FusilatNews- Presiden Joko Widodo kembali melontarkan pernyataan yang membuat polemik bahwa Indonesia seharusnya tidak grogi dengan dana pembangunan IKN yang mencapai Rp460 triliun, hal itu menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi dianggap berbahaya, di samping berdampak pada situasi negara yang semakin terpuruk dengan utang menggunung.
“Pernyataan Jokowi soal biaya covid Rp 1.700 T saja bisa masa untuk IKN Rp 460 T grogi, ini berbahaya,” ujar Muslim Arbi dikutip Rmol.id, Minggu (4/12).
Muslim mengatakan, dana penanganan pandemi Covid-109 selama ini berasal dari utang dan hingga saat ini tidak diketahui dengan jelas penggunaannya untuk apa saja. Terlebih terdapat payung hukum pelindung yang jika terjadi penyimpangan anggaran tersebut tidak diaudit, diusut dan diadili.
“Jadi gelap. Ke mana dana Covid itu dipergunakan? Padahal ini dana utang. Dan negara harus mengembalikan dana tersebut. Dan sudah pasti jadi beban negara, beban rakyat akibat dana utang terus membengkak,” kata Muslim.
Muslim mengatakan posisi utang saat ini telah mencapai Rp 7.400 triliun lebih. Di mana, beban utang bukan berkurang, melainkan terus semakin bertambah dari waktu ke waktu.
“Sekarang Jokowi mencoba bandingkan rencana dana IKN Rp 460 T dengan dana Covid. Dari sisi UU IKN saja direvisi akibat pembuatannya tergogop seperti mau kejar target. Apalagi sumber keuangan IKN masih ditawarkan sana sini dan belum jelas investornya. Lalu mau berutang lagi untuk biayai IKN, bukankah ini berbahaya?” ucap Muslim.
Utang sendiri, lanjut Muslim, akan terus ada dan menggunung, bahkan ketika Jokowi tidak berkuasa lagi. Muslim pun mencurigai, Jokowi tetap mau kebut proyek IKN sebagai alasan agar dapat perpanjang jabatan tiga periode untuk menuntaskan IKN.
Meski telah dibantah berkali-kali, tetapi proyek-proyek, termasuk kereta api cepat Jakarta-Surabaya seakan menjadi alasan tersembunyi bagi Jokowi untuk tetap berkuasa, meski berkali-kali dibantah. Padahal rakyat menginginkan pergantian kepemimpinan yang konstitusional dan demokratis secepat mungkin.
Padahal dari sisi pembangunan infrastruktur mangkrak dan ketika jadi pun mengalami kerugian, sehingga tetap menjadi beban keuangan negara.
“Tetap saja mau gunakan logika dana Covid dengan dana IKN, nampaknya semua dalih itu dapat dianggap sebagai alibi untuk tetap berkuasa,” ucap Muslim.
“Kayanya logika Jokowi itu logika oligarki bukan logika rakyat ya?” pungkas Muslim
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kegiatan puncak rangkaian Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 di Istana Negara. Dalam pidatonya Jokowi menyinggung pembangunan ibu kota negara (IKN) harus ditanggapi dengan optimistis. Ia pun menyebut Indonesia seharusnya tidak grogi dengan dana pembangunan IKN yang mencapai Rp460 triliun.
“Negara sebesar ini jangan kita pesimis dong, membangun (IKN) kurang lebih kalau sekarang US$29 miliar, masa kita grogi, kira-kira kan kalau dirupiahkan 460 triliun,” ujar Jokowi Jumat (2/12).
Ia pun membandingkan dana pembangunan IKN dengan penanganan covid-19 yang mencapai Rp1.700 triliun. “Kita kemarin biaya covid Rp1.700 triliun juga nggak terasa,” ujarnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News






















