Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo diminta mengganti para menterinya yang mau maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Adalah kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi yang drop yang menjadi pangkalnya. Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi merosot. Namun ada juga survei sebaliknya.
Persoalan ekonomi hingga melambungnya harga bahan-bahan pokok dinilai jadi penyebabnya. Lantas apa solusi terbaik atasi hal itu?
Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno membeberkan ada solusi jitu untuk menyelesaikan turunnya kepuasan atas kinerja Jokowi. Namun, dia membeberkan terlebih dulu alasan di balik turunnya kepuasan publik atas kinerja Jokowi.
“Saya kira parameternya cukup jelas kenapa tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun. Pertama pasti terkait dengan kondisi ekonomi dan harga-harga pokok yang melambung tinggi,” kata Adi Prayitno dikutip dari detik.com, Kamis (19/5/2022).
Dia mengungkap sejumlah fenomena yang terjadi beberapa bulan belakangan seperti harga minyak goreng melambung tinggi, daya beli masyarakat rendah, pengangguran meningkat hingga kemiskinan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya rakyat akan bereaksi sederhana menilai kinerja Jokowi dari fenomena tersebut.
“Jadi, pikiran rakyat itu sederhana. Apa yang dirasakan langsung dalam keseharian hidup mereka akan jadi variabel terhadap kinerja pemerintah. Termasuk lapangan kerja makin susah, pengangguran dan kemiskinan belum ada solusinya setelah Covid melandai. Jadi, parameter penilaian utamanya adalah kinerja di bidang ekonomi yang buruk,” ucapnya.
Lantas apa solusi yang bisa diambil Jokowi? Adi mengatakan salah satu solusi terbaik yakni mengganti menteri-menterinya yang tidak bisa bekerja. Terutama, para menteri yang sibuk mengurus capres.
“Anehnya lagi, di tengah kinerja presiden yang disorot sejumlah menteri malah terlihat sibuk kampanye memoles citra demi kepentingan maju Pilpres 2024. Bukannya total membantu presiden mencari solusi, menteri yang punya birahi nyapres itu terkesan bekerja hanya untuk kepentingan dirinya. Ada juga menteri Jokowi yang potensial nyapres tapi tak kelihatan sibuk kampanye,” ujar dia.
“Ini momen yang pas bagi Jokowi untuk mengganti menteri sibuk nyapres yang kerjanya di bawah standar. Jangan ada ampun bagi mereka karena jelas merusak citra presiden,” imbuhnya.
Dia menilai ini momen tepat yang harus diambil oleh Jokowi. Menurutnya memang ada beberapa menteri yang sampai saat ini hanya jadi benalu citra presiden. “Kapan lagi reshuffle kalau bukan sekarang. Jangan nunggu lebaran kuda untuk rombak kabinet. Sudah jelas sejumlah menteri hanya jadi benalu citra presiden,” tutur dia.
























