Jakarta – Fusilatnews – Dalam Rakor BLU 2023 di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Kamis (2/3).Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan, saat ini pemerintah memiliki 264 Badan Layanan Umum (BLU) dengan aset kelolaan sebesar Rp1.170 triliun. Dari jumlah aset itu, BLU berhasil memberikan pendapatan ke negara Rp89,5 triliun.
Menurut Sri Mulyani , besarnya pendapatan itu sejatinya melampaui target Rp78 triliun yang sudah ditetapkan pemerintah.
Namun, jika ditinjau dari total aset yang jumlahnya mencapai Rp 170 triliun, Sri Mulyani merasa belum puas dengan pendapatan itu. selanjutnya meminta BLU mencocokkan jumlah aset yang dikelola dengan pendapatan tersebut.
“Harusnya jangan ditonjolkan pendapatan. Harusnya ditanya, Rp 170 triliun aset yang dikelola, pantas tidak mendapatkan pendapatan Rp89,5 triliun?” katanya
Ia mengatakan pendapatan itu sebenarnya bisa ditingkatkan. Sri Mulyani mengatakan ada satu cara untuk meningkatkannya; tak membiarkan aset BLTU tidur alias menganggur.
Sri meminta pimpinan BLU untuk memaksimalkan manfaat aset yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan.
“Namun, saya minta kalau Bapak/Ibu mau menggunakan aset secara produktif bahkan komersial, tetap dengan rambu-rambu tata kelola yang baik. Jangan sampai menimbulkan malapetaka, terjadi korupsi,” kata Sri Mulyani.
Ani, sapaan akrabnya, mencontohkan uang SPP bisa menjadi sumber malapetaka terkait tata kelola beberapa perguruan tinggi BLU yang ada di Indonesia.
Ani berharap pengelola BLU dan dewan pengawas bisa berpikir lebih kreatif dan inovatif untuk memperbaiki layanan dengan aset yang dikelola, bukan untuk membebani masyarakat.
“Kalau ini RS, ya bisa investasi di bidang alat-alat, pelayanan, atau bahkan honorarium kepada seluruh pekerjanya. Itu bisa dilakukan,” sarannya.
Ani menegaskan usahakan nilai aset yang dikelola BLU terus meningkat sambil . mewanti-wanti agar aset tidak anjlok karena pengelolaan yang buruk.



















