• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Penangkapan Pangeran Roy Suryo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Ternyata ada keserupaan yang sama antara penangkapan Pangeran Diponegoro dan penangkapan Pangeran Roy Suryo.

Saat ditangkap tentara kolonial Belanda pada 28 Maret 1830 di Magelang, Jawa Tengah, Pangeran Diponegoro terlihat meronta-ronta sebagai bentuk perlawanan. Diponegoro kemudian dibawa ke Ungaran, lalu dipindahkan ke Batavia (kini Jakarta), lalu diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara, sebelum akhirnya dipindahkan ke Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, hingga wafat di sana pada 8 Januari 1855.

Sementara Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo, atau sebut saja Pangeran Roy Suryo saat ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya di rumahnya, kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026) pagi, juga melakukan perlawanan verbal bersama istrinya. Namun ketika diancam hendak diborgol, Roy Suryo tak berdaya. Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu akhirnya menyerah untuk dibawa ke Polda Metro Jaya.

Diponegoro ditangkap karena dianggap oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai pemberontak. Putra sulung Raja Mataram, Sri Sultan Hamengkubuwono III ini menolak berkolaborasi dengan Belanda. Diponegoro kemudian mengobarkan Perang Jawa (1825-1830) yang membuat Belanda kewalahan dan terkuras kasnya.

Sementara Roy Suryo ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena mungkin dianggap sebagai pemberontak. Ia cukup merepotkan Joko Widodo saat menjabat Presiden. Bahkan hingga kini. Betapa tidak?

Di saat yang lain mau menyerah dan minta maaf ke Jokowi, Roy Suryo bersama dr Tifauziah Tyassuma terus melakukan perlawanan sebagai tersangka tuduhan ijazah palsu Jokowi. Maka, Tifa pun ikut ditangkap Polda Metro Jaya dalam waktu hampir bersamaan di apartemennya.

Peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro itu kemudian diabadikan oleh pelukis legendaris Raden Saleh (1811-1880) dalam lukisannya berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro” (1857).

Bedanya, Diponegoro ditangkap melalui siasat tipu muslihat dengan diajak berunding, kemudian langsung ditangkap atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock, sementara Roy Suryo ditangkap secara dramatis, bukannya dipanggil ke Polda Metro Jaya terlebih dulu untuk diperiksa sebagai tersangka dan kemudian ditangkap, dengan tujuan menimbulkan shock therapy (terapi kejut) dan efek psikologis bagi Roy Suryo dan tersangka-tersangka lainnya. Polisi juga disebut menggeledah rumah Roy Suryo.

Polisi juga hendak memberikan efek psikologis bagi dr Tifa. Perempuan cantik itu ditangkap bertepatan waktunya dengan jadwal ujian disertasi doktoralnya di Universitas Indonesia (UI). Tifa kemudian melaksanakan ujian itu secara daring dari kantor Polda Metro Jaya dengan mengenakan baju tahanan.

Dus, polisi terkesan “show of force” atau mempertontonkan kekuatannya ketika menangkap Roy Suryo dan dr Tifa. Entah untuk apa. Mungkin untuk memuaskan emosi pemesannya.

Pejuang Sejati

Roy Suryo dan dr. Tifa dapat disebut sebagai pejuang sejati. Di saat Eggi Sudjana, Rismon Sianipar dan Damai Hari Lubis menyerah dan minta maaf kepada Jokowi, keduanya keukeuh bertahan.

Selain Roy dan Tifa, ada tiga tersangka lainnya yang masih sanggup bertahan hingga kini. Yakni, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah dan Rustam Effendi.

Kalau mau menyerah, mungkin Roy Suryo dan dr. Tifa sudah bisa jalan-jalan ke luar negeri seperti Eggi Sudjana. Tapi tidak. Keduanya masih punya prinsip demi menegakkan kebenaran dan keadilan. Apalagi, Roy pernah dipenjara dalam kasus yang juga berhubungan dengan Jokowi. Sudah kebal.

Roy Suryo bukan koruptor. Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini dapat disebut sebagai tahanan politik. Sebab itu, Roy tak perlu malu. Justru bangga karena menjadi semacam tahanan politik.

Roy Suryo bukan teroris. Tapi mengapa penangkapannya dilakukan polisi seperti menangkap teroris?

Tapi bisa jadi Roy memang teroris. Terutama bagi Jokowi. Keisengannya meneliti ijazah Jokowi mungkin dirasakan sebagai semacam teror bagi wong Solo itu. Mungkin karena itulah Roy Suryo harus ditangkap secara dramatis seperti seorang teroris.

Harapannya tiga tersangka lainnya akan menyerah dan berkhianat seperti Eggi, Rismon dan Damai.

Ataukah tiga tersangka yang belum ditahan itu akan berkhianat pula?

Tidak masalah. Sebab dalam sebuah perjuangan, pengkhianatan itu sudah lazim terjadi. Diponegoro juga dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Next Post

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik
Feature

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026
Feature

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026
Next Post

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran
Feature

Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran

by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - "Dak gendong ke mana-mana. Dak gendong ke...

Read more
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

June 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...