembangunan di IKN.
“Awal bulan Desember 2022 saya bersama Pak Deputi (Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin) dan Pak Djoko mengikuti market sounding di Kuala Lumpur dengan hadir Menteri PUPR dan banyak sekali investor tertarik untuk melakukan pembangunan infrakstuktur di IKN,” kata Lukijanto
Dalam market sounding yang diadakan di Kuala Lumpur Malaysia sekitar 187 calon investor Malaysia beserta komitmennya untuk turut serta dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Untuk perkembangannya, yang jelas saat ini pemerintah memfokuskan terlebih dahulu paket KIPP kawasan 1A, yakni Istana, Kemenko, dan sebagainya,” ujarnya
Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Yudi Prabangkara menjelaskan, sebagian besar pekerjannya berupa pematangan lahan dan land clearing. Pekerjaan fisiknya telah mencapai tahapan lelang untuk konstruksi fisiknya.
“Dalam kerangka itulah, kita harus mengkoordinasikan penyediaan bahan baku konstruksi tersebut, dan Ini merupakan hal kritis, mengingat keterbatasas pasokan bahan baku konstruksi ini sangat terbatas di Pulau Kalimantan, dan kemungkinan besar akan didatangkan dari luar daerah bahkan luar pulau. Kita memerlukan skenario dan strategi terpadu untuk hal ini, sehingga semua pekerjaan konstruksi fisik akan dapat selesai tepat waktu,” kata Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Yudi Prabangkara .





















