Tadi Bapak SBY yang sudah memiliki pengalaman memenangkan pilpres dua kali, memimpin pemerintahan 10 tahun, memberikan kepada kita wisdom, knowledge, pengalaman yang amat kaya,” kata Anies pada awak media. Jumat (25/8).
Jakarta – Fusilatnews – Dalam pertemuan konsultatif selama 2 jam Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menegaskan bahwa Anies mendapatkan beberapa catatan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Tadi Bapak SBY yang sudah memiliki pengalaman memenangkan pilpres dua kali, memimpin pemerintahan 10 tahun, memberikan kepada kita wisdom, knowledge, pengalaman yang amat kaya,” kata Anies pada awak media. Jumat (25/8).
Anies tak mengungkapkan secara detail catatan yang diberikan oleh SBY, Hanya saja Anies menyatakan bahwa catatan itu terkait dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Tadi kami semua mencatat dengan amat serius dan beliau juga memberikan kepada kita semua beberapa catatan-catatan yang perlu menjadi perhatian yang terkait dengan kondisi terkini,” papar dia.
Pembicaraan dengan SBY tak terkait dengan penentuan nama bakal calon wakil presiden (bacawapres). Namun, fokus membahas upaya pemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Jadi percakapannya sudah tidak lagi membahas soal internal parpol koalisi. Tapi, sudah bicara tentang bagaimana melangkah ke depan,” imbuh dia.
Adapun sebelum bertemu SBY, Anies dan Tim Delapan KPP telah menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada Kamis (24/8).
Sampai saat ini Anies belum mengumumkan siapa pendampingnya. Dalam kesempatan sebelumnya Anggota Fraksi PKS DPR, Nasir Djamil menjelaskan, ketiga partai dalam Koalisi Perubahan sampai saat ini masih terus membangun komunikasi untuk posisi calon wakil presiden (cawapres).
Menurut Nasir , internal di Koalisi Perubahan masih terus melaksanakan penjajakan untuk memantapkan jalan. karena yang mau mau direbut adalah kekuasaan, sehingga tentu pembicaraannya bisa berlangsung alot.
Belum lagi, lanjut Nasir, melihat negosiasi demi negosiasi yang terjadi antara Nasdem, Demokrat, dan PKS yang menjadi pembentuk Koalisi Perubahan belum mencapai titik temu. Penyebabnya antara satu partai dengan partai lain memiliki keinginannya masing-masing.
“Ini sesuatu yang alot, sehingga memang harus hati-hati, memang untuk kami di Koalisi Perubahan seperti mengambil sehelai rambut di tumpukan tepung, pelan-pelan mengambilnya, sehingga tepung tidak berantakan,” kata Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/8).
Sedangkan Surya Paloh menegaskan Saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh membantah bahwa deklarasi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Anies Baswedan berlangsung alot,
Karena mereka menolak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai kandidat.























