• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pemilu 2024, Sebuah Prediksi

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 15, 2023
in Feature, Pemilu
0
Sistem Pemenangan Partai Politik, Sisi Lain dari Pemilu 2024

Ilustrasi Pemilu 2024/RMOL

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Six Balax

Apakah Pemilu di Indonesia masih penting untuk dilakukan? Posisi Indonesia yang strategis di Asia Tenggara, dengan kekayaan sumber daya alam, dan jumlah penduduk yang begitu besar, mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa dan penting bagi negara-negara tetangganya.

Singapura, negara kecil yang begitu dominan di Asia Tenggara ini sangat memerlukan Indonesia untuk pertumbuhan ekonominya, setiap pertumbuhan ekonomi di Indonesia naik 1% saja, Singapura akan bertumbuh ekonominya 2%. Pertumbuhan ekonomi baru bisa didapat bila situasi politik, keamanan regional stabil, dan kestabilan politik serta keamanan itu terwujud dari iklim demokrasi yang sehat, iklim demokrasi yang sehat berasal dari terselenggaranya pemilu secara tepat waktu.

Pemerintahan di negara manapun tidak akan gegabah dalam hal pemilu, menunda pemilu atau malah meniadakan pemilu demi alasan  pandemi atau alasan apapun akan berujung pada kekacauan. Pemilu harus terselenggara, pemilu harus dijamin tetap berlangsung oleh pemerintahan yang berwenang, bagaimanapun caranya.

Apakah Indonesia masih perlu pemilu, supaya dibilang sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi? Padahal pemilu saat ini sudah tidak asyik lagi, sebab pada pemilu terakhir saja sampai bikin banyak kpps dan polisi gugur dalam tugas penyelenggaraan pemilu. Karena konon kecapean, sudah dibentuk Tim Pencari Fakta pun, ujungnya tidak menemukan penyebab kematian yang signifikan, kecuali kecapean.

Pemilu di Indonesia 2024, penting dilakukan pemerintah, karena pemerintah ingin diakui secara hukum keberadaannya oleh rakyat Indonesia. Di tengah kecurigaan masyarakat pada pemerintah yang seolah telah merancang sedemikian rupa pejabat KPU, BAWASLU adalah titipan ‘pihak yang sedang berkuasa’.  Bahkan nanti bila ada perselisihan hasil pemilu, Mahkamah Konstitusi pun sudah dicurigai rakyat akan bertindak tidak adil. Pemilu 2024 sudah dicurigai akan berlangsung dengan tidak jujur dan tidak adil.

Pemilu akan tetap berlangsung, namun bagaimana caranya? Prediksi ini timbul berdasar pada tanda-tanda atau move-move yang dilakukan instrument politik yang ada, yaitu berupa pernyataan tokoh parpol, wacana yang dimunculkan, walau belum komplit namun gerakan-gerakan seperti menuju ke sana. Sebab itulah prediksi tentang pemilu ini muncul, prediksi tentang bagaimana rupa pemilu 2024 nanti. Namanya juga prediksi, seperti hasil sebuah pertandingan sepakbola, penonton tiada yang tahu, kecuali pemilik klub dan bandar judi.

Pemilu akan tetap berlangsung, namun bagaimana tata cara pemilu itu berlangsung itulah masalah pokoknya, bagaimana system pemilihan calon legislatif dan capres-cawapresnya akan berlangsung nanti? Tanda-tanda bahwa pemilu akan dibawa kepada system tertutup mulai terkuak. Wacana system pemilihan umum tertutup, lalu pemilihan caleg kembali pada pemilihan gambar partai tidak pada photo caleg lagi, sudah disuarakan oleh parpol pemenang pemilu sebelumnya.

Untuk terwujudnya System Pemilu a la zaman orde baru itu, sebelumnya akan dilakukan ‘sesuatu’ prosedur, dalam istilah intelejennya adalah ‘pengkondisian’. Akan diciptakan bahwa pemilu yang selama ini berlangsung, system terbuka akan menelan biaya yang sangat banyak, juga mungkin nanti para pengamat kesehatan akan bermunculan untuk memberi masukan, mengingatkan khalayak ramai bahwa pernah terjadi kematian akibat pemilu, betapa repotnya para pemilih dengan berlembar-lembar kertas pemilu sibuk di bilik suara, mencari tokoh pilihannya dan memastikan tokoh itu terpilih. Di sisi lain pengamat ekonomi mulai mengkalkulasi berapa anggaran yang dibutuhkan bila kertas suara hanya gambar parpol dan berapa biaya pemilu bila menggunakan photo caleg lengkap.

