JAKARTA, Fusilatnews – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menyatakan, sebanyak 220 ribu unit kendaraan telah terdaftar pada aplikasi MyPertamina hingga 23 Juli 2022. Dalam hal ini didominasi oleh jenis kendaraan pengguna Pertalite. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan bahwa saat ini seluruh proses pendaftaran masih terus berlangsung. Pertamina sangat mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung Program Subsidi Tepat Sasaran ini.
Beberapa jenis Bahan Bakan Minyak Produk Pertamina yang perlu untuk diketahui, untuk keamanan kendaraan anda dan keikut sertaan dalam menurunkan tingkat polusi udara dari kita masing-masing. Perlu disimak, produk-produk dan jenis BBM apa saja, yang kita pilih untuk kendaraan kita, sbb :
8 Produk BBM Milik Pertamina. Bahan bakar bermesin bensin
Pertamax Racing merupakan bahan bakar kendaraan yang diakui federasi balap internasional, menjadikan mesin lebih responsive, lebih stabil, dan memiliki daya tahan yang tinggi dan bersahabat dengan lingkungan. Ia memiliki oktan 100 yang khusus diperuntukan untuk mesin yang berkompresi tinggi, yang biasa digunakan untuk balapan
Pertamax Merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).
Pertalite Merupakan bahan bakar gasoline yang memiliki angka oktan 90 serta berwarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1. Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium 88 sehingga lebih tepat digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang saat ini beredar di Indonesia.
Premium Merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1).
Bahan Bakar Bemesin Diesel
Pertamina Dex. Sangat disarankan untuk kendaraan diesel, terutama mesin diesel modern berteknologi Common Rail System yang memang membutuhkan bahan bakar prima dan berkualitas tinggi
Dexlite. Dexlite, member terbaru dari Dex Series, memiliki angka cetane minimal 51 dan mengandung Sulfur maksimal 1200 ppm.
Solar Merupakan bahan bakar diesel dengan angka cetane 48 sesuai untuk kendaraan bermesin diesel dengan teknologi lama dengan kandungan sulfur 2500 ppm. Umumnya kendaraan ini dipakai untuk angkutan umum seperti bus dalam kota.
Keterangan lain dari Kompas.com sebagai berikut;
Mobil mesin diesel menggunakan bahan bakar jenis solar. Ada beberapa jenis solar di pasaran dan yang paling umum adalah keluaran Pertamina, yakni Dexlite dan Pertamina Dex. Meski kedua bahan bakar tersebut bisa digunakan untuk mesin diesel, tapi tentu ada perbedaan yang mendasar. Perbedaan tersebut terletak pada nilai Cetane Number (CN) atau angka setana. “Dexlite memiliki CN 51 sementara Pertamina Dex CN 53,” ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa bagian Tengah Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, dikutip dari Pertamina.com, Senin (10/1/2022).
Brasto menambahkan, semakin tinggi nilai CN pada bahan bakar diesel, maka semakin tinggi juga performa yang akan dihasilkan oleh mesin tersebut. Dengan Pertamina Dex memiliki nilai CN paling tinggi, maka menurut Brasto, solar tersebut menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Sehingga, mampu membersihkan ruang mesin dari karat dan keausan. Baca juga: Mudah, Begini Cara Merawat Mobil Mesin Diesel “Sehingga mesin lebih awet dan bebas karat akibat pembakaran yang tidak sempurna,” kata Brasto. Lihat Foto Ilustrasi Dexlite dan Pertamina Dex(Pertamina) Brasto mengatakan, Dexlite dan Pertamina Dex masuk ke dallam kategori bahan bakar yang ramah lingkungan. Sebab, kandungan sulfur pada gas buang lebih rendah. Dexlite memiliki kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm. Sedangkan pada Pertamina Dex, kandungan sulfurnya lebih sedikit lagi, yakni kurang dari 300 ppm, serta telah memenuhi standar Euro 3.




















