• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PEMIKIRAN SYAREKAT ISLAM KEMBALI KE TITIK AZYMUT INDONESIA MERDEKA .

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
May 18, 2024
in Feature, Politik
0
PEMIKIRAN SYAREKAT ISLAM KEMBALI KE TITIK AZYMUT INDONESIA MERDEKA .
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto .- Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila .

Tadi malam dalam pelantikan pengurus DPW Syareat Islam JawaTimur .
Saya sempat berdiskusi dan mendengarkan paparan Prof Sam ,menarik sekali sebab kita telah kehilangan Indonesia sejak Reformasi dan menuju Deformasi .
Didalam KBI arti Deformasi adalah de·for·ma·si /déformasi/ n perubahan bentuk atau wujud dari yang baik menjadi kurang baik:

Kita semua bisa merasakan keadaan ini sejak Reformasi yang kemudian mengganti UUD 1945 dengan UUD 2002.Kita kehilangan ke Indonesiaan yang telah digagas oleh RAJA JAWA TANPA MAHKOTA” yaitu PAK TJOKROAMINOTO (raden hadji oemar said tjokroaminoto),
Yaitu “ZELFBESTUUR”,
membawa Cahaya untuk menerangi negeri ini, dan terbukti bahwa HOS. TJOKROAMINOTO mendeklamasikan sebuah kata “ZELFBESTUUR”.

Ketika dijajah oleh bangsa lain diperbudak seperti kerbau untuk diperas tenaganya untuk kepentingan pribadi, tetapi melihat semua itu menjadi sebuah keinginan untuk membebaskan bangsanya sendiri dari jajahan pemerintahan kolonial Belanda, karena kita berhak untuk MERDEKA, tanpa harus menjadi budak di negeri sendiri (pribumi), dan tidak menggunakan kekayaan sedikitpun dari dari harta pemerintah.

Tuan-tuan jangan takut, bahawa kita dalam rapat ini berani mengucapkan perkataan ZELFBESTUUR atau pemerintahan Sendiri…….”

Pidato tersebut menjadi pemicu awal dari sebuah gerbang Bangsa yang Merdeka.
Dimulai pergerakan kebangsaan serta menjadikan sadar untuk munculnya pergerakan massa akan penentuan nasib dan masa depan bangsa sendiri (pribumi).

Kemerdekaan Indonesia diawali oleh pergerakan Syareat Islam dan pondasi kemerdekaan Pembukaan UUD 1945 digawangi dua tokoh SI dipanitia 9 yaitu Haji Agus Salim dan Abikusno Tjokrosujoso
Kedua tokoh SI ini ikut aktif meletakan titik awal Azymut Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Sejak reformasi yang kemudian mengamandemen UUD 1945, tanpa disadari kita telah mengganti negara yang dirahmati Allah menjadi negara yang Liberal Sekuler.

Indonesia hari ini bukan negara yang diproklamasikan 17 Agustus 1945, sebab kaidah berbangsa dan bernegara yang terurai di dalam pembukaan UUD 1945 diabaikan, tidak lagi menjadi pedoman, arah, tuntunan, cita-cita dalam berbangsa dan bernegara.

Apa masih ada rasa kecintaan kita pada bangsa dan negara ini? Apa masih ada rasa bangga menjadi bangsa ini dan apa masih ada kedaulatan bangsa ini sebagai bangsa yang merdeka yang sejak digagas oleh HOS Tjokro Aminoto Kata ZELFBESTUUR (menghendaki pemerintahan sendiri)
Menjadi titik awal perjuangan Indonesia Merdeka.

Kita semakin tidak paham terhadap apa itu Indonesia dan apa itu Pancasila sebab 20 tahun telah dicekoki dan dicuci otak dengan Individualisme, Liberalisme dan Kapitalisme.
Kita kagok dengan negara berdasarkan Pancasila, dianggapnya yang serba Liberal dan Kapitalis ini sebuah kemajuan, sementara sistem negara berdasarkan Pancasila adalah kemunduran.

Padahal pendiri negeri ini mendirikan negeri bukan asal jiplak dari negara asing, bahkan berani membuat sendiri sistem negaranya yaitu sistem MPR dengan konfigurasi Bhineekatunggal Ika mencerminkan negara semua untuk semua bukan hanya golongan Partai politik saja .

Dasar yang dipakai digali dari budaya sendiri, bukan menjiplak dari bangsa lain.
Rupanya para pemimpin tidak memahami bahwa sistem yang dijalankan hari ini justru menjiplak dari asing dengan sangat mendewakan demokrasi liberal. Demokrasi liberal dengan sistem presidensial dianggap sebagai agama baru dan dianggap kemajuan, sementara sistem sendiri yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong dianggap mundur, puritan.

Bahwa negara ini telah melenceng dari Pancasila dan perlu ada nya kesadaran mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi dan menghidupkan kembali GBHN perlu menjadi gerakan rakyat mengembalikan kedaulatan rakyat, mengembalikan Pancasila dan UUD 1945.Kembali pada Azymut titik awal Indonesia dibentuk .

Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi “perkakasnya Tuhan” dan membuat kita menjadi “hidup di dalam roh.” (Suluh Indonesia Muda, 1928).

Maka Indonesia adalah negara berdasarkan Ke Tuhanan Yang Maha Esa hal ini tentu saja bukan hal yang tiba-tiba tetapi dari gagasan HOS Tjokroaminoto, tauhid adalah dasar dari segala kebenaran dan keadilan, sehingga ia selalu mengedepankan nilai-nilai moral dan spiritual dalam setiap tindakan dan kebijakannya.

Selain berlandaskan pada tauhid, HOS Tjokroaminoto juga selalu menempatkan ilmu sebagai fondasi utama dalam memimpin rakyatnya. Beliau sangat percaya bahwa tanpa ilmu, rakyatnya tidak akan mampu memahami dan menghadapi permasalahan yang dihadapi bangsanya. Oleh karena itu, Tjokroaminoto juga selalu memperjuangkan pentingnya pendidikan bagi rakyatnya, karena ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan.

HOS Tjokroaminoto prinsip beliau bahwasanya hidup kita ini harusnya Semurni-murni tauhid, Setinggi-tinggi ilmu, Sepintar-pintar siasat.
Mungkin terlihat sederhana padahal sangat luar biasa, apa yang dimaksud dengan semurni-murni tauhid?

Oleh sebab itu sebuah kewajiban bagi bangsa ini kembali pada Negara Berdasarkan Ke Tuhanan Yang Maha Esa kembali kepada titik Azymut Negara Proklamasi berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

 Ironi Pendidikan Berbiaya Tinggi

Next Post

Siapakah yang Akan Memenangkan Liga Inggris: Arsenal atau Manchester City?

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Siapakah yang Akan Memenangkan Liga Inggris: Arsenal atau Manchester City?

Siapakah yang Akan Memenangkan Liga Inggris: Arsenal atau Manchester City?

Tidak Ada Asnaf untuk Kasih Makan Gratis dalam Zakat Umat Islam

Tidak Ada Asnaf untuk Kasih Makan Gratis dalam Zakat Umat Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist