• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PERPADI 2,1 JUTA TON, BULOG 0,9 JUTA TON

by
February 12, 2025
in Economy, Feature
0
Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Baru-baru ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya, dalam rangka menjaga kesejahteraan petani, Pemerintah telah memfasilitasi terjadinya kerja bareng antara Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) dengan Perum Bulog. Kesepakatan ini melibatkan Bulog dan Perusahaan penggilingan padi dan beras di seluruh Indonesia.

Dalam kesepakatan ini, pengusaha penggilingan padi sepakat untuk menyerap gabah sebanyak 2,1 juta ton setara beras dari total target panen raya sebesar 3 juta ton setara beras. Sisa penyerapan gabah petani yang 900 ribu ton akan dilakukan secara mandiri oleh Perum Bulog. Jadi komitmen dari pengusaha penggilingan padi dan beras itu, menyerap gabah petani setara 2,1 juta ton beras.

Dengan ditetapkannya “satu harga” gabah yakni Rp. 6500,-, kepada pengusaha penggilingan padi, Perum Bulog dan siapa pun yang membeli gabah petani, dipastikan harga pembeliannya tidak lebih rendah dari Rp. 6500,-. Penetapan harga ini, telah melalui pengkajian dan analisa yang mendalam bahwa dengan harga Rp. 6500,- petani tidak akan merugi.

Selain itu, dengan dipatoknya HPP Gabah pada angka Rp. 6500,- sangat kecil peluangnya, harga gabah di tingkat petani bakal anjlok di saat panen raya tiba. Dengan komitmen bersama antara Perpadi dengan Perum Bulog ditambah dengan kesigapan Aparat dalam mengawal dan mengamankan penerapan kebijakan di lapangan, dapat dipastikan memberi hasil yang baik.

Namun begitu, kita jangan pernah lengah atas perilaku oknum-oknum yang selama ini telah terbiasa mencari untung dengan memainkan harga jual di tingkat petani. Adanya kebijakan baru semacam ini, tidak akan membuat mereka berdiam diri. Oknum-oknum yang suka memanfaatkan kesempatan diatas penderitaan petani ini, pasti akan mencari peluang untuk memanfaatkannya.

Penyerapan gabah petani sebesar 3 juta ton serara beras, benar-benar merupakan taruhan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo. Bukan saja penyerapan sebesar itu merupakan pintu masuk menuju pencapaian swasembada beras, namun juga merupakan jawaban nyata atas keputusan Pemerintah yang menyetop impor beras di tahun 2025.

Akibatnya, menjadi sangat masuk akal jika Pemerintah tampak serius untuk mewujudkannya. Bahkan Presiden Prabowo turun langsung mengawal kebijakan yang dibuatnya. Kerja bareng Perpadi dengan Perum Bulog yang difasilitasi Menteri Pertanian, tentu bukan hanya sekedar membuat kesepakatan, tapi yang lebih utama lagi adalah bagaimana dengan pelaksanaannya di lapangan.

Langkah menghentikan impor beras tahun ini, tentu telah melalui analisa dan pertimbangan cukup matang. Pemerintah, pasti tidak akan serta merta menyetop impor beras, jika proyeksi produksi beras dalam negeri akan meningkat. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dalam negeri tahun ini, diprediksi akan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Catatan kritisnya adalah sampai sejauh mana kita akan meyakini data yang disampaikan BPS ini akan sesuai dengan perhitungannya, di saat kita dihadapkan pada iklim ekstrim ? Ini sebenarnya yang butuh pencermatan kita bersama. Bayangkan kalau tiba-tiba La Nina menyergap, seperti halnya El Nino dua tahun lalu, yang secara nyata nelahirkan darurat beras, maka masalahnya dari mana lagi kita akan mendapatkan beras ?

Agar resiko terburuk ini tidak terjadi, maka tidak ada jalan lain yang mesti digarap, selain kita harus mensukseskan program menggenjot produksi beras setinggi-tingginya untuk dapat diserap oleh Pemerintah. Peningkatan produksi beras setinggi-tingginya menuju swasembada saat ini, menjadi “harga mati” yang tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Pembebanan kepada Perpadi untuk dapat menyerap gabah petani sebesar 2,1 juta ton setara beras, betul-betul merupakan kehormatan dan tanggung-jawab yang penuh dengan kemuliaan untuk ditempuh. Pemerintah sangat yakin dan mempercayai Perpadi untuk melaksanakan komitmennya dengan baik. Pemerintah juga optimis, Perpadi akan mampu mewujudkannya.

Masalahnya adalah sampai sejauh mana Perpadi mampu menjawab kebaikan Penerintah itu dengan kerja keras dan kerja cerdas yang bakal dilakukannya. Ini sebetulnya “pe-er” besar yang butuh pembuktian di lapangan. Keluarga Besar Perpadi dan Keluarga Besar Perum Bulog, perlu memiliki sikap kejuangan yang tinggi ketika ditugaskan menyerap gabah petani, tanpa syarat kadar air dan kadar hampa tertentu.

Itu sebabnya, menjadi sangat penting, jika dalam pelaksanaannya nanti ditenpuh melalui sebuah gerakan serap gabah petani dengan tujuan
pertama, membantu petani padi untuk menjual gabah mereka dengan harga yang lebih tinggi dan menguntungkan.
Kedua, mengurangi perbedaan harga antara harga jual gabah di tingkat petani dan harga jual beras di pasar.

Ketiga, membantu petani padi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban biaya produksi. Keempat, sebagai pembuktian kepada masyarakat, kebijakan menyetop impor beras tahun 2025, memang didukung oleh terjadinya produksi beras nasional yang berlimpah.

Semoga langkah yang diambil Pemerintah ini, akan mampu memberi keberkahan bagi perjalanan bangsa dan negara ke arah yang dicita-citakannya. Ayo kita buktikan dalam 3 – 4 bulan ke depan Perpadi mampu menyerap gabah 2,1 juta ton setara beras dan Perum Bulog mampu menyerap 0,9 juta ton setara beras. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pendidikan Gratis untuk Papua: Suara yang Harus Didengar

Next Post

Prabowo vs Oligarki: Pertarungan di Balik Janji Politik Gelap

Related Posts

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik
Economy

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026
Birokrasi

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026
Feature

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Next Post
Prabowo : “China Mitra Kunci Dalam Memastikan Perdamaian dan Stabilitas Kawasan”

Prabowo vs Oligarki: Pertarungan di Balik Janji Politik Gelap

3 Korban Terluka Seorang Pilot Tewas Dalam Tabrakan Pesawat di Arizona

3 Korban Terluka Seorang Pilot Tewas Dalam Tabrakan Pesawat di Arizona

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...