• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 24, 2026
in Economy, Feature, Komunitas
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kualitas petani Indonesia pada 2026 diproyeksikan bergerak ke arah yang lebih baik. Pemerintah telah menetapkan target besar: swasembada pangan pada 2026 hingga 2029, dengan fokus peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya. Target ini disertai berbagai program pendukung yang, di atas kertas, menjanjikan kemajuan signifikan bagi sektor pertanian.

Beberapa langkah konkret yang direncanakan antara lain pencetakan sawah baru untuk memperluas lahan produksi, penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 9,62 juta ton, dukungan penggunaan bibit unggul, penyediaan alat dan mesin pertanian modern, serta pembiayaan murah bagi petani. Jika seluruh program ini berjalan konsisten, produktivitas pertanian nasional berpotensi meningkat secara berarti.

Namun, peningkatan produksi saja tidak cukup. Ukuran keberhasilan pembangunan pertanian sejatinya terletak pada kesejahteraan petani.

Kesejahteraan petani dapat diukur melalui beberapa indikator utama. Pertama, Living Income, yaitu kemampuan petani memenuhi kebutuhan dasar keluarga—pangan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Kedua, Nilai Tukar Petani (NTP), rasio antara harga produk yang dijual petani dengan biaya produksi serta konsumsi rumah tangga. Ketiga, Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB). Keempat, kondisi sosial-ekonomi, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Jika pendapatan petani meningkat, NTP membaik, akses pasar terbuka luas, produktivitas naik, dan kualitas hidup pedesaan membaik, maka kesejahteraan petani benar-benar tercapai — bukan sekadar angka statistik.

Tetapi harus disadari, kesejahteraan petani tidak berdiri di ruang hampa. Ia dipengaruhi oleh perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, kebijakan pemerintah, hingga stabilitas rantai pasok pangan. Karena itu, upaya mensejahterakan petani menuntut konsistensi kebijakan jangka panjang, bukan program musiman.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah program perlindungan, seperti Bantuan Langsung Tunai bagi petani terdampak bencana, subsidi pupuk, serta pembangunan infrastruktur irigasi, jalan produksi, dan listrik desa. Semua ini penting, namun tantangan di lapangan tetap besar.

Beberapa kendala utama menuju kesejahteraan petani 2026 antara lain:

  • Dampak perubahan iklim terhadap pola tanam dan ketersediaan air

  • Keterbatasan akses teknologi pertanian modern

  • Infrastruktur pertanian yang belum merata

  • Sulitnya akses pembiayaan bagi petani kecil

  • Rendahnya pengetahuan manajerial usaha tani

  • Ketergantungan berlebihan pada pupuk kimia

  • Konflik lahan dan ketidakjelasan hak tenurial

  • Lemahnya akses pasar yang menguntungkan petani

Menghadapi tantangan ini, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi petani menjadi kunci. Salah satu elemen penting adalah optimalisasi peran organisasi petani, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

HKTI selama ini berperan dalam pemberdayaan kapasitas petani melalui pelatihan, pendidikan, dan pendampingan usaha tani. HKTI juga membantu membuka akses pasar yang lebih luas, memperkenalkan teknologi pertanian modern, serta menjadi mitra pemerintah dalam penyaluran sarana produksi pertanian.

Dampaknya cukup nyata. Di beberapa daerah, petani yang tergabung dalam HKTI mengalami peningkatan pendapatan rata-rata hingga 30 persen. Produktivitas meningkat melalui penerapan teknologi tepat guna, dan kualitas hidup petani membaik seiring meningkatnya akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.

Ke depan, HKTI membawa visi besar: mewujudkan pertanian mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan, sekaligus menjadikan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek program.

Pada akhirnya, kualitas petani 2026 akan ditentukan oleh satu hal mendasar: apakah kebijakan pertanian benar-benar berpihak kepada petani, atau sekadar berhenti pada target produksi semata. Swasembada pangan penting. Tetapi lebih penting lagi adalah memastikan bahwa mereka yang menanam padi, jagung, dan pangan bangsa — hidup layak, sejahtera, dan bermartabat.

HKTI, sebagai mitra strategis pemerintah, memiliki posisi penting untuk memastikan cita-cita itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi nyata tumbuh di sawah-sawah Indonesia.

(Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengurusan Barang Ekspor dan Pengambilan Kontainer di Depo

Next Post

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI
Komunitas

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...