Dan UU pemilu yang berlaku saat ini, apabila ingin dibawa kepada system pemilu tertutup perlu ‘pengkondisian’ bahwasannya demokrasi di Indonesia itu adalah musyawarah untuk mufakat sesuai dengan sila ke-4 Pancasila. Lalu diperlukan langkah atau terobosan berani untuk kembali pada UUD 1945. Negara perlu menghemat biaya pemilu, situasi keuangan negara tidak memungkinkan untuk melakukan system pemilu terbuka. Lalu mungkin akan ada langkah eksekutif untuk mengeluarkan Dekrit kembali ke UUD 1945, atau notabene kembali pada system pemilu di era orde baru, dan UUD 1945 murni tanpa amandemen tersebut tidak menyebutkan pembatasan periode jabatan presiden.

Oleh karena itu pemilu akan berlangsung untuk menentukan caleg saja, pemilihan kandidat capres dan cawapres akan dilangsungkan dengan system tertutup, suara rakyat akan terwakili oleh anggota legislatif yang terpilih. Sesuai dengan sila ke-4 pada Pancasila ; “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.

Jadi Capres yang bakal bertarung akan lebih seru, karena incumbent akan diperkenankan untuk dicalonkan lagi lalu kemudian bertarung melawan siapapun, termasuk melawan tokoh idola yang saat ini sedang naik daun. Namun itupun belum tentu 2 tokoh antara incumben dengan tokoh idola itu bertarung, bila demokrasi di Indonesia itu berdasarkan pada musyawarah untuk mufakat, sesuai dengan sila ke-4 pada Pancasila, maka para wakil rakyat yang terpilih nanti akan melakukan konsensus, bisa jadi nanti tokoh incumbent disandingkan dengan tokoh idola rakyat saat ini. Capresnya incumbent dan Cawapresnya adalah tokoh idola rakyat.

Lalu bagaimana calon-calon yang selama ini digembar-gemborkan sebagai kandidat terkuat untuk maju pada capres-cawapres. Hitungan politis, itu berdasar pergerakan pernyataan ketua Parpol yang menginginkan dan membuka wacana incumbent diusung menjadi presiden 3 periode, dan ada usulan DPR untuk ancang-ancang menguatkan posisi hukum capres untuk menjabat lebih dari 2 periode.

Jadi kandidat lain itu sebenarnya hanya pengalih perhatian, bahwa sesungguhnya gegap gempita demokrasi berlangsung meriah dan rakyat menikmati hal tersebut. Seperti layaknya pemilu rakyat terbelah untuk menjagokan kandidatnya, sebuah hal yang normal. Keliatannya nanti calon akan mengerucut pada 2 nama tokoh saja, yaitu incumbent dan tokoh yang diidolakan saat ini, itulah konsensus untuk mendamaikan Indonesia.

Ingat peristiwa Prabowo ? apa yang tidak mungkin ? Dengan bergabungnya tokoh incumbent dan tokoh idola saat ini, ini akan sama dengan peristiwa Prabowo bergabung dengan kabinet, demi persatuan dan kesatuan Indonesia. Merapikan dan menyusun kembali mosaik Indonesia yang terpecah belah. Diharapkan tidak akan ada  kubu-kubuan lagi.

Mungkin inilah yang namanya konsensus, musyawarah dan mufakat, demokrasi a la Indonesia, dan yang demikian itu akan menjadi symbol yang akan ditunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia mampu menyelesaikan perselisihan, perbedaan politik dengan cara yang elegan. Dunia lalu bertepuk tangan, tinggal rakyat menyisakan apa yang ada di hati, karena hati manusia tidak ada yang mampu melihat, dan tidak pula bisa diprediksi. Apapun bentuk pemilu yang akan terjadi, bagaimana rupa hati rakyat Indonesia tahun 2024 nanti ?   – tamat –

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berjalan di Atas Tali ‘: Bagaimana Seharusnya Dunia Terlibat Dengan Afghanistan?

Next Post

Awa Odori (Pertengahan Agustus, Tokushima ,Bagian dari 10 Festival Matsuri)

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Awa Odori (Pertengahan Agustus, Tokushima ,Bagian dari 10 Festival Matsuri)

Awa Odori (Pertengahan Agustus, Tokushima ,Bagian dari 10 Festival Matsuri)

Miss USA R’Bonney Gabriel Memenangkan Kompetisi Miss Universe

Miss USA R'Bonney Gabriel Memenangkan Kompetisi Miss Universe

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